Tomodachi no Imouto ga Ore ni Dake Uzai – Volume 4 – Prolog Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Volume 4 – Prolog

 

 

Cuit cuit cuit cuit—

Pagi hari. Aku bisa mendengar burung berkicau di luar. Dengan kepalaku masih dalam kabut, aku menggosok mataku saat aku mengangkat tubuh bagian atasku. Aku disambut oleh langit-langit yang tidak dikenal, di tempat tidur yang tidak dikenal.

Ini dingin. Dan itu sudah diduga, aku saat ini telanjang. Di sebelahku, aku mendengar suara seseorang tidur. Perlahan-lahan mengarahkan pandanganku ke arah sumber suara itu, aku melihat penampilan familiar adik perempuan temanku, dengan pakaian yang juga tidak kukenal.

Ahh, begitu ya. Setelah ditinggal sendirian di kuil ini yang dilengkapi seperti love hotel, gadis itu, adik perempuan temanku, Kohinata Iroha, dan aku—

Kami telah terperangkap dalam mimpi musim panas yang tidak senonoh ini, menghabiskan malam dengan saling berpelukan. Nah, begitulah, tidak ada lagi melarikan diri. Aku akan bertanggung jawab, dan menjadikan Iroha istriku. Aku akan menghabiskan sisa hidupku bersamanya, melakukan yang terbaik untuk membawakan kebahagiaan untuknya—

「Ozu dasar bajingan, berhenti menambahkan beberapa monolog palsu untuk itu」

「Ini pengembangan terbaik yang bisa diharapkan semua orang. Itu hanya mimpi singkat, jadi setidaknya berikan aku itu …」

「Jadi mengapa kau langsung melompat ke pagi setelahnya?」

「Baiklah, maka aku akan mengambil waktuku dengannya. Perkembangan aktual sama berharganya, bukan? 」

「Aku tidak peduli」

*

Makhluk yang disebut anak laki-laki suka menjahili gadis yang mereka suka. Aku tidak tahu sejak kapan [hipotesis] ini berakhir sebagai [kebenaran] yang diterima secara universal, tetapi paling tidak, aku dengan ini mengumumkan ini sebagai kebohongan. Dalam arti strategis, jika kau mencoba dan memperjuangkan perang cinta ini dengan cara yang seefisien mungkin, kau tidak akan mencoba menimbulkan kesan negatif apa pun pada orang yang kau suka.

Mereka yang menjahili orang yang mereka suka, mencoba untuk menganggu mereka demi mendapatkan perhatian mereka, hanya ada dalam novel ringan dan manga, karakter fiksi, dan gadis-gadis dalam kenyataan akan menunjukkan hal-hal seperti senyum yang mudah dipahami, menunjukan kasih sayangnya kepada laki-laki yang mereka suka … itulah yang aku asumsikan, namun — Jika kau menganggap ini sebagai [keadilan], maka ada masalah yang datang dengan itu.

-a-

“Jika aku bilang aku ingin terbawa bersama dengan keajaiban ritual ini … apa kau akan bermasalah, Senpai?”

-a-

Di dalam pegunungan Desa Kageishi, di mana bahkan serangga tetap diam selama malam ini. Kami berada tepat di tengah-tengah ritual yang menjamin upacara pertunangan yang efektif 100%untuk pasangan, atau dengan kata lain, acara yang membutuhkan paling banyak 3 IQ.

Panggung ritual ini awalnya adalah kamar tradisional Jepang, yang dicelupkan ke dalam suasana merah muda yang lembut dari kuil cinta (Kamus AKI: Love Hotel seperti kuil), dan itu hanya kami berdua. Dengan mata yang basah, dan pipi yang memerah, aku ditanyai kata-kata ini, seolah-olah dia mencoba mengintip ke dalam pikiranku yang paling dalam.

Cara bicara dan tingkah lakunya tidak menunjukkan kepribadiannya yang menyebalkan seperti biasa, tidak juga sikapnya seperti chihuahua yang cerewet untuk memaksaku membawa kemarahanku kepadanya. Akan tetapi, dia hampir tampak ketakutan dengan responsku, menunjukkan ekspresi seorang gadis bangsawan.

Bukankah itu berarti dia menyukaiku — adalah apa yang biasanya aku pikirkan tentang ini. Tapi tentu saja, ini adalah adik temanku, Kohinata Iroha, jadi aku belum bisa memutuskannya. Dia akan selalu menunjukkan sisi murni dirinya seperti ini, hanya untuk menghancurkanku dengan ‘Hanya bercanda!’ beberapa detik kemudian.

Sekarang, lakukanlah. Aku siap. Tolong, serius. Jika kau bisa menunjukkan kepadaku gerakan menjengkelkan itu sekarang, maka itu akan membuatku lega. Berapa banyak waktu yang telah berlalu? Dengan detak jantungku yang berdetak sangat kencang dalam situasi yang absurd ini, aku tidak bisa menggunakan perhitungan dengan benar. Bahkan setelah menunggu agar topeng gadis palsu ini menghilang, sikapnya yang menjengkelkan tidak kembali.

Bagaimana jika … bagaimana jika atmosfir ini bertahan sampai aku memberikan jawaban? Bagaimana jika Iroha akan terus menunggu? Jika aku menganalisis situasi ini sesuai dengan filosofi cintaku, ini akan menunjukan kasih sayang Iroha terhadapku, yang berarti bahwa dia memiliki perasaan romantis kepadaku, tetapi apa itu benar?

Tidak, bukan tentang itu. Itu tidak masalah sama sekali. Bagaimana denganku? Jika dia benar-benar tersapu oleh keajaiban atmosfer merah muda ini, mendekatiku dengan keinginan itu — emosi macam apa yang akan aku, Ooboshi Akiteru, miliki di dadaku?

Emosi apa yang tepat untuk dimiliki?

*

「Goaaaaaaaaaaaaal !!!」

「Oi, jangan berteriak seperti kau memenangkan pertandingan sepak bola, brengsek」

 

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded