Tomodachi no Imouto ga Ore ni Dake Uzai – Volume 4 – Chapter 6 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Volume 4 – Chapter 6 – Di pantai masa muda, hanya aku yang menyebalkan

 

 

“? Aki, kenapa kau condong ke depan seperti itu?”

“T-Tidak ada alasan. Tidak ada sama sekali, yah.”

Aku tersenyum masam samar, saat aku menjawab pertanyaan Ozu.

—Bagaimana aku bisa memberitahunya!

Di salah satu ruang ganti di kediaman Kanaria, tepatnya ruang ganti laki-laki, di mana Ozu dan aku berganti pakaian renang. Seperti yang sudah kami tebak dari luar, kediaman Kanaria tampak seperti salah satu rumah orang kaya yang muncul dalam film. Dinding putih, prisma putih, sofa putih dengan kursi putih, lampu gantung aneh yang tergantung di langit-langit, jendela-jendela memberikan pemandangan sempurna untuk pantai berpasir di luar. Jangan lupakan juga cetakan ikan dan boneka rusa di dinding.

Kami berbicara tentang segera pergi ke laut untuk bermain-main, itulah sebabnya kami berpisah antara laki-laki dan perempuan, dengan cepat berganti ke pakaian renang kami, untuk berkelompok lagi. Secara alami, itu berarti bahwa aku saat ini hanya mengenakan celana renangku. Dan sekarang, dengan penampilan yang nyaris tidak menawarkan pertahanan apa pun, satu pesan LIME dari Iroha tadi … Maaf, tapi ini pasti terorisme.

—Tambahkan dalam perilaku anehku sejak Ritual Pernikahan. Biasanya, aku akan mengabaikannya. Namun, mengapa jantungku berdebar kencang sekarang? Mengirimiku pesan yang begitu menggoda melalui LIME, dan dengan demikian menikmati reaksi gugupku adalah tindakan klasik yang menyebalkan. Ya, benar-benar menyebalkan, tanpa daya tarik apa pun yang dapat ditemukan di sana, namun — Jangan bilang, apakah itu karena aku benar-benar menyukainya ketika dia ….?

Tidak tidak tidak. Aku menggelengkan kepalaku untuk segera melepaskan diriku dari omong kosong itu. Ozu melihatku dalam hal itu, dan jelas-jelas salah memahami reaksi itu ketika dia mendekatiku.

“Apa kau malu dengan penampilanmu? Aku benar-benar berpikir tidak perlu malu kalau melihat seberapa terlatih tubuhmu.”

“Tidak, bukan itu … Juga, berhentilah menatapku.”

“Ini salahmu karena punya tubuh seperti itu.”

Dengan kalimat yang akan membuatmu ditangkap karena pelecehan seksual kalau aku seorang wanita, Ozu memeriksa abs-ku dengan cermat.

“Aku hanya melatih diriku dengan minimal untuk tetap sehat. Penyakit apa pun dapat mengakibatkan pemborosan terbesar dari sumber daya yang disebut kehidupan … Jika kau mengabaikan kesehatanmu terlalu banyak, kau akan mati.”

“Kurasa ~” Ozu memberikan kata-kata kosong, saat dia menggaruk pipinya.

Meskipun dia tidak memiliki banyak otot yang dibangun di atas perutnya, dia juga tidak memiliki lemak yang tidak perlu di perutnya, lebih mirip lumba-lumba dengan kulit putih licin, benar-benar mengeluarkan getaran pria tampan. Itu adalah misteri mengapa dia tidak merawat tubuhnya dengan lebih baik, dia bisa dengan mudah menjadi model—

“Melalui gangguanmu, aku tiba di kondisi ini, tapi kau tahu bagaimana aku sebenarnya.”

“Kalau kau menyadarinya, maka perbaikilah. Meskipun itu jelas lebih baik daripada keadaanmu yang mengabaikan diri sendiri.”

“Benarkah?”

“Jangan beri aku wajah [Puji aku]. Sudah tugasmu untuk menjaga dirimu sendiri.”

“Ahaha, kau seperti seorang ayah, Aki.”

“Hentikan. Aku sudah harus berurusan dengan Iroha dan Mashiro, jadi kau jangan bergabung juga, kalau tidak aku akan merasa tua.”

“Tidak apa-apa, kau masih muda. Buktinya ada pada fakta bahwa kau jadi terangsang karena pakaian renang Iroha, kan.”

“Apa … ?!”

“Kau sudah melihat pesan LIME darinya, bukan?”

“Ugh …”

“Mengenal Iroha, dia mungkin ingin bermain-main denganmu sedikit.”

Pria ini bertingkah seolah sedang memeriksa tubuhku, tetapi sebaliknya … Sungguh, orang-orang yang tajam sangat menyebalkan …

“Hmmm … Aki, apa kau akhirnya menyadarinya?”

“A-Apanya?”

“Tentu saja, pesona Iroha.”

“Aku menerima bahwa dia memiliki penampilan yang baik, dan gaya yang hebat.”

“Dan kepribadiannya?”

“… Aku bisa mengerti mengapa orang-orang di sekolah akan tergila-gila padanya. Dia menyembunyikan kepribadiannya yang sebenarnya.”

Biasanya, Iroha selalu dalam semangat tinggi, sebisa mungkin bertingkah menyebalkan, sedangkan di sekolah, dia murid yang baik, dengan senyum tenang. Selalu berbicara dengan semua orang secara setara, baik itu laki-laki atau perempuan, dengan senyum ramah. Inkarnasi seorang gadis cantik. Dan aku sepenuhnya sadar akan hal itu.

“Aku tidak berbicara tentang Iroha itu.”

“…Apa maksudmu.”

“Tidakkah kau berpikir bahwa Iroha yang menyebalkan itu juga imut?”

“……Hah?”

Tidak dapat memahami apa yang baru saja dikatakan Ozu, aku menatap kosong padanya.

Iroha yang menyebalkan juga imut? Hanya memikirkannya saja membuatku merinding.

“Baik hati terhadap semua orang, menunjukkan wajah siswa berprestasi, tetapi hanya menunjukkan kepribadiannya yang sebenarnya kepadamu — bukankah gap moe ini sangat dicintai para otaku.”

“Jadi menyebalkan itu imut? Aku melihat banyak hal baru-baru ini.”

“Benar. Aku pikir itu atribut yang populer.”

“Huh … Yah, aku memang mencari tahu tentang itu saat penelitianku yang biasa, tapi kita terutama hanya berbicara tentang 2D.”

“Itu bukan sesuatu yang aku harapkan dari orang yang mengajariku komunikasi dengan galge.”

“Itu memiliki keadaannya sendiri!”

Itu adalah satu-satunya metode yang bekerja untuk Ozu, setelah mencoba hal lain yang tak terhitung jumlahnya. Aku tipe orang yang dapat memisahkan fiksi dan kenyataan. Tapi, kesampingkan itu.

“Dengan manga dan anime, kau memiliki filter protagonis, kan. Ketika diserang dengan perilaku yang menyebalkan, tidak ada tekanan langsung yang menghantammu, kau dapat dengan mudah melihat kasih sayang sang heroine dalam tindakannya, seperti menggosokkannya ke mata para pembaca, sehingga mereka dapat menerima tindakan yang menyebalkan ini tanpa khawatir. Pada kenyataannya, itu tidak akan berhasil seperti itu.”

Pikirkan secara rasional. Siapa yang senang harus berurusan dengan seseorang yang menyebalkan? Masokis terkutuk.

“Tentu saja, Iroha menunjukkan dirinya yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik. Jika aku bisa melakukannya, dengan senang hati aku akan menggantikanmu, atau bahkan Otoha-san, sebagai karung tinju. Meskipun itu menyebalkan. Jika itu membantunya dan semua orang, maka aku akan menelannya. Walau demikian-”

“Itu berbeda dengan menjadi imut, maksudmu?”

“Benar. Aku pikir memang disayangkan. Pesonanya sebagai anggota lawan jenis tidak muncul di mataku.”

“Tidak ada hal yang akan membuatmu jatuh cinta padanya?”

“…Mungkin tidak.”

Aku belum bisa mendeklarasikannya. Aku belum memiliki penegasan. Aku belum menemukan identitas perasaan yang aku miliki terhadap Iroha di Desa Kageishi.

“… Kau benar-benar tidak berpikir dia punya perasaan padamu?”

“… Ada terlalu banyak hal yang menentang itu.”

“Seperti?”

“Jika tindakannya yang menyebalkan adalah kepribadiannya yang sebenarnya, maka itu jelas bertentangan dengan kemungkinan dia memiliki perasaan untukku.”

“Mengapa kau berpikir seperti itu?”

“Jika dia memiliki perasaan padaku, dia akan mencoba menunjukkan sifat-sifat baiknya kepadaku. Kami juga tidak dalam tahap bosan juga. Karena dia tidak takut menunjukkan kepribadiannya yang sebenarnya, tapi terus bertindak menyebalkan, ini adalah bukti bahwa dia tidak punya perasaan romantis untukku.”

“Kau mengatakan hal yang sama sebelumnya, bukan. Yah, kau mungkin benar tentang itu.”

“Memang.”

“Itu kalau hubungan laki-laki dan perempuan yang normal.”

“… Apa yang kau maksud?”

“Hubungan manusia selalu terdistorsi, jadi mengapa dia tidak bisa menunjukkan kasih romantisnya dengan cara yang terdistorsi juga? Kau hanya menerima apa adanya, Aki … Tapi, hanya mengambil gagasan umum ‘Ini adalah kasing sayang romantis’ … mengapa ini tidak bisa menjadi premis yang menyimpang juga?”

“… Kau benar-benar membuat ini menjadi rumit.”

Hipotesis itu penting. Penemuan dan penciptaan yang tak terhitung jumlahnya telah datang dari sebuah hipotesis. Namun, verifikasi hipotesis memakan waktu dan risiko, dan mengenai hubungan manusia, kau tidak dapat dengan sempurna menempatkan eksperimen. Dan Iroha bukanlah dewa yang mahakuasa dengan hati dan suara yang cukup mudah untuk dilihat.

“Berhenti dengan omong kosong dan ayo pergi.”

“Aye aye … Oh, tidak bisa melupakan ini.”

“Apa itu…?” Tanyaku, ketika aku memiringkan kepalaku dalam kebingungan, saat Ozu menggaruk pipinya dengan malu-malu.

“Pelampung. Aku bukan perenang terbaik.”

“Kau … Kesenjangannya semakin kuat, ya.”

Bersama teknisi jeniusku, serta teman pangeran dongeng yang sempurna, yang sekarang bahkan tidak bisa berenang dengan benar, aku meninggalkan ruang ganti.

*

Ketika kami melangkah keluar ke pantai berpasir, gadis-gadis itu tampaknya belum selesai berganti pakaian, jadi hanya Ozu dan aku yang duduk di bawah payung saat kami menunggu. Sambil meletakkan tubuhnya di kursi, Ozu bersenandung saat dia bermain-main dengan ponselnya. Walau demikian, dia tidak bermain-main meskipun mungkin terlihat seperti itu, dan lebih seperti menggunakan beberapa prototipe layanan web, yang memungkinkannya untuk memprogram dari ponselnya, yang digunakan Ozu untuk kenyamanannya, menghibur dirinya sendiri sekarang.

Meskipun aplikasi ini memiliki nilai pasar yang cukup tinggi, ia hanya memiliki daya tahan yang cukup untuk menjaga layanan tetap berjalan untuk [Aliansi Lantai 5] sehingga belum terungkap secara publik. Aku cukup yakin mereka akan terjual dengan sangat baik, tetapi Ozu sendiri mengatakan dia tidak suka orang lain mengutak-atik perangkat lunaknya.

Dan seperti yang kau lihat, ketika Ozu sedang sibuk dengan pemrogramannya, aku menghabiskan waktu dengan pikiran-pikiran yang tidak berharga.

Pantai pribadi ini benar-benar hebat, tetapi jika Kanaria-san tidak ada di sini untuk menggunakannya, rasanya seperti sampah yang dibiarkan membusuk. Dia lebih baik membukanya untuk umum, melihat seberapa populernya tempat ini. Pesona itu tentu cukup untuk menarik beberapa pelanggan. Atau membiarkan orang menyewanya dalam jumlah tertentu sebulan, untuk mendapatkan uang. Semakin tinggi harga, semakin tinggi masyarakat, yang memungkinkanmu untuk pergi tanpa karyawan di sini, menghemat uangmu juga. Orang-orang suka hidup dengan minimum, jadi permintaan sebenarnya bisa cukup tinggi—

Nah, kira-kira seperti ini. Aku benar-benar merasa tidak enak karena memiliki pikiran yang sama sekali berbeda dengan siswa SMA normal yang datang ke pantai. Tapi aku tidak bisa menahannya, karena kalau tidak, aku mungkin benar-benar memikirkan — Gofu ?!

“Ahahahaha! Dia berteriak ‘Gofu’!”

“O-Ohhhh …”

Tawa histeris mengganggu pikiran bisnisku. Saat aku menahan sakit di perutku, semangka yang sebelumnya jatuh di atasnya berguling ke tanah.

“K-Kau … cara masuk mengerikan macam apa itu …”

“Ahaha ~ Karena Senpai akan berakhir oleh semangka kami, aku berpikir untuk memberimu beberapa ketahanan karena kebaikan hatiku ~”

“Aku tidak mengerti, ada hubungannya kau dan semangka?”

“Yah, ukuran semangka, kau tahu!”

“Apa, kau …!”

Pertama-tama, tubuhku berhenti menggeliat kesakitan, tiba-tiba muncul kosa kata menggoda, dan kemudian aku perlahan, hampir dengan lembut, mengangkat kepalaku. Itu benar, sampai sekarang, Iroha pasti mengenakan …

“T-Terima kasih sudah menunggu … Aki.”

“Ini dia ~! Kau bisa melihat pakaian renangku sebanyak yang kau mau, jadi biarkan aku melihat Ozu dan Aki bersama yang memakai celana renang mereka juga!”

Mashiro gelisah dengan malu-malu, sedangkan Sumire memiliki semangat yang cukup dibandingkan kami semua.

“…… ?!”

Melihat Iroha, Mashiro, dan Sumire, aku hanya bisa menatap mereka, terdiam.

Dimulai dengan Mashiro. Kain dengan campuran putih dan biru, bersama dengan rok tembus pandang melingkar. Itu yang disebut pareo, ya. Bahunya yang ramping mendorong keinginan untuk melindunginya, dengan pusarnya yang terlihat jelas, memberikan pemandangan yang menawan yang akan menggoda setiap laki-laki yang memandangnya. Akhirnya, bersama anting-anting berbentuk kerang yang selalu ada di telinganya, dia tampak seperti siren, merayu awak kapal yang lewat.

Setelah itu, Sumire … yah, kurasa aku tidak harus terlalu banyak menggambarkannya. Itu adalah pakaian renang hitam menggoda yang sama yang dia coba sebelumnya selama kencan kami.

Sekarang, untuk Iroha. Gadis yang mengirim foto selfie miliknya melalui LIME, untuk memprovokasiku. Secara alami, gadis yang seharusnya mengenakan pakaian renang untuk menekankan volumenya yang luar biasa, cukup untuk memikat setiap pria di dunia ini—

 

 

“Apa kau pikir aku memakai pakaian renang? Sayangnya, ini rash vest!”

 

 

“Kau … itu …”

Kau tidak bisa melakukan itu — aku merasa hati semua anak lelaki di dunia telah berbicara melalui diriku. Ketika aku tidak dapat mengeluh secara terbuka padanya, Iroha menarik ritsleting rash vest-nya dengan kencang, dengan tangan di depan mulutnya, dia menyeringai padaku.

“Ohhh? Kau tampak seperti mengharapkan sesuatu ~? Aku ingin tahu apa yang sebenarnya kau harapkan, Senpai ~?”

“… Aku tidak berharap apa pun.”

“Hah ~?”

“Juga, apa maksud foto di LIME itu.”

“Aku mengenakan pakaian renang di bawah ini. Hanya saja memakai rash vest di atasnya.”

Ada saat-saat ketika aku melihat tokoh protagonis dari anime judi menyisir rambutnya dengan ‘Sial, aku tertipu!’, Dan ini mungkin pertama kalinya aku bisa bersimpati dengan mereka.

“Pakaian renang … foto …”

Untuk beberapa alasan, Mashiro memegangi kepalanya seolah telah kalah? Apa sesuatu terjadi? Aku tidak begitu mengerti. Tapi kemudian, aku menyadari sesuatu, dan mengarahkan mataku ke bawah. Mengenakan sandal pantai yang biasa, kaki Iroha memiliki perban di sekitar pergelangan kakinya.

“… Jadi begitu. Apa masih sakit?”

“Jadi, kau sudah memperhatikan.”

“Aku lupa sampai sekarang, maaf.”

“Aha ~ Sangat jujur. Yah, itu tidak sakit lagi!”

“Senang mendengarnya. Tapi aku kira kau tidak bisa berenang dengan itu.”

“Itu sedikit menyengat ~ Tapi, bermain voli pantai tidak masalah!”

“Jangan terlalu gegabah, oke.”

“Ehehehe ~ Terluka seperti ini, Senpai langsung memanjakanku, ya ~ Mungkin aku harus terus memakai perban bahkan setelah itu sembuh ~”

“Kau ingin aku melemparmu ke laut sekarang?” Aku membalas dengan kasar.

Sambil melakukan itu, ponselku yang sedang diisi daya di bawah payung bergetar. Apa sekarang …? —Pikirku, ketika aku melihat bahwa aku menerima selfie pakaian renang dari Mashiro lewat LIME.

“… Kenapa kau mengirimnya sekarang?”

“M-Membaca pesan-pesan LIME dengan keras seperti ini adalah yang terburuk … Tidak punya perasaan sama sekali …” Mashiro menatapku dengan tatapan menyakitkan.

“Tapi, aku harus menanyakannya.”

“D-Diamlah. Jangan membalas lagi. Matilah.”

“Ehhhh …”

Apakah itu seharusnya bertentangan dengan Iroha yang mengirimiku selfie itu? Karena dia terus menunjukkan kasih sayangnya kepadaku di mana pun dia bisa, itu mungkin disebabkan oleh perasaan cemburu, tetapi cara melakukannya masih sangat tidak efisien.

“Ehhh, hanya Aki ?! Aku juga ingin selfie pakaian renang dari Iroha-chan dan Mashiro-chan! Kirimkan juga ke LIME-ku!”

“Oh, tentu. Tunggu sebentar—”

“Hei, jangan mengirim foto selfie orang ke orang lain, itu yang terburuk!”

“Mengerikan. Tidak punya nurani privasi sama sekali.”

Aku hanya ingin Sumire tutup mulut, tapi Iroha dan Mashiro mengirimiku tatapan tajam yang bisa membunuh.

“M-Maaf. Aku pikir itu tidak masalah karena Shikibu adalah bagian dari kelompok kita.”

“Kau adalah komandan di sini, Senpai, jadi kau lebih baik menjaga informasi orang lain, dan menghormati privasi orang lain!”

“Aku tidak ingin mendengar itu dari orang yang terus menyerbu kamar pribadiku.”

“Tapi kau yang bilang kalau aku bisa mampir kapan saja!”

“Ketika aku ada di sana, oke ?! Aku tidak memberitahumu untuk memasuki kamarku kapan pun kau mau!!”

“…! ~~~!”

Ketika Iroha dan aku sedang bercanda, Mashiro menabrak punggungku dengan bahunya. Diam, dia hanya bersembunyi di bayang-bayang tubuhku, dan—

 

 

[Mashiro]: Ini benar-benar aneh! Kalau kau memberikan kunci cadangan pada Iroha-chan, kau harus memberikannya pada pacarmu Mashiro juga!

 

 

Dia benar-benar mengirimiku pesan melalui LIME.

“Aku tidak pernah memberi kunci cadangan pada Iroha!”

“S-Sekali lagi, jangan jawab pesanmu di dunia nyata.”

“Bukankah kau menyembunyikan rasa malu dengan memberikannya pada Onii-chan? Karena kau terlalu gugup untuk memberikannya kepadaku secara langsung?”

“Aku bilang salah, berhentilah!”

“Tepat sekali, Iroha-chan. Aki mengatakan bahwa kau salah, jadi mari kita percaya padanya.”

“Sumire-chansensei …”

“Sumire-sensei, kau …”

“Aki memberikan kunci pada Ozuma-kun—”

Sumire mengetuk pundakku dan Iroha. Seperti seorang ibu yang berusaha menenangkan anak-anaknya.

“Untuk pacarnya Ozuma-kun.”

Pacar pantatku. Serius apa yang dipikirkan wanita ini?

“Haa … Tepat saat kau tiba, semua jadi berisik …”

“Kau terlalu tenang tentang semua ini. Itu laut, satu-satunya, kau tahu.”

“Aku mengerti … Tapi, Iroha, ada apa denganmu dan semangka itu?”

“Semangkaku?”

Iroha menunjukkan ekspresi jijik saat dia menyembunyikan dadanya di balik rash vest-nya, namun hampir tidak cukup untuk sepenuhnya menghapusnya dari pandanganku.

“Tidak! Yang kau taruh di perutku!”

“Ah, yang ini?”

Aku menunjuk ke semangka yang tergeletak di pasir. Iroha mengambilnya, dan tersenyum padaku.

“Tentu saja, ini untuk acara yang tidak bisa kau lewatkan jika kau datang ke laut — membelah semangka! Bagus untukmu bahwa Iroha-chan ada di sini, karena jika tidak, kau bahkan tidak akan memiliki seorang gadis untuk melakukan acara yang tak terlupakan ini, Senpai ~”

“…Diam. Jangan menggangguku dalam setiap hal kecil.” Aku mengalihkan wajahku darinya.

Iroha bertindak dengan cara yang sama seperti biasanya. Kata-kata dan tingkah lakunya, suara, dan rasa jarak, sama menyebalkannya seperti biasanya. Namun, aku tidak bisa langsung menatap wajahnya. Orang yang telah berubah bukan Iroha, tapi aku …?

“Aduh?!”

“Aki … Berhentilah bermesraan.”

Memakan tinju ke sisi perutku, aku melihat wajah Mashiro yang diwarnai cemberut. Itu adalah tatapan penuh dengan kecemburuan.

“A-Apa yang kau bicarakan … bukan itu.” Aku membalas dengan kata-kata penolakan yang lemah terhadap Mashiro.

Tapi tentu saja, Mashiro, yang sebenarnya memiliki perasaan padaku, tidak puas dengan ini sama sekali.

“…Siapa peduli.” Dia mengalihkan wajahnya lagi dengan ekspresi tidak senang.

Melihat sisi wajahnya, aku menghela nafas. Aku sepenuhnya sadar bahwa aku melakukan sesuatu yang mengerikan. Menolak pengakuan Mashiro, namun sadar bahwa Mashiro masih mempertahankan perasaannya, aku sibuk mencari tahu apa emosi aneh yang aku miliki terhadap Iroha, tapi Mashiro pasti memahami itu.

Meski begitu, aku memberi Mashiro penolakan yang jelas pada hari itu. Jika aku menjauhkan diri lebih jauh, aku akan melakukan sesuatu yang lebih kejam.

– Aku sangat senang bahwa Mashiro bukan anggota dari [Aliansi Lantai 5].

Jika dia anggota, tergantung pada perasaanku kepada Iroha, aku akan menjadi jenis penghancur komunitas terburuk. Jika [Aliansi Lantai 5] hancur karena emosi dan tindakanku, aku mungkin tidak akan bisa bangkit lagi … Sungguh, ini adalah satu-satunya berkah tersembunyi di sini.

*

Setelah itu, kami mulai menghabiskan hari masa muda kami (yang tidak biasa) di pantai.

 

 

Pertama, permainan membelah semangka.

“Senpai, sebelah sini! Ya, sedikit lagi! Sedikit lagi!”

“K-Kenapa kau memikatnya ke arahmu …! Bukan di sana, Aki. Kau harus ke kiri.”

“Nah, nah, bisakah kalian berdua setidaknya membiarkan dia bermain dengan tenang? Ke kanan, Aki. Jika kau ke kanan, kau akan mendapatkan jackpot!!”

“Arah itu adalah Onii-chan !!”

“Sungguh, kalian hanya mengikuti keinginan kalian … Aki, kau tahu siapa yang harus dipercaya, kan? Berjalan lurus saja, oke?”

“T-Tidak adil, dua orang bekerja ke arah Iroha-chan … Sumire-sensei, tolong.”

“Eh, aku ?!”

“Shikibu.”

“Y-Ya! Sepakat! Kiri, Aki! Pergi ke kiri!”

“Kalian semua tidak punya niat untuk benar-benar memberitahuku di mana semangka berada, kan?!”

Aku membalas terhadap kekacauan di sekitarku, karena aku dibiarkan dengan mata tertutup.

 

 

Selanjutnya, voli pantai.

“Bukan berarti penting, tapi pemandangan Senpai setelah menerima receive mirip dengan seorang fotografer sudut rendah yang mengincar foto celana dalam seorang cosplayer.”

“Itu tidak berhubungan! Pukul saja! Aku bertindak seperti ini untuk menyelamatkannya!”

“Apa kau sedang menunggu aku spike sehingga kau dapat melihat pantatku dari bawah rash vest? Sungguh, Senpai benar-benar mesum~”

“Fokuslah! Ini adalah kesempatan sempurna untuk spike!”

“Aye aye. Kalau kau menyerahkannya pada Iroha-chan yang hebat, ini akan menjadi… kemenangan mudah!!”

“Murasaki Shikibu-sensei. Diagonal kanan mundur 1,9 meter, sudut datangnya, 77. 6 ° … Spike!”

“Baiklah, aku tidak akan membiarkan perhitunganmu sia-sia — Wah ?!”

“Dia tersandung …”

“Yap …”

“Ugh … Meskipun itu sudah direncanakan dengan sempurna, tubuhku tidak bisa mengimbangi … ini adalah hukuman karena kurang berolahraga …”

“Kau membiarkan perhitunganku sia-sia lagi, Murasaki Shikibu-sensei?”

“Eeek …”

“Kelomang kecil tersapu oleh ombak … sangat lucu …”

“Mashiro … kau wasitnya, jadi lihat pertandingannya dengan benar.”

Kami menikmati pertandingan yang kacau tanpa pemenang yang jelas.

 

 

Selain itu, membuat istana pasir.

“Ini selesaaaaiii! Bagaimana dengan ini?! Itu kastil Cinderella!”

“Ohhh! Sumire-chansensei, itu luar biasa!”

“Luar biasa … Bahkan ornamen kecilnya sempurna …”

“Fiuh, aku tidak menyangka itu. Jadi dia sebenarnya memiliki bakat dalam bentuk 3D juga. Benarkan, Aki?”

“Ya, ini adalah kabar baik. Tapi, bagaimana kau mempelajari ini, Sumire-sensei? Apa kau mempelajarinya sendiri?”

“Yah, aku punya beberapa karakter yang sangat kusukai sebelumnya, jadi aku mengombinasikannya dengan hobiku menciptakan MMD mesum. Dan yang asli dari istana pasir ini sebenarnya dalam BL shota yang disebut [Cinderella adalah seorang Trap].”

“Wow. Kau sampai seperti itu … Aku tidak bisa meremehkan gairah shotacon …!” Iroha menunjukkan kekaguman yang aneh.

“…Tunggu sebentar. Kau punya pekerjaan di sekolah, bersama dengan ilustrasi untuk kami, dan hobimu membuat MMD? Dari mana kau mendapatkan waktu itu?”

“Berkedut”

“Jangan bilang, kau malas pada ilustrasi untuk membuat MMD, kan?”

“Uu … S-Silakan saja mencemoohku! Aku ingin membuat shota 3D! Dan aku tidak pernah dan tidak akan pernah menyesal mempunyai perasaan seperti itu! Aku tidak akan pernah meninggalkan Jalan Shotaku!”

“Baiklah, aku mengerti betapa pentingnya hal itu bagimu. Sekarang berlutut di depanku.”

“Kau sama sekali tidak mengerti ?!”

“Aku akan memintamu membawa batu satu demi satu di pangkuanmu. Jika kau benar-benar bersumpah ke Jalan Shota, kau seharusnya tidak memiliki masalah dengan itu, kan?”

“Itu hanya siksaan langsung, bukan ?! … S-Selamatkan aku, Mashiro-chan!”

“Sumire-sensei … semangat.”

“Tidaaaak?!”

Memikirkan penggunaan masa depan untuk bakat Sumire yang tak terduga, aku memarahinya.

 

 

Seperti ini, kami menghabiskan hari yang menyenangkan di pantai. Jika beberapa orang ketiga melihat kami saat itu, mereka mungkin akan menganggap kami sebagai siswa SMA yang menikmati kehidupan kami. Apa yang kau sebut satu halaman masa muda kami. Dan di sanalah aku, memikirkan sesuatu yang tidak perlu. Bahwa aku nyaris benar-benar bersenang-senang seperti itu. Bermain, berbicara dengan yang lain, masih sangat sadar akan Iroha, sambil menerima tatapan maut dan peringatan terus-menerus dari Mashiro, rasa bersalah menusuk dadaku.

Iroha, Mashiro, Sumire, dan bahkan Ozu, mereka semua bersenang-senang, tapi di sinilah aku, bertingkah menyebalkan … Sungguh, aku benci bertingkah tidak efisien.

*

「Aku pikir itu hal yang baik bahwa kau benar memikirkan hubunganmu dengan Iroha dan Tsukinomori-san」

「Kau menghasut ini, kan」

「Semua orang berharap untuk itu」

「…Begitukah. Maka aku akan memberikan beberapa pemikiran yang lebih tepat」

「Ya, tidak apa-apa. Tapi, jangan berakhir terlalu jauh di dalam kegelapan, oke? 」

「… Aku akan memikirkannya」

 

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded