Tomodachi no Imouto ga Ore ni Dake Uzai – Volume 3 – Prolog Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Loading...

Volume 3 – Prolog

 

Pernikahan memiliki rasio kinerja biaya terburuk dari sistem mana pun yang ada. Pengeluaran bulanan terus bertambah, hidup dengan manusia lain membuat gaya hidupmu gelisah, dan seiring dengan tanggung jawab besar yang harus ditanggung, belum lagi harus menangkis risiko besar, yang kau dapatkan hanyalah sedikit ketenangan pikiran. Belum lagi bahwa semua ketenangan pikiran ini bisa menjatuhkanmu karena perkelahian pasangan yang sudah menikah atau semacam pelanggaran lainnya. Mengapa aku harus tahan dengan itu? Itu terdengar seperti permainan yang menyebalkan bagiku.

Apakah aku tidak peduli kalau umat manusia punah? Apakah itu egois untuk tidak menikah, tidak membesarkan anak-anak?

Diamlah. Jika manusia memprioritaskan kelangsungan hidup mereka sendiri, bukankah tindakan menikah tidak efisien? Melihat bahwa orang tua memiliki batasan pada kekuatan ekonomi, selalu ada batasan berapa banyak anak yang dapat dibesarkan oleh pria lajang dan wanita lajang dalam masa hidup mereka. Tidakkah kau setuju bahwa akan lebih baik bagi pria kaya dengan motivasi, atau bahkan nafsu untuk itu, yang membuat banyak anak dengan banyak wanita yang berbeda? Bukankah sistem itu lebih efisien?

Pada akhirnya, pernikahan hanyalah kemewahan. Tidak ada yang diperlukan untuk memastikan kelanjutan spesies kita. Oleh karena itu, aku bukan tipe orang yang mengagumi sistem ini, aku juga tidak perlu melompat di atas rel itu, jadi aku tidak pernah mengantisipasi kesempatan untuk hal ini terjadi. Itulah yang aku pikirkan. Namun-

Ini mungkin mengejutkan, tapi aku telah memutuskan untuk menikah dengan Murasaki Shikibu-sensei.”

Aki, bagaimana kalau kita tenang dulu.”

Ozu menahanku dengan wajah lurus ketika aku mengumumkannya dengan ekspresi serius.

Ini pertengahan Juli, di dalam ruang kelas tanpa ada orang. Mungkin panasnya musim panas adalah alasan tetesan keringat muncul di wajah sahabatku.

“Um, aku mungkin salah dengar di sana, jadi bisakah kau mengulanginya?”

“Aku memutuskan untuk menikah dengan Murasaki Shikibu-sensei.”

“Dengan gaya Twitter?”

“Aku memutuskan untuk menikahi ilustratorku Murasaki Shikibu-sensei! Tolong suka dan retweet! ”

“Dalam Bahasa Inggris?”

“I decided to marry Ms. Murasaki Shikibu.”

“Baiklah, aku mengerti. Aki, kau telah jadi gila.” Ozu, juga dikenal sebagai Kohinata Ozuma, terlihat seperti seorang dokter yang baru saja menyerah.

Bagiku, dia tampak seperti dewa dengan ketampanannya dan kepribadiannya yang baik dan ramah. Menjadi satu-satunya temanku, dia adalah tulang punggung dari [Aliansi Lantai 5], sebagai programmer jenius. Banyak yang telah terjadi di masa lalu, tapi …

Saat ini, dia adalah perwujudan dari protagonis eroge populer (meskipun tidak sadar). Yah, akulah yang mungkin mencoba mendorongnya ke arah itu, jadi aku tentu tidak iri padanya. Bagaimanapun, itu bukan masalah saat ini.

“Jadi gila … kau tidak harus mengatakannya seperti itu.”

“Kalau kau tidak berpikir secara rasional, apa lagi kalau bukan orang gila? Apakah seseorang melemparkan hipnotis perubahan akal sehat padamu? ”

“Ini bukan manga hentai.”

“Karena itu aku benar-benar tidak bisa menerima perkembangan seperti ini. Maksudku, Murasaki Shikibu-sensei yang itu, lho?”

“Woah, ungkapan seperti itu agak terlalu kasar.”

“Aku tidak mengatakan hal buruk tentang kepribadiannya. Sebagai seorang manusia, dia cukup baik, cukup pintar untuk mengadakan percakapan yang menarik, dan gambarnya sangat bagus. ”

“Kedengarannya dia seperti kekasih yang sempurna.”

“Jika kau mengabaikan fakta bahwa ‘Segala sesuatu yang buruk’, kan?”

Tepat sasaran.

“Yah, Ozu, aku tahu apa yang ingin kau katakan. Begitu kita masuk ke pembicaraan otaku, dia tidak bisa menutup mulut, dia tidak peduli tentang TPO (Time (Waktu), Place (Tempat), Occasion (Kesempatan)) sedikit pun ketika dia mengoceh tentang fantasi BL-nya, dan meskipun dia bekerja sebagai guru, dia seorang shotacon. Dia tidak pernah membersihkan kamarnya, sering melebihi tenggat waktu, segera mabuk setelah dia melihat alkohol di sekitarnya, membuatnya menjengkelkan untuk ditangani jika itu terjadi, dan— ”

“Sekarang kau terlalu berlebihan, bukan?”

“—Namun, itulah yang memungkinkan ini terjadi.”

Pernikahan adalah sesuatu yang tidak efisien. Mempunyai terlalu banyak defisit. Meski begitu, sebagai orang yang paling membenci inefisiensi, aku benar-benar berpikir ingin menikah untuk pertama kalinya dalam hidupku. Menikahinya adalah pilihan yang tepat, pikirku dari lubuk hatiku. Dan yang berhasil mencapainya adalah wanita yang dikenal sebagai Murasaki Shikibu-sensei — Kageishi Sumire.

“Aki …”

Ozu menatap lurus ke arahku, saat dia menghelas napas.

“Begitu ya. Jadi kau serius tentang ini. ”

“Ya.”

“Jadi, daripada Iroha, kau memilih Murasaki Shikibu-sensei.”

“Ya … Kenapa kau membawanya sekarang?”

Iroha, yang dia maksud adalah adik perempuannya, Kohinata Iroha. Bagiku, dia hanya adik dari seorang teman — seorang Kouhai. Mengesampingkan Mashiro, yang baru-baru ini mengaku padaku dan mengumumkan bahwa dia tidak akan menyerah hanya karena aku menolaknya, aku benar-benar tidak bisa melihat rute di mana Iroha dan aku akan menikah.

“Sepertinya kau sudah menguatkan tekadmu. Kawan, aku benar-benar ingin kau bersama dengan Iroha, lho? Tetapi jika kau sangat mencintainya, maka aku tidak punya pilihan selain menyerah. ”

“Ya … Tunggu, tunggu sebentar.”

“Hmm?”

Ketika aku mendengar sebuah kata yang tidak bisa aku abaikan dalam deklarasi Ozu, dia memiringkan kepalanya dengan bingung. Serius, apa yang dia katakan tadi?

“Siapa yang seharusnya ‘mencintai’ siapa di sini?”

“Eh? Kau mencintai Murasaki Shikibu-sensei, kan?”

“Kenapa itu berakhir seperti itu?”

“Ehhhhh … Karena kau sangat serius untuk menikahinya?”

“Idiot, jangan salah paham. Aku bilang menikah, tetapi aku tidak berbicara tentang pernikahan yang normal. ”

“Ahhh, jadi begitu. Sykurlah ~ ”Ozu menghela nafas lega.

Dia tampaknya telah melihat terlalu dalam, tetapi dia akhirnya berhasil memahami arti sebenarnya dari kata-kataku. Sungguh Ozu, kau membuatku takut di sana tadi.

“Mana mungkin aku akan jatuh cinta pada Murasaki Shikibu-sensei, apa kau gila?”

Aku hanya—

Aku hanya perlu mendapatkan tubuhnya, segalanya, ke tanganku. Hanya itu saja. ”

Lagi-lagi Aki, apa yang kau katakan?”

Ozu menunjukkan kepadaku reaksi yang sama seperti sebelumnya. Seharusnya tidak ada yang salah dengan itu, tetapi untuk beberapa alasan aku sepertinya tidak bisa membuatnya mengerti. Ini terasa seperti lingkaran yang terus berlanjut. Yah, aku bisa melihat bahwa pernyataanku mungkin agak mendadak. Jika ada dewa di luar sana yang mengawasi hidupku, mereka pasti juga akan berkata ‘Apa yang orang ini bicarakan?’

“Aku mengerti, Ozu. Aku akan menjelaskannya dengan baik. Masalahnya adalah, pada pesta setelah Festival Teater—”

*

“Tolong — Menikahlah denganku.”

Hari itu, itulah kata-kata yang Murasaski Shikibu-sensei, atau Kageishi Sumire, katakan padaku, ketika dia runtuh. Dan kemudian, aku mendengar suara piring pecah.

“A-A … Apa … yang kau… katakan?”

“Sumire-chansensei, apakah ini berarti …”

Aku mendengar suara Mashiro dan Iroha di belakang punggungku.

—Kalian berdua, sebaiknya kalian membersihkan kekacauan itu, oke?

“Sebenarnya, Akiteru-sama, aku tahu kau mungkin terkejut dengan ini, tapi tolong dengarkan aku dulu—”

“Tidak perlu untuk itu.”

“Eh?”

“Kau tidak perlu memberitahuku. Aku sudah dapat menebak bahwa sesuatu pasti telah terjadi. Benarkan?”

Aku melambaikan tangan ke arah Sumire, yang akan mulai mengoceh dengan ekspresi serius. Aku orang yang belajar dengan cukup cepat, dan aku tahu betul apa yang terjadi di sekitarku.

—Itu mungkin event romcom yang menyebalkan, kan? Baru-baru ini, semua ‘Hal yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata!’  terus terjadi, kan? Maksudku, aku punya pacar palsu. Dan gadis itu mengaku kepadaku, masih memegang perasaan untukku setelah penolakanku. Kemudian aku diminta untuk membantu klub teater yang penuh dengan perempuan. Sungguh, aku bahkan tidak perlu terkejut bahwa hal seperti ini akan terjadi selanjutnya. Mungkin, setelah Mashiro menjadi pacar palsuku, dan bahkan aku ditembak olehnya, aku membalik beberapa saklar untuk tiba di timeline saat ini? Setidaknya itu akan menjelaskan permintaan mendadak dari Sumire ini.

“Itu cukup jelas. Mungkin beberapa perkembangan eroge atau romcom terjadi, kan? ”

“J-Jangan bercanda! Kali ini, aku sebenarnya serius! Jangan gabungkan ini dengan klise 2D! ”

“Baiklah, sepertinya itu eroge.”

“Ahhh! Meskipun aku berusaha sekuat tenaga untuk serius!” Sumire mencibir kepadaku, karena aku tidak menunjukkan tanda-tanda mendengarkan dengan sungguh-sungguh padanya. “Jika kau mengatakan bahwa kau benar-benar mengerti, maka kau akan bisa menebak apa yang terjadi, kan ?!”

“Yah, mungkin.”

“Grrr …! Kau yang mengatakannya! Baiklah, kalau begitu mari kita katakan bersamaan, oke ?! ”

“Tentu.”

“Satu, dua…”

“Keluargamu menyuruhmu untuk menikah, jadi mereka mengatur wawancara pernikahan, kan?”

“Keluargaku menyuruhku untuk menikah, jadi mereka mengatur wawancara pernikahan untukku !!!”

…………………

…………

“……Lihat?”

“Bagaimana kau tahuuuuuuuuuu?! Apa kau seorang esper ?! Seorang mentalis ?!”

Menyadari bahwa aku telah menebak dengan tepat apa situasinya, mata Sumire terbuka lebar ketika dia menjadi putus asa.

—Jadi akhirnya begini, ya?

Aku lengah baru-baru ini, tetapi sepertinya aku benar kali ini.

“Yah, itu adalah perkembangan biasa, melihat apa yang terjadi sejauh ini.”

“Jangan sebut situasi keputusasaanku biasa-biasa saja! Ini kenyataan pahit bagiku, lho ?! ”

“Kenyataan, ya …”

Aku dengan cermat memeriksa tubuh Sumire, dari kepala hingga kaki, saat dia menatapku dengan air mata di matanya. Saat ini, dia dalam mode Murasaki Shikibu-sensei-nya, mengenakan jersey polos, dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, tapi … Dadanya yang sangat bagus dan gayanya yang mengagumkan tentu saja tidak akan kalah dari seorang model fesyen, dan masa mudanya yang masih melimpah digabungkan dengan keseksian yang segar. Mengenakan pakaian dan rias wajah yang tepat, guru Kageishi mungkin memiliki terlalu banyak tatapan tajam dan lidah tajam, bersama dengan udara dingin miliknya, tetapi dia pasti bisa disebut cantik. Banyak orang mungkin mendambakannya, aku yakin.

“Berbicara tentang kenyataan, Kageishi-sensei, kau masih 25 tahun, kan? Seharusnya bukan usia di mana wawancara pernikahan seperti itu diperlukan, bukan? Terutama untuk wanita cantik seperti — mu ?! ”

Tiba-tiba aku merasakan seseorang mencubit panggulku. Belum lagi, di kedua sisi.

“Ada apa, Senpai?”

“……..Cubit.”

Berbalik, aku disambut oleh Iroha yang sedikit menyeringai, juga Mashiro, yang dengan dingin mengalihkan wajahnya. Hanya perasaanku saja, atau mereka baru saja mendekatiku? Yah, itu tidak penting sekarang.

“Kau tidak perlu terburu-buru atau semacamnya. Aku yakin pada akhirnya kau akan menemukan seseorang yang kau sukai. ”

“Ya, 25 benar-benar bukan usia di mana aku melihat ada kebutuhan untuk terburu-buru. Namun, keluarga kami tidak biasa. ”

“Tidak biasa?”

“Karena rumah kepala Keluarga Kageishi terletak di bagian daerah pedesaan, kau bisa mengatakan bahwa mereka agak jauh dari dunia saat ini.”

Mungkin membayangkan pemandangan itu, mata Sumire menjadi jauh.

“Bahkan sekarang, banyak dari nilai-nilai usang itu dipertahankan. Kau bisa menyebutnya menghormati tradisi, atau dalam cara yang lebih buruk, terlambat bergabung dengan zaman. ”

“Dan itu sebabnya mereka ingin kau menikah secepat mungkin.”

“Ya. Sampai sekarang, aku sudah melarikan diri, mengatakan bahwa aku ingin fokus pada pekerjaanku, tapi … sepertinya aku sudah mencapai batasku. ”

“Sumire-sensei …”

Sumire terus bergumam pada dirinya sendiri, tanpa kekuatan apa pun. Melihat itu, bahkan aku mulai merasa suram.

—Yah, biasanya dia hanya menjalani hidupnya sendiri, bebas dari banyak masalah, tapi dia masih anggota [Aliansi Lantai 5]. Dengan alasan konyol yang berasal dari keluarganya, dia tidak dapat memanfaatkan bakatnya dengan baik. Setelah aku berbicara dengannya di pertemuan itu, menggunakan berbagai metode untuk membuatnya berbicara, dia mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, tersembunyi di balik penutup di sekolah. Dipaksa untuk menekan perasaan jujur ​​itu hanya karena keluarganya, bagaimana mungkin aku tidak menyelamatkannya? Sekali lagi, dia benar-benar dalam kesulitan, seperti yang ditunjukkan oleh tatapannya yang ragu-ragu dan tidak pasti.

“… Jadi itu sebabnya kau melamarku. Jika kau menikah denganku, kau tidak perlu wawancara pernikahan itu lagi.”

“Ya, itu benar! Aku belum mau menikah! Lagipula, aku punya seseorang yang aku cintai ”

“!”

Aku bisa mendengar Mashiro menelan ludah di belakangku, mencengkeram ujung lengan bajuku. Dan kemudian, dia berbisik kepadaku dengan suara samar yang hanya bisa kudengar.

“Mashiro membenci … perkembangan ini. Dia mungkin masih membidik … Aki. ”

“Apa yang kau bicarakan, Mashiro? Mengenalnya, itu tidak akan pernah terjadi— ”

“Tapi, pertunangan palsu adalah titik awal. Bahkan jika dia tidak menyukaimu saat ini, dia mungkin mulai jatuh hati padamu dalam prosesnya, Aki. ”

“Tidak, tidak, tidak, aku benar-benar tidak bisa melihat itu terja… Apa?”

Meskipun tiba-tiba aku merasakan ketidakpastian aneh di dadaku tentang kata-kataku, aku memutuskan untuk mengabaikannya. Sebaliknya, ada sesuatu dalam kata-katanya yang menggelitik minatku lebih jauh.

“Seseorang yang kau cintai? Itu pertama kalinya aku mendengar kau memiliki seseorang yang kau suka, Sumire-sensei. ”

“Eh ?! Y-Yah … benar. ”

Pipinya tiba-tiba terbakar merah cerah, dan dia mengangguk dengan gugup.

—Apa dengan reaksi itu? Yah, itu mungkin beberapa karakter 2D … Atau begitulah yang aku pikirkan, tapi itu pasti bukan, melihat bagaimana dia biasanya berperilaku.

“Jadi begitu … Dan itu bahkan bukan karakter 2D, ya?”

“Berhenti, itu memalukan.”

Sumire melemparkan pandangan gugup padaku saat kacamatanya menggantung rendah. Menjadi bagian dari mereka yang disebut shipper di dunia 2D, karakter kesukaan sebagai ‘waifu’ atau ‘husbando’, tipe yang akan bersemangat jika karakter tertentu terlihat beraksi bersama. Ada kalanya dia menunjukkan sisi femininnya, melakukan pembicaraan seperti otaku dengan kami seperti itu. Dan sekarang dia berbicara tentang jatuh cinta dengan orang yang sebenarnya? Aku terkejut, begitu juga Iroha dan Mashiro di belakangku, keduanya menahan napas. Kami menunggu kata-kata selanjutnya—

“Aku suka Arashima-kun. Dari ‘Sharp Pen Jin-kun’. ‘

“Baiklah, mari kita mulai bersih-bersih.”

“Mashiro-senpai, aku akan membersihkan bagian-bagian dari peralatan makan yang pecah, jadi tolong perhatikan langkahmu.”

“Mashiro akan membantu. Di mana sapu dan pengki? ”

“Kenapa kalian bertingkah seperti ituuuuuuuuuuu ?!”

Mencoba melompat pada kami bertiga, yang sudah bosan dengan situasinya, Mashiro dan Iroha memberikan penghindaran yang terampil. Aku dipegang erat ketika air mata dan ingus mengalir di wajah Sumire.

Apa kau serius menanyakan itu? ‘Sharp Pen Jin-kun’ adalah anime yang ditujukan untuk anak-anak yang tayang setiap malam Jumat. Serial ini menggambarkan kehidupan sehari-hari anak-anak TK dengan cara komedi, dan ada karakter-karakter seperti Arashima-kun yang memiliki penampilan tampan, sementara kadang-kadang sedikit tsundere, selalu berselisih dengan protagonis Jin-kun. Mereka laki-laki. Di TK. Dalam 2D.

“Aku seorang idiot karena dengan sungguh-sungguh mencoba mendengarkanmu. Sekarang aku bisa tenang karena aku tahu penderitaanmu. ”

“Tunggu! Aku masih serius! ”

“Diam! Aku menyerah mencoba bersimpati ketika Arashima-kun muncul! ”

“Kenapa?! Dia tipe orang yang nakal, namun tsundere, dan tampan! Gambaran ideal shota, lho?! ”

“Jangan mencoba membela diri sambil membuatku ingin memanggil dewan sekolah untukmu! Kau seorang guru, ingat ?! ”

“Aku dengar kalau menikah, aku akan kehilangan waktu luang. Rupanya, seorang istri sama dengan seorang pelayan! Dia akan memaksaku untuk mengurus pekerjaan rumah dan anak-anak, dan kemudian ketika suamiku mengabaikanku, aku akan di-NTR oleh tetangga, direkam sambil melakukan tanda V ganda ahegao, dan kemudian video akan dikirim dalam surat pada suamiku! ”

“Mana mungkin itu akan terjadi. Jangan mencampuradukkan kenyataan dengan pengetahuan manga. ”

“Pokoknya, aku belum mau menikah !!! Tolong bermain denganku, oke? Aku tidak masalah dengan hanya ‘berakting’ seperti itu, karena aku juga tidak menginginkan lebih dari itu! ”

“Kau mau berkelahi denganku?”

Maksudku, ini bukan seperti aku tertarik pada Sumire, sungguh. Tetap saja, aku merasa seperti dibenci.

“Tentu saja tidak. Daripada itu, aku ingin mengambil keperjakaan pertunanganmu! ”

“Itu pilihan kata yang mengerikan, oke. Tapi, akankah semuanya benar-benar beres jika aku membantu?”

“Serahkan itu padaku!” Sumire membusungkan dadanya, mengungkapkan senyum pemakan kotoran.

“Akiteru-sama, berapa umurmu sekarang?”

“16, kenapa?”

“Begitu ya. Kau jelas melewati zona serangku. ”

“Mana yang lebih kau butuhkan, bahu atau pinggangmu?”

“T-Tunggu sebentar. Aku belum selesai, jadi tolong dengarkan aku! Jangan menatapku! Jangan meretakkan persendianmu seperti pembunuh yang akan membunuhku!”

“Maka kau sebaiknya mengatakan semuanya, atau segalanya akan berakhir buruk untukmu.”

“A-Aku mengerti. Pada dasarnya, Akiteru-sama berusia 16 tahun. Ini masih akan memakan waktu dua tahun sampai kau diizinkan menikah secara resmi. ”

“… Ahhh, begitu.”

Aku tahu apa yang dia maksud. Jika dia membawaku sebagai calon mitra pernikahan sekarang, keluarganya mungkin akan memaksanya untuk segera menikah. Namun, jika dia memperkenalkan aku, seseorang yang secara hukum belum diizinkan menikah, orang tuanya tidak bisa memaksanya lagi.

“Aku mengerti apa yang kau incar. Tapi itu akan menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikannya. ”

“Sebagai contoh?”

“Bagaimana kau akan menjelaskan bahwa kau pacaran dengan seorang siswa? Ke keluarga yang sebagian besar terdiri dari guru?”

“Itu tidak masalah. Kami mungkin serius tentang pendidikan, tetapi mereka tidak akan menyangkal cinta yang telah berkembang secara alami antara siswa dan guru.”

“Mereka secara tak terduga toleran, ya?”

Meskipun aku benar-benar berpikir bahwa sesuatu seperti itu tidak biasa, entah itu lahir secara alami atau tidak.

“Bahkan itu pernah terjadi sebelumnya, jadi ini bukan hal yang baru.”

“Itu pernah ?!”

Sebuah keluarga yang terdiri dari guru, memungkinkan cinta terlarang seperti itu, begitu ya. Yah, aku kira hal-hal ini terjadi … setidaknya, di SMA. Aku benar-benar berharap itu tidak terjadi di sekolah mana pun lebih awal dari itu.

“Hmmm. Tapi, pada akhirnya, kau hanya menunda masalah, kan? ”

“Aku tahu itu. Tetapi aku harus menyelesaikan masalah yang aku miliki sekarang! Masalah itu satu tahun di masa depan, aku akan membiarkan itu untuk diriku di masa depan! ”

“Aku merasa seperti akhirnya aku mengerti alasan kau terus melewati tenggat waktu.”

“… Selama aku bahagia. Bahkan aku tidak keberatan tentang pernikahan, tetapi tidak dengan seseorang yang dipilih orang tuaku, ”kata Sumire; tenang, namun kuat. “Jika aku bertemu seseorang untuk wawancara pernikahan, aku harus menjaga penapilan yang aku simpan di depan keluargaku. Aku tidak akan sanggup menjalani kehidupan pernikahan sementara tidak pernah membiarkan Murasaki Shikibu-sensei berada di dalam diriku. ”

“Tidak bisakah kau, itu, bilang ‘Yah, ini aku yang sebenarnya!’ setelah kau menikah? ”

Setelah kembali dengan sapu di tangan, Iroha bertanya ketika dia menjulurkan kepalanya ke ruangan.

“Mustahil. Jika aku menikah sebagai wanita cantik yang dingin, lalu mengungkapkan diriku yang sebenarnya, yang tidak berguna di kemudian hari, ini bahkan dapat dianggap sebagai penipuan, tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan representasi yang menyesatkan. Lebih dari itu, keluargaku akan tahu tentang diriku yang sebenarnya juga. ”

“Jadi kau sadar diri sampai tingkat tertentu.”

“Tapi, perasaan ini, Mashiro bisa mengerti,” kata Mashiro, dengan satu tangan di dadanya ketika dia keluar dari belakang punggung Iroha. “Mashiro juga … ingin membeberkan segalanya ketika dia menikah … Benarkan, Aki?”

“K-Kenapa kau mencari persetujuanku?”

“Kau harus tahu kenapa.”

“Yah … aku tahu, tapi …”

Tidak dapat melihat Mashiro yang memerah dengan mata berair saat dia menatap lurus ke arahku, aku harus mengalihkan pandanganku.

Tsukinomori Mashiro. Sebagai syarat bagi [Aliansi Lantai 5] untuk bergabung dengan Honey Play Works, atau singkatnya Honey Play, aku harus bertindak sebagai pacar palsu sampai dia lulus, atau ketika presiden perusahaan dari Honey Play menghentikannya. Menjadi putri presiden perusahaan, dia juga sepupuku. Dan, ketika aku berharap bahwa segalanya akan berjalan lancar dengan hubungan palsu itu, dia benar-benar jatuh cinta kepadaku … Meskipun aku sudah berurusan dengan pengakuannya, dia belum memutuskan untuk menyerah, terus-menerus menggunakan kepura-puraan pasangan palsu ini untuk mencoba membuatku jatuh cinta padanya.

“………” Mashiro menatap lurus ke arahku.

Suasana aneh memenuhi ruangan itu, dan waktu mulai melambat. Sayangnya, aku sangat sadar diri bahwa aku mulai berpikir seperti semua orang idiot yang membuang waktu masa muda. Meskipun aku sangat sadar bahwa aku tidak merasakan kasih sayang romantis padanya, tatapan dengan mata menggoda dan memberi isyarat itu, datang dari seorang gadis imut seperti Mashiro, tentu saja jantungku akan berdetak lebih cepat, bahkan jika aku tidak menginginkannya. Jika hal-hal seperti ini terus berlanjut, aku mungkin juga terhanyut di sepanjang atmosfer ini, dan akhirnya jatuh cinta pada Mashiro.

“… uu … uuu … S-selesai. I-Iroha-chan, saatnya membersihkan peralatan makan. ”

“Eh? Ah, ya, ya. Aku lupa.”

—Beruntungnya, mode rayuannya yang memaksa hanya bertahan tiga menit, tidak, hanya satu menit. Dia adalah tipe yang introvert, dan meskipun dia yang mencoba merayuku seperti ini, dia hanya bisa mempertahankannya sebentar sampai dia merasa malu dan melarikan diri. Berkat itu, aku berhasil mempertahankan akal sehat, mampu bertahan mengikuti arus.

“… Yah, aku mengerti perasaanmu karena tidak ingin terus bertindak palsu bahkan ketika kau sudah menikah, Sumire-sensei.”

“Benarkah?! Lalu-”

“Ya, aku akan bermain sebagai tunangan palsumu … Ah, tunggu, tunggu sebentar.”

Saat kata-kata itu keluar dari mulutku, sesuatu seperti wahyu ilahi tiba-tiba muncul di dalam kepalaku. Dia mengatakan bahwa seorang istri yang menikah adalah seperti seorang budak, menawarkan seluruh waktunya untuk suaminya, tidak dapat melawannya, bukan? Yah, itulah yang dia pikirkan, dan itu belum tentu kebenarannya, tetapi bagaimanapun juga …

“Pernikahan sebenarnya … mungkin juga tidak buruk.”

“Eh?”

“Tidak, aku hanya berpikir bahwa benar-benar menikahinya mungkin bisa saja, hanya itu.”

“” ……?!? “”

GemprengSemua piring yang pecah, sekali lagi, jatuh lagi ke lantai.

“S … S-S-S-S-Se-Senpai ?! Apa yang kau katakan?!”

“A-Aki aneh. Palsu tidak masalah, tapi asli … Tidak …”

“Tidak, pikirkan itu. Jika dia tidak dapat menentang kata-kata suaminya, aku dapat meningkatkan beban kerjanya sebagai ilustrator, dan dia tidak boleh melewatkan tenggat waktu. Dengan dokumen yang sah di tangan, aku dapat memiliki persediaan ilustrasinya seumur hidup secara gratis, lho? Bukankah itu hebat? ”

“Ehhhhhh …”

Apa yang orang ini katakan — menatapku, mereka pasti memikirkan itu.

“Hmmm … Yah, itu hanya hubungan di atas kertas. Aku juga tidak perlu memikirkan cara untuk meyakinkan keluargaku setahun kemudian, jadi mungkin ini sebenarnya situasi WIN-WIN. Meskipun fakta tentang meningkatkan beban kerjaku tidak cocok denganku, ini adalah cara untuk menipu keluargaku. ”

“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, Sumire-chansensei! Aku rasa kau lebih baik tidak melakukan itu! Bahkan jika itu hanya hubungan di atas kertas, kau pasti tidak ingin menikah dengan pria jahat ini!!! Menilai dari majalah porno yang dia baca, minat dan fetish-nya benar-benar hardcore! ”

Hei, apa yang baru saja kau paparkan seperti itu.

“I-Itu benar, Sensei. Aki adalah bajingan perjaka yang tidak tahu bagaimana menangani hati wanita. ”

Tunggu sebentar, bisakah kau tidak memperburuk situasi seperti itu ?! Memang benar aku mungkin tidak berpengalaman, tapi aku tidak seburuk itu. Bukan berarti aku tahu karena aku tidak punya pengalaman, tapi … itu seharusnya tidak masalah … kan?

“Aku tidak butuh kalian untuk memberitahuku. Menurutmu siapa yang sering membuat Akiteru-sama marah? Aku tahu sebagian besar sisi bajingannya yang menyebalkan! ”

Untuk beberapa alasan, Sumire bahkan bergabung dalam pembicaraan omong kosong Mashiro dan Iroha, dengan seringai sombong di wajahnya.

“Tapi tetap saja, Akiteru-sama masih tangkapan yang lebih baik daripada orang tua non-shota! —Wah, ehh ?! Kenapa kalian berdua menggelitikku seperti itu ?! ”

“Yah, aku baru saja melihat Sumire-chansensei membenci Senpai terlalu banyak, jadi aku hanya, kau tahu.”

“Kesal …”

“Wah, berhenti, jangan …! Ahahaha! Aku lemah terhadap itu! Tidaaaaaak! ”

Sumire merosot ke lantai, sementara diserang oleh Mashiro dan Iroha dengan sengit. Melihat pemandangan yang indah dan menyenangkan ini di hadapanku, aku menghela nafas panjang.

“Kalian benar-benar bersenang-senang, ya?”

*

「—Yah, pada dasarnya itulah yang terjadi.」

「Jangan khawatir. Dari sudut pandangku, kau sangat menikmati hidupmu, Aki. 」

 

Loading...
Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded