Tomodachi no Imouto ga Ore ni Dake Uzai – Volume 3 – Chapter 0 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Loading...

Volume 3 – Chapter 0: Ringkasan

 

 

Aku tidak membutuhkan hubungan, aku tidak memiliki keinginan untuk punya pacar, dan aku hanya membutuhkan satu teman yang berharga. Setelah membuang ‘Masa Mudaku’ demi efisiensi, aku, Ooboshi Akiteru, benci membuang-buang bakat dan waktu lebih dari apapun dalam balapan penting yang disebut kehidupan ini— Atau itulah yang kupikirkan, tetapi ada satu orang yang terus menerobos masuk ke kamarku.

Kohinata Iroha. Bukan adik ataupun teman, apalagi seorang kekasih, dia hanya adik dari teman. Kouhai ceria dan menjengkelkan, Iroha, menyimpan satu rahasia. Yaitu, dia bertindak dalam bayang-bayang pengembang aplikasi permainan misterius, [Aliansi Lantai 5].

[Aliansi Lantai 5] terdiri dari produser, aku, programmer jenius OZ alias Kohinata Ozuma, ilustrator kami Murasaki Shikibu-sensei alias Kageishi Sumire, serta bintang baru yang sedang naik daun dari dunia novel ringan, penulis dengan penjualan terlaris Makigai Namako, yang karena alasan yang tidak diketahui setuju untuk menjadi penulis skenario kami.

Magnum opus kami, ‘The Night the Black Goat Screamed’, dibangun menggunakan elemen horor serta karakter yang menarik dan disukai, memberikannya peningkatan popularitas yang besar. Dan memperolah banyak unduhan! Tentu saja, pengisi suara misterius yang mengambil bagian dalam permainan ini tidak lain adalah Kohinata Iroha. Dengan suaranya sendiri, dia dapat memerankan karakter muda dan tua, baik laki-laki maupun perempuan. Bakat luar biasa itu memberinya gelar ‘Pemegang Suara Pelangi’—

Karena keadaan tertentu, Iroha tidak dapat secara resmi mengambil pekerjaan, jadi aku harus menciptakan peluang dan lingkungan yang memungkinkannya untuk melakukannya. Aku tidak perlu imbalan apa pun untuk itu. Itu semua karena aku benci membuang-buang bakat berharga. Semuanya karena itu, sungguh.

Tetapi bahkan dengan niat itu dalam pikiranku, Iroha anehnya bertindak menjengkelkan padaku sejak saat itu. Dia pergi menerobos masuk ke kamarku, memamerkan tubuhnya yang berkembang dengan baik dan mencicipi reaksi gugupku dan menggodaku, dan yang terpenting, dia hanya melakukan itu padaku.

Hari-hari seperti itu berlanjut, sampai kemunculan tiba-tiba murid pindahan Tsukinomori Mashiro. Situasi mencapai puncaknya setelah ‘pengakuannya’. Secara alami, aku menolak Mashiro untuk memprioritaskan [Aliansi Lantai 5], menolak masa mudaku seperti biasa, tetapi Mashiro tidak menunjukkan niat untuk menyerah. Dia menggunakan segalanya sebagai pacar palsu yang mencoba membuatku jatuh cinta padanya. Dan seolah itu belum cukup, ilustratorku, Murasaki Shikibu-sensei, bergabung dengan kekacauan—

“Tolong — Menikahlah denganku.”

Seraya runtuh di depanku, kata-kata yang dia gumamkan mengirimkan gelombang masalah baru di tengah-tengah kami …

Lagi dengan perkembangan itu?

 

Loading...
Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded