Osananajimi ga Zettai ni Makenai Love Comedy – Volume 1 – Chapter 3 – Bagian 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Volume 1 – Chapter 3 – Bagian 3 – Peti Harta Karun dan Kotak Peralatan

 

 

Bagian 3

Dahulu kala, hiduplah seorang gadis yang tertutup.

Dia melakukan segalanya dengan canggung, dan kurang percaya diri. Karena alasan itu dia dibully di sekolah, dan pada titik tertentu dia berhenti pergi sepenuhnya.

Saat siang hari dia selalu sendirian di kamarnya, jadi dia membenamkan dirinya dalam cerita. Ayahnya punya rak buku di rumah, jadi dia tidak pernah kekurangan buku untuk dibaca. Membaca adalah satu-satunya saat dia tidak merasa kesepian.

Di malam hari, ada drama yang dia nantikan setiap minggu. Bocah lelaki yang berperan sebagai protagonis dalam drama itu adalah orang malas yang pengecut dan tidak termotivasi. Namun, ia semakin matang di bawah keadaan yang keras dari pertunjukan, akhirnya mencapai tujuannya untuk menemukan ibunya.

Drama ini memiliki penonton yang cukup rata-rata pada awalnya, tetapi itu meningkat secara drastis berkat akting luar biasa dari bocah yang memainkan karakter utama dan naskah yang membuat banyak orang tertawa dan menangis. Bahkan menjadi fenomena sosial. Terutama tarian yang dilakukan oleh bocah itu di akhir seri – tampilan yang indah untuk masa depan sekarang telah tiba di episode terakhir, sebuah pertunjukan”kesejukan” yang revolusioner dan mengejutkan oleh seorang siswa sekolah dasar. Berasal dari nama karakter utama ”Hanyuu”, tarian itu kemudian dikenal sebagai ”tarian Nyuu-kun”, sementara kegilaan besar berkembang atas gerakan tajam bocah itu.

Gadis itu langsung menjadi penggemar, hatinya berdenyut-denyut saat menonton karya hebat bocah lelaki yang ketenarannya naik sepanjang jalannya drama.

Ayah gadis itu adalah presiden sebuah perusahaan yang mensponsori drama. Dan untuk putrinya yang tertutup, dia menyiapkan hadiah.

Halo–, aku Maru Sueharu!”

Ketika mereka sedang syuting di dekat rumah gadis itu, ayahnya mengundang dan membawa bocah yang memerankan tokoh utama untuk makan siang.

Gadis itu sangat gembira!

Bocah itu dengan cepat memberikan tanda tangan setelah dia memintanya! Bocah yang ramah itu mengundangnya ke tempat pembuatan film, bahkan memberinya tur! Mereka juga bermain bersama sambil menunggu gilirannya tampil! Ketika mereka akhirnya harus berpisah hari itu, dia berkata bahwa mereka harus bermain bersama lagi!

Ketika gadis itu bersama dengan bocah lelaki itu, dia sangat senang ketika mereka berbicara tentang cerita. Menjadi seorang aktor, bocah itu tahu banyak hal yang berbeda, sementara gadis itu sendiri telah mempelajari beberapa hal selama pengasingannya, sehingga mereka berdua memiliki pengetahuan yang luas melebihi usia mereka.

Setelah bermain bersama beberapa kali, dalam percakapan mereka, gadis itu mulai bermimpi.

Aku akan menulis sebuah cerita, Suu-chan, kemudian aku ingin kau memainkan karakter utama.”

Bocah itu mengangguk segera.

Tentu! Aku akan menantikan ceritamu, Shirou!”

“Janji” itu mengubah cara hidup gadis itu.

Drama yang disponsori perusahaan ayahnya diakhiri, dan bocah itu sendiri menjadi sibuk, sehingga dia berhenti datang ke rumahnya.

Tapi tetap saja gadis itu terus menulis ceritanya.

Dia menulis itu berulang-ulang, dan pada saat dia menyelesaikan satu pekerjaan, perusahaan ayahnya sekali lagi mensponsori sebuah drama dengan bocah lelaki itu sebagai karakter utama.

Sekarang aku bisa menunjukkan kepadanya–

Dengan harapan itulah si gadis meminta ayahnya untuk membawa bocah itu.

Ayahnya berkata dia mengerti, tetapi dia tidak pernah berhasil memenuhi janjinya.

Pada awalnya dia akan berkata ”Maaf, aku tidak bisa membawanya karena jadwalnya sudah sedikit ketat,” dengan ekspresi gelap, dan ini berlanjut selama dua atau tiga kali sebelum akhirnya dia berkata,”Aku tidak akan bisa membawanya dalam waktu dekat ini.”

Itu adalah kejutan besar bagi gadis yang sangat menantikan pertemuan mereka dengan begitu penuh harap. Karena secara emosional melekat pada dirinya, gadis itu percaya pada pikirannya sendiri bahwa bocah lelaki itu tidak lagi menyukainya, dan pada saat yang sama mengembangkan kebencian yang intens terhadapnya.

Gadis itu akhirnya menyadari bahwa emosinya terhadap bocah itu adalah”cinta pertama”.

Gadis itu memutuskan untuk membuktikan dirinya kepada bocah itu.

Dia akan menjadi kuat, cantik dan terkenal, dan membuktikan dirinya kepadanya. Tetapi jika dan ketika dia akhirnya berbalik, itu sudah terlambat.

 

 

– Aku akan menjadi wanita terbaik, dan membuatmu menyesal tidak datang menemuiku!

 

 

“Aku benar-benar idiot … Aku tidak tahu apa-apa … Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya, Suu-chan …?”

Air mata jatuh dari mata gadis yang sekarang sudah dewasa. Mereka jatuh ke skenario tulisan tangan yang dipegangnya di tangannya.

 

 

※ Kata-kata dalam () harus dihapus sebelum diserahkan

–A-senpai dijadwalkan untuk bernyanyi dan menari untuk S-chan di ”Festival Pengakuan” selama gilirannya.

(Buat A-senpai mengakui bahwa ia sedang melakukan ”tarian Nyuu-kun” – selesai)

(Bersiaplah untuk meminta anggota band membocorkan informasi itu kepadanya – selesai)

-Di sini karakter utama membuat gangguannya. Mereka berdua bernyanyi secara kompetitif, dan dia mengungguli A-senpai.

(A-senpai kemungkinan akan bersaing dengan serius. Tetapi jika dia mampu menunjukkan kekuatannya dengan benar, karakter utama yang sebenarnya akan muncul sebagai pemenang.)

– Mengikuti arus, karakter utama mengakui perasaannya pada S-chan, dan S-chan memilihnya.

(Ini bohong, sebaliknya S-chan akan mengungkapkan kepada karakter utama bagaimana dia dulu dipanggil Shiro, dan dengan brutal menolaknya di depan semua orang)

(Tapi kalau dia menolak untuk menyerah dan terus menembaknya berulang kali maka … apa boleh buat … Aku akan membiarkannya berpacaran denganku …)

 

 

Dari sana gadis itu membuat koreksi ke bagian sebelumnya.

– Mengikuti arus, karakter utama mengakui perasaannya pada S-chan, dan S-chan memilihnya.

(Ini bohong, sebaliknya S-chan akan mengungkapkan kepada karakter utama bagaimana dia dulu dipanggil Shiro, dan dengan brutal menolaknya di depan semua orang)

(Tapi kalau dia menolak untuk menyerah dan terus menembaknya berulang kali maka … apa boleh buat … Aku akan membiarkannya berpacaran denganku…)

 

 

(Aku masih sangat mencintaimu!)

 

“Aku mencintaimu, Suu-chan … aku mencintaimu, Suu-chan … aku mencintaimu, Suu-chan … aku mencintaimu, Suu-chan … aku mencintaimu, Suu-chan … aku mencintaimu, Suu-chan …”

Dadanya semakin tegang saat dia berbisik, air matanya masih jatuh.

 

“Kau sangat keren, Suu-chan.”

Tidak dapat menahan emosi di dalam dadanya, mereka berubah menjadi kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Suu-chan memiliki pengalaman yang sangat kejam, tapi dia tidak membuat alasan untuk dirinya sendiri. Dia tidak menyalahkan siapa pun. Sangat menyakitkan hingga dia pingsan, tetapi dia masih ingin terus berjuang. Aku tidak akan pernah bisa melakukan itu. Dia persis seperti dulu, sangat kuat … namun aku sangat membencinya selama ini, dan sekali lagi aku …”

Di masa lalu dia akan merasa bahagia hanya dengan memikirkannya. Tapi ketika dia melakukannya sekarang ada perasaan gelisah tambahan.

Apakah – kalian berdua mendengarnya?”

Meninggalkan Sueharu di ruang kesehatan, yang berdiri di luar adalah temannya Kai Tetsuhiko dan teman masa kecilnya Shida Kuroha.

Melihat ekspresi Kuroha, gadis itu mengerti. Dia (Kuroha) tahu semua yang perlu diketahui.

Jadi dia melepaskan tembakan peringatan.

” Shida-san … aku tidak akan kalah darimu–”

Gadis itu segera pergi. Dia tidak mau mengakui ketakutannya sendiri bahkan ketika tangannya gemetar setelah mengeluarkan ancaman yang begitu sederhana.

Gadis itu tidak bisa tenang ketika dia memikirkan Kuroha.

Kuroha mengenal Sueharu sebelum dia, telah berada di dekatnya lebih daripada dia, dan jauh lebih dekat dengannya daripada dia.

Campuran ketakutan, keinginan untuk tidak kalah, dan rasa sakit menjerat pikirannya.

“Cinta pertama benar-benar kutukan, Suu-chan–”

Dan kemudian gadis itu menangis lagi.

Namanya juga diturunkan sehubungan dengan semanggi.

Dalam kanji, kata ”semanggi” ditulis sebagai ”Shirotsumekusa” – dan dengan demikian gadis itu bernama Kachi Shirokusa.

 

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded