Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Chapter 78 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 78 – Dungeon of Ripples・Penaklukkan 5

 

「Pagi」

「「Pagi~」」

Kami sudah cukup tidur, dan akan memulai penaklukkan lantai ketiga belas tapi…. sarapan dulu sebelum itu.

「Allen, Elena, apa yang kalian inginkan untuk saarapan pagi kali ini?」

「「Nitu~ Kurry~」」

「…… Curry?」

「「Un, kurry~」」

Aku mengerti, curry ya…. permintaan makanan berat tepat setelah bangun tidur~

「「Tidak baik~?」」

「Bukan begitu…. itu yaa, itu tidak cocok dimakan untuk sarapan pagi kalian tahu~」

Aku sebenarnya sudah pernah makan curry untuk sarapan pagi sebelumnya, tapi Aku tetap berpendirian bahwa curry itu sebaiknya dimakan pada waktu makan siang atau makan malam.~

「「Kalau begitu~ Kepiting~」」

Kepiting…..Hot pot!? Jenis hidangan terbuat dari kepiting yang pernah kusajikan pada mereka itu maksudnya hot pot bukan!? Ah, Aku juga pernah membuat sup darinya? Ruang lingkupnya berbeda walaupun isinya sama. Yaah, Aku sudah punya sup nya sih~

「…………Erm, apakah kalian bisa menerima cara makan berbeda selain dibuat hot pot atau sup?」

「「Un!」」

Aku mengerti,~ haruskah Aku merebus kepitingnya dan membuat kanitama atau semacamnya?

Baiklah, ayo kita lakukan!

………

………

Kanitama tadi itu benar-benar lezat kemudian kamipun kembali melanjukan penaklukkannya setelah istirahat sejenak.

「「Yaa!」」

「「Kisha~~~」」

Allen dan Elena lompat kedepan dan melepaskan tendangan keras mereka.

Saat ini, keduanya sedang mengalahkan Armi Crab satu persatu.

Tubuh Armi Crab itu lebih besar dibandingkan Sand Crab, mereka adalah monster dengan shell yang keras dan claw yang besar. Walaupun Aku bilang keras, Aku menilainya tidak jadi masalah dan tidak menghentikan Allen dan Elena ketika mereka menyerangnya, hanya saja…… bertemu dengan monster kepiting tepat setelah makan kepiting itu rasanya……..

「「Haa!」」

「「Kishaa~~~」」

Armi Crab berubah menjadi drop item berupa shell dan claw satu persatu.

Shell yang keras dari Armi Crab bisa digunakan sebagai material pembuatan armor Namun…. itu sepertinya tidak berpengaruh setelah melihat keduanya.

「「Selesai~」」

「Terima kasih untuk kerja keras kalian~ kalian tidak terluka kan?」

「「Un!」」

Setelah mengalahkan semua Armi Crab lalu mengumpulkan drop itemnya, Allen dan Elena kembali padaku.

「「Begitu banyak kepiting~! Lezat~?」」

「Ah~ kepiting yang ini tidak bisa dimakan」

Bukan berarti Armi Crab tidak bisa dimakan, hanya saja tidak banyak bagian yang bisa dimakan.

「「Mengerti~」」

Mereka sepertinya sedikit kecewa, tapi mereka mengerti hal itu tidak bisa diapa-apakan lagi dan mulai melanjutkan mengumpulkan sisa drop itemnya.

「「Selanjutnya~ kearah sini~」」

Setelah mengumpulkan semua drop item dan maju melangkah sedikit lagi, Allen dan Elena menunjuk kearah kanan di persimpangan jalan.

「「Onii~chan, disini~」」

「N? Oh, ada ruang tersembunyi」

Setelah berjalan beberapa saat tanpa ada gangguan, Allen dan Elena menunjuk pada sebuah dinding. Sepertinya mereka menemukan ruang tersembunyi.

Tetapi saat Aku coba menyentuh dindingnya untuk memasuki ruangan itu, dindingnya tidak mau bergerak. Sampai sekarang dindingnya selalu bergeser terbuka jika didorong sedikit.

「Tidak mau terbuka ya…..」

「「Nnng~?」」

Aku meraba-raba diseluruh dindingnya,tampaknya ini hanya dinding biasa pada akhirnya.

「N~? Tapi memang benar ada ruang tersembunyi didalamnya…..」

Entah bagaimana, Aku yakin didalam sini ada sebuah ruang tersembunyi, itu tidak diragukan lagi.

Apa pintu masuk dari ruangan ini ada dilorong sisi yang lain ya? tidak, kami pasti akan bisa menemukan keberadaan ruang ini jika memang benar begitu.

「…… Hancurkan paksa?」

Kelihatannya ini dinding batu biasa, jadi seharusnya akan hancur jika diserang dengan satu atau dua Magic Attack, bukan?

Dungeon ini tidak akan runtuh hanya dengan satu atau lebih dindingnya dihancurkan. Selain itu, karena keberadaan Dungeon itu sangat misterius, Aku rasa dindingnya akan kembali pulih seperti semula setelah beberapa waktu berlalu.

「Allen, Elena~ mundur kebelakang sebentar」

「「Un!」」

Ketika Allen dan Elena sudah berdiri dibelakang, Aku melepaskan Magic ke arah dinding tersebut.

「{{Air Shot}}」

Dinding yang terkena serangan Air Bullet itu runtuh dengan bunyi——garagara. Dindingnya ternyata rapuh.

Ada ruangan dibelakang dinding seperti perkiraan dengan sebuah peti sebuah harta karun didalamnya.

「「Harta karun~! Boleh kami buka~?」」

「Silahkan~」

Allen dan Elena bergegas kearah peti harta setelah masuk kedalam ruang tersembunyi itu dan memegang pinggir peti harta itu.

Aku membiarkan keduanya membukanya karena tidak ada perangkap. Di dalam peti, ada sebuah botol obat. Ketika Aku menggunakan「Appraisal」padanya, Aku mengerti bahwa ini adalah Lower grade Healing Potion.

Karena Aku memiliki Recovery Magic, ini adalah salah satu obat yang tidak kubutuhkan.

「「Obat~?」」

「Benar. Ini adalah obat untuk menyembuhkan luka-luka」

「「Hmmm, hebat tidak~?」」

Allen dan Elena menatapku dengan mata penuh harapan.

「Ini adalah salah satu obat yang belum kumiliki. Terima kasih Allen, Elena~」

「「Ehehe~」」

Ketika Aku mengatakannya sambil menepuk-nepuk kepala mereka, keduanya tersenyum malu-malu.

Kukuku, kelihatannya pilihanku tepat. Mata keduanya seakan-akan mengatakan “Puji Aku, puji Aku”kurasa~

「Kalau begitu, kita lanjutkan ya?」

「「Un!」」

Ketika kami pergi meninggalkan ruang tersembunyi dan maju lebih jauh—-

「「Disana~」」

「Oh, seperti perkiraan! Haruskah kita turun?」

「「Un!」」

Kami menemukan tangga menuju kebawah tanpa banyak memakan waktu lama.

◇ ◇ ◇

「Eh?」

Ketika kami turun kelantai empat belas, rasa dingin yang tidak nyaman tiba-tiba menyerang kulitku.

Suasana yang mengerikan mengambang disekitarnya.

Tidak seperti Aku yang menggunakan mantel, Allen dan Elena yang hanya memakai pakaian lengan pendek pasti kedinginan.

「Allen, Elena. Kalian kedinginan kan? Ayo pakai mantel kalian」

「「Tidak apa~?」」

Allen dan Elena mengatakannya sambil memiringkan kepala mereka dengan tanda tanya.

「Un, pakai saja mereka」

Aku segera mengeluarkan mantel dengan tudung kemonomimi yang kudapat di Shirin dan membuat mereka memakainya.

Aku pikir kedua mantel ini tidak akan digunakan hingga musim dingin tiba, tapi tak disangka giliran mereka bisa datang lebih awal.

「Apa tidak sulit bergerak?」

「「Tidak apa~」」

Ah, un. Kali ini “tidak apa” lebih baik dari “baik saja”

Jangkauan kata “tidak apa” dari Allen dan Elena ternyata sangat luas. Aku rasa kali ini artinya bukan “tidak dingin” tapi lebih tepat bisa dibilang “bisa menahannya”

Ada waktu dimana ini mudah dimengerti , tapi ada juga waktu ketika Aku tidak menyadarinya, jadi Aku harus berhati-hati mengamati ekspresi keduanya, agar tidak melewatkan sesuatupun~

Saat kami mulai menaklukkan lantai lima belas—-

「Shaaaa~」

Seekor Sea Snake muncul.

「Allen, Elena, Sea Snake memiliki racun, kalian tidak boleh mendekatinya oke?」

「「Ya~a」」

Sea Snake adalah ular dengan panjang sekitar 30 cm dengan tingkat kematian yang tinggi karena memiliki neurotoxin yang kuat.

Mahluk itu tengah berenang dengan mulus kearah kami.

「「{{Water Nedle}}—-………Uniyu~」」

Allen dan Elena segera berganti menggunakan Magic ketika Aku katakan pada mereka tentang racunnya, tapi rupanya Sea Snake yang berenang dengan santainya itu sulit diserang dengan {{Water Nedle}}.

Mereka sedikit kesal karena Magic mereka tidak mengenai sasaran.

「Tenang saja, perhatikan dengan baik gerakannya. Berikutnya kalian pasti bisa mengenainya」

「Un—-{{Water Nedle~}}」

「Shaaaa~」

Magicnya tepat sasaran kali ini dan Sea Snake nya pun dikalahkan.

「「Yay~」」

「Bagus sekali~」

「「Ehehe~」」

Mengerti intinya, mereka segera bisa mengalahkan Sea Snake yang kami temukan setelahnya, dan kemudian kami maju lebih dalam lagi sambil mengumpulkan drop item dalam jumlah besar seperti kulit Sea Snake, taring dan neurotoxin.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded