Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Chapter 55 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 55 – Saatnya Pembalasan

 

 

Ini terjadi beberapa hari setelah kami tiba di kota Shirin.

◆ ◆ ◆

「Permisi」

「Oh, Selamat datang」

「Aku dengar kau menjual gandum putih disini, apa kau masih memilikinya?」

「Gandum putih? Kami masih memilikinya」

Benar, gandum putih! Hari ini, Aku datang untuk membeli beras atau gandum putih

Gandum putih tidak popular, jadi orang yang tahu mengenainya dan toko yang menjualnya hanya sedikit, Aku mengalami kesulitan dalam menemukannya. Aku mengunjungi toko demi toko dan akhirnya bisa menemukannya.

Aku punya onogiri dan nasi dari Syl, namun tidak banyak. Aku senang bisa menemukannya sebelum stok yang kumiliki habis semuanya.

Aku bukannya tidak menyukai roti, tapi rasanya, sebagai orang Jepang, Aku ingin makan nasi secara rutin jika memungkinkan.

「Apa Niisan memelihara hewan ternak?」

「Tidak, Buka begitu, tapi bisakah Aku membelinya?」

「Oh, Tidak masalah. Aku akan membawanya kemari, tunggu sebentar」

Seperti dugaan sebelumnya, tampaknya gandum putih tidak memiliki kegunaan lain selain dari menjadi panganan hewan ternak. Oleh karena itu, daripada mengatakan bahwa Aku ingin memakannya dan dipandangi dengan mata aneh, lebih baik tak mengatakan yang sebenarnya untuk sementara ini.

Pemilik toko membawa kantung jerami berisi Gandum putih dari dalam toko. Dari penampilannya, beratnya sekitar lima kg.

「Apa ini cukup?」

Ketika Aku mengkonfimasi isi dari kantung itu, itu ternyata benar-benar beras!

Bulir berasnya telah dibersihkan dengan baik dan berada didalam kantung. Awalnya Aku membayangkan beras ini masih akan memiliki sekam, atau belum di bersihkan dengan baik, tapi Aku tak menyangka beras ini sudah dalam kondisi baik.

Ini bisa langsung digunakan..

「Aku ingin mendapatkannya lebih banyak, apa kau masih memilikinya lagi?」

「Aku tidak keberatan, berapa banyak yang kau butuhkkan?」

「……..berapa banyak yang kau jual?」

Jika itu bisa dibeli, Aku ingin mengamankannya dalam jumlah besar kalau bisa.

Karena Aku tidak mengharapkan ada perkembangan kualitas, Aku pikir rasanya akan lebih rendah daripada beras Jepang, tapi hal itu masih lebih baik daripada hidup tanpa nasi.

kalaupun tidak enak memakannya sebagai nasi, tergantung dari bumbunya aku bisa memasaknya menjadi, risotto atau Chinese fried rice. Jadi seharusnya tidak ada masalah.

「Saat ini kami memiliki empat kantung di dalam toko semuanya. Tidak ada masalah menjual semuanya. Kami juga akan mengisi ulang stok dengan lebih banyak lagi yang tentu saja akan membutuhkan waktu」

Empat kantung…..sekitar duapuluh kg ya.

「Jika tidak masalah menjualnya, Aku ingin membeli keempat katung itu」

「Ooh baiklah Aku akan membawa mereka keluar」

Aku membeli semua gandum putih dari toko dan pergi meninggalkan toko dengan riang.

◇ ◇ ◇

「Sekarang, karena tidak ada rice cooker, sebagai gantinya menggunakan sebuah panci. Bisakah Aku melakukannya dengan baik, Aku agak ragu…..」

Aku mulai menyiapkannya diluar kota untuk mencoba membuat nasi dengan gandum putih.

—-piron♪

N?

Sebelum Aku mulai mencoba memasak nasi, Aku mendengar suara elektrik di dalam kepalaku.

「Itu pasti Syl ya?………….{{Buka}}」

Ketika Aku membuka layar menu, sebuah item baru muncul dalam daftar itemnya.

「Ooh, ini adalah!」

Rice cooker! Sebuah rice cooker yang menggunakan fire magic stone sebagai pengganti tenaga listrik telah dikirimkan padaku. Penggunaannya sama seperti ketika menggunakan tenaga listrik, masukan beras cough gandum putih dan air lalu nyalakan!

Tampaknya ini akan otomatis berhenti ketika nasinya sudah matang.

Dan sepertinya ini tidak bisa mempertahankan kehangatannya karena ini hanyalah alat untuk memasak, tapi tetap saja ini benar-benar item yang sangat luar biasa.

Syukurlah! Terima kasih banyak Syl!!

Segera setelah mengeluarkannya dari {{Infinite Storage}}dan menggunakannya, nasinya pun telah siap dalam waktu sepuluh menit. Ini lebih cepat dari masakan cepat saji! luar biasa sekali.

「P,panas….ngufu ufu」

Aku langsung coba memakan nasi yang sudah matang.

Ah , rasanya normal. Sepertinya tidak ada masalah menggunakannya seperti beras putih.

「Allen, Elena, Ahh~」

Allen dan Elena sedang serius jii~….idnatapku, lalu ketika Aku menyuapi mereka dengan sendok berisi nasi didepan mereka, keduanya pokan membuka mulut mereka. Mereka terlihat seperti anak ayam yang ingin diberi makan.

Ketika Aku memasukan nasi pada masing-masing mulut mereka, keduanya mogumogu menikmati rasanya.

「Bagaimana rasanya?」

「「…..Enak~」」

「Begitu ya, Aku senang mendengarnya」

Allen dan Elena sedikit tersenyum.

Aku rasa, Aku sangat senang nasi sesuai dengan selera keduanya. Aku akan menyiapkan sesuatu yang berbeda untuk mereka jika mereka tidak menyukainya, tapi Aku pikir, Aku akan merasa sedikit sedih jika mereka tidak menyukai nasi.

Sekarang, haruskah Aku membuat sisa nasinya menjadi sesuatu yang mudah dimakan, Onigiri?

Akan tetapi, tidak ada nori. Apalagi, Aku khawatir hanya dengan garam sepertinya tidak akan cukup untuk rasanya, jadi paling tidak Aku ingin mengunakannya sebagai bumbu tambahan….tambahan, ya…….karena Aku belum mendapatkan bahan makanan yang berasal dari laut, Aku tidak punya salmon atau cod….oleh karena itu okaka, kombu dan seaweed masih belum bisa dimasak.

Tuna-mayo…..Aku tidak punya tuna. Daripada memikirkan itu,pikirkan bagaimana cara memasak tuna? Kalau tidak salah merendam potongan tipis tuna kedalam minyak dan memasaknya dengan panas yang rendah? Kalau begitu Ayo kita mencobanya ketika Aku mendapatkan tuna nanti.

Tenmusu? lalu…….udang juga bahan baku yang berasal dari laut…..

Berpikir seperti itu ternyata ada begitu banyak bahan baku yang berasal dari laut yang bisa dimakan bersama nasi bukan~

Selain dari laut……umeboshi? Aku tidak punya buah yang seperti plum, tapi jika tidak ada umeboshi.

Leaf mustard? Aku memiliki sesuatu yang menyerupainya dan bisa dibuat, tapi tidak pandai membuatnya jadi Aku tak akan melakukannya.

Aku perlu menyiapkan ayamnya sembari memasak nasi. Tidak memungkinkan kali ini, tapi ketika bahan baku nanti sudah terkumpul, ayo coba membuatnya pada waktu itu.

Muu~ apa lagi yang bisa ku buat yaa? Aku tak menyangka akan sulit mengingatnya……..

◆ ◆ ◆

Pada akhirnya Aku tidak memiliki pilihan selain menyimpan dulu berasnya didalam {{Infinite Storage}} hari itu.

Oleh karena itu, dengan bahan baku yang telah Aku beli dipasar pagi pelabuhan, Ini adalah saatnya melakukan pembalasan!

Apa yang akan Aku persiapkan adalah masakan Ikan yang seperti salmon panggang.

Aku membuat tuna mayo palsu dengan irisan-irisan ikan berwarna merah yang seperti tuna. Aku rasa hasilnya cukup bagus.

Sisanya adalah membumbuinnya dengan kombu yang dicincang dan soy sauce. Aku memotong halus katsuobushinya agar bisa mempersiapkan okaka.

Aku juga menyiapkan seaweed yang seperti nori. Pertama Aku mencucinya dengan baik, memotongnya sama rata, melebarkan nya menjadi tipis dan rata, mengeluarkan kandungan airnya dengan Water Magic, dan mengeringkannya dengan Life Magic {{Dry}}.

Teksturnya agak kasar, tapi ini sudah menjadi nori yang baik. kau juga bisa melakukannya jika kau coba!

Sekarang, ayo masak nasinya. Aku menyiapkan bahan-bahan dan nori. Ah, juga garam, Aku sedikit menghamburkan uang dengan membeli garam yang terbaik.

Selanjutnya, yang terakhir adalah membentuknya!

「Yosh, sudah selesai!」

Setelah membentuk sejumlah besar onigiri, Aku membuat sup menggunakan kaki dari Sand Crab.

「Semuanya~makanan telah siap~」

「「Ma~kan」」

「Kyan」「Na~」「Pii」「Garu」

Mendengar panggilanku, anak-anak yang sedang bermain agak jauh dari tempat ini, bergegas kembali dengan segera.

Karena Aku tidak tahu kapan Vivian-san akan bangun, Aku membuat Joule dan Feat berubah menjadi bentuk kecil mereka dan menyerah pada situasi Bold dan Vector.

Aku berpikir untuk membohonginya dengan mengatakan bahwa Aku membuat kontrak dengan mereka ketika kondisi mereka sedang lemah atau ketika mereka masih kecil.

「…….Zzz……N? Makan!!?」

Ketika berpikir demikian, Vivian-san terbangun.

「Makan. Dimana makanannya~?」

Entah kenapa…Walaupun cantik, Aku merasa dia seperti wanita yang telah mengalami banyak ketidakberuntungan……

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded