Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Chapter 17 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 17 – Dungeon of Earth・Boss

 

 

Hari keempat berada di Dugeon.

Kami melaju melalui lantai ke 15 yang memiliki desain yang rumit dengan lancar dan sampai pada dua pintu besar terbuat dari tanah.

Akhirnya sudah saatnya melawan bos monster, tapi ini benar ruangan bos bukan? Memang tempat ini memiliki atmosfir yang aneh.

Aku akan sangat malu jika ini ternyata bukan ruangan bos…..

Sambil berfikir demikian, Aku menyentuh pintu raksasa itu dan perlahan membukannya —-gigigi , pintunya terbuka dan Aku mengamati ruang tersebut.

Sebuah ruangan yang luas yang mirip dengan kubah. Ukurannya setara dengan sebuah arena konser kecil.

Aku memegang tangan Allen dan Elena lalu menuntun meraka masuk kedalam – gatan, pintu dibelakang kami tertutup dengan suara keras.

Saat melihat pintu yang tertutup, dibelakang kami muncul sinar dari tengah ruangan. Dan kemudian, beberapa saat setelah cahaya meredup suara seekor beast meraung menggema diseluruh ruangan.

「Sha――――――!!」

Dengan panjang sekitar 7 – 8 meter, seekor cacing tanah muncul ditempat dimana cahaya berasal. Un, apakah itu, seekor cacing tanah raksasa.

Aku mengerti sekarang, setelah beberapa saat waktu berlalu, pintu akan otomatis tertutup kemudian bos monsternya pun keluar.

「Allen, Elena. Kalian berdua tunggu disini」

Keduanya mengangguk menyetujui dan Akupun mulai berlari kearah cacing itu.

「《Wind Cutter》」
「Sha~!」
「Oops」

Aku melepaskan magic kearah cacing itu sebagai tes awal, Cacing itu menghindari, dan melemparkan seluruh tubuhnya kearahku,

Aku melekukkan tubuhku dan menghindari tubuh besar cacing itu dengan berlari kearah yang berbeda,.

Cacing ini tak disangka-sangka mampu bergerak dengan cepat walaupun memiliki tubuh yang besar, Sepertinya magic yang sama tidak akan bekerja melawannya.

Sekarang, bagaimana Aku mengalahkan monster ini–saat berfikir demikian…..

「Sha~!」

Cacing itu menembakkan {{Sand Ball}}kearahku.

「Hee~, kalau begitu Aku akan…《Air Shot》」

Aku juga menembakakan magic untuk mengimbangi serangan magic lawam.

「Selanjutnya adalah……《Wind Arrow》」

Aku menembakkan wind arrow yang tak terhitung jumlahnya kedepan, Jika magic yang sama tak berfungsi, Maka Aku hanya perlu menebakkan Spell yang tak bisa dihindari oleh monster itu.

Un? Iya benar, ini hanyalah pendekatan kasar dengan kekuatan saja . Aku tidak perlu taktik yang terlalu rumit.

Arah serangan dari {{wind arrow}} yang terbang lurus sangat mudah dibaca, tapi itu ditutupi dengan kecepatannya yang tinggi. Apalagi, Aku melancarkan puluhan dari mereka sekaligus, seperti yang diharapkan cacing dengan tubuh yang sangat besar itu tidak bisa menghindari semuanya walaupun mampu bergerak cepat.

「Sha―――――!!!!!」

Seperti yang direncanakan , {{Wind Arrow}} menembus tubuh cacing itu, ia meraung dan bergelut karena rasa sakit dan penderitaan yang dirasakannya.

「Dengan ini selesai! 《Wind Arrow》」

Aku menggunakan kesempatan saat monster itu mnggeliat kesakitan dan mengumpulkan magic power yang besar dan menyerangnya kembali,

「!!! Sha―――………」

Doshin, cacing itu rubuh ketanah dengan seluruh tubuhnya berlubang-lubang.

Semua telah berakhir.

{{Wind Arrow}} telah memberikan lubang-lubang pada tubuhnya, tubuh cacing itu bersinar samar kemudian mayatnya pun menghilang dengan meninggalkan item drop.

Setelah secara mengejutkan mengalahkan cacing itu dengan mudah, “dengan perasaan Low Rank Dungeon boss hanya begini saja” adalah yang ada dibenakku awalnya, Aku dalam kesulitan… Aku bertanya-tanya jika kekuatan yang diberikan kepadaku ini termasuk dalam kategori cheat?

Maksudku, semua magic yang Aku gunakan umumnya spell-spell dengan profisiensi sekitar 50.

Apa boleh buat, hal ini lebih baik daripada harus bertarung dengan pertarungan hidup mati. Aku mengumpulkan item drop sambil memikirkan hal itu.

Item drop kali ini adalah magic stone berwarna kuning seukuran bola baseball, daging cacing dan beberapa taring cacing.

…… daging cacing tanah. Daging cacing tanah rupanya merupakan high-class bahan baku? Uun….tapi, Aku tak mau makan sesuatu seperti itu … Aku akan menyimpannya sementara, selanjutnya apa Aku akan menjual atau menimbunya ya?

Ah! Tapi, Jika Aku menjualnya. Bukannya Itu akan mengekspos bahwa kami telah menaklukkan Dungeon ini ? Ah, tapi, apakah staf Guild bisa melihatnya didalam kartu Guild ku?

=====

【Dungeon Record】Penaklukan Dungeon ke empat “Earth” dengan 15 lantai
【Title】Penakluk dari Low Class Dungeon

=====

Ketika Aku mengeluarkan Kartu Guildku untuk mengkonfirmasi, hal itu telah tertulis disana, Un, Ini tidak apa-apa bukan, Aku bisa ketahuan ketika Aku akan menerima misi nanti ……

Penaklukan itu sendiri bukanlah masalah, Masalahnya adalah kami telah menaklukan Dungeon ini hanya dalam beberapa hari, itu saja…pertama-tama Mari kita diam saja dan tak menerima Misi apapun untuk sementara waktu! Itu artinya daging dari monster cacing tanah akan disimpan dulu didalam {{Infinite Storage}}!

Ketika sampai pada satu kesimpulan, tosun, Aku merasakan benturan ringan dikakiku, Allen dan Elena bergegas kearahku dan memeluk kakiku tanpa kusadari.

「Sudah?」
「Selesai?」
「Terima kasih sudah menunggu. Sudah selesai, Kalian tidak terluka, kan?」
「「Tak~apa」」

Aku berhati-hati tak menembakkan magic kearah anak-anak, tapi aku menanyakan untuk memastikan. Un, sepertinya tidak apa.

Bicara tentang itu, bagaimana dengan rekor yang ada di kartu Guild keduanya?

Berpikir begitu, Aku mengeluarkan Kartu Guild Allen dan Elena untuk memeriksanya, dan menemukan bahwa keduanya juga memiliki rekor yang sama tertulis jelas dikartu mereka.

Kondisinya sepertinya ialah meraih lantai ini walaupun tidak secara langsung melukai bossnya.

—Gogogogogogo

Sebuah pintu tiba-tiba muncul diarah berseberangan dari pintu masuk ruangan.

Setelah menyimpan kartunya, kami melewati pintunya dan memasuki ruangan dengan kristal diatas tumpuan.

Sepertinya ini adalah transfer devicenya, dengan menyentuh kristal ini kami bisa kembali kelantai 1.

Mengalihkan pandangan dari transfer device, Aku menemukan peti harta karun yang didekorasi dengan indah di bagian belakang ruangan, Ruangan ini terbuka setelah berhasil mengalahkan boss—sepertinya akan ada kesempatan kecil untuk sebuah peti harta karun muncul dalam ruangan.

Artinya ini adalah imbalan tambahan?

Sepertinya tidak terkunci, dan sepertinya juga tidak ada jebakan, Aku membuka dan melihat ada lima item seperti permata merah didalamnya.

Mengapraisalnya –

=====

【Exploding Flame Sphere】
Sebuah sphere ledakan yang akan aktif setelah memasukan magical power kedalamnya dan meninggalkannya pada jarak dan waktu yang telah ditetapkan oleh penggunanya.

=====

Ini memiliki….. perasaan seperti sebuah granat? Bukannya menarik pin, kau memasukkan magical power kedalamnya kan? Ini adalah magic tool yang sangat berbahaya.

…. tapi kekuatanya membuatku khawatir, haruskah aku mencobanya sekali ditempat lain ?

Aku mengelurkan kelima sphere dari dalam peti harta karun dan mengahadap tranfer device lagi setelah memastikan bahwa peti hartanya telah menghilang.

Apa yang harus kau lakukan untuk mengaktifkan transfer devicenya adalah dengan menyentuh kristalnya. Karena orang yang memegang orang yang menyentuh kristal akan berpindah bersama, tidak diperlukan untuk meninggalkan seseorang dibelakang jadi Aku memutuskan memegang Allen dan Elena di tanganku dan membiarkan mereka menyentuh kristalnya.

「Yosh. Selanjutnya sentuh kristalnya」
「「Ha~i」」

Saat Allen dan Elena menyentuh kristal berbarengan Aku mulai merasa sedikit pusing, Kami berpindah ke tempat yang terlihat tidak asing diwaktu yang sama.

Sepertinya kami selamat sampai di Aula pada lantai pertama, Aku mengecek peta untuk berjaga-jaga dan memastikan bahwa memang telah benar-benar berada di lantai 1

Rasa pusing sebelumnya tentunya dikarenakan perpindahan karena sekarang sepertinya Aku sudah tidak apa-apa. Memastikan tidak ada masalah pada Allen dan Elena, Aku meletakan keduanya kelantai dan menuntun mereka keluar.

N~diluar!

Angin berhembus membelai pipiku terasa sangat nyaman.

Seperti ini, kami berhasil dengan selamat menaklukan Dungeon untuk pertama kalinya.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded