Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Chapter 16 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 16 – Dungeon of Earth・Penaklukan 4

 

Selamat pagi.

Hari ini adalah hari ketiga sejak kami masuk menjelajahi Dugeon.

Kami dengan cepat melaju melewati lantai 12 kemarin dan berhasil menemukan tangga menuju lantai 13 pada malam harinya, Aku memutuskan untuk bermalam sebelum melanjutkannya lebih jauh,

Karena itu, Kami saat ini berada di pintu masuk lantai13.

Rencananya ialah untuk segera kembali kekota setelah tiga hari, tapi kupilkir kami bisa menaklukan Dugeon ini pada hari ini atau besok jika segalanya berjalan lancar.

Aku mendengar informasi bila kami berhasil mengalahkan Boss yang berada dilantai 15, Maka kami bisa menggunakan transfer device yang akan membawa kami kembali ke lantai pertama.

Jika yang terburuk terjadi dan kami tak mampu mengalahkan bos, kami seharusnya bisa kembali sehari sebelum misi dilaksanakan.

Setelah memutuskan untuk terus melanjutkan, Aku menyiapkan sarapan terlebih dahulu.

Menu hari ini telah diputuskan.

Aku memecah telur, gula dan susu bersama untuk membuat egg wash, merendamnya dengan roti yang berada dalam dafta makanan yang Syl siapkan untukku. Aku melelehkan mentega dan memanaskan kembali penggorengan, meletakan kembali roti dipenggorengan dan dengan hati-hati memasak kedua sisinya.

Un, ini adalah french Toast.

Aku menunangkan madu yang telah didapat kemarin diatas masakan, u~n baunya enak,

Baiklah kalau begitu, Itadakimasu.

Oh! Lezaaat !

Aku mengerti kelezatannya hanya dengan sekali gigit, Sekalipun rasa manis begitu intens, tapi tidak terlalu terlalu kuat, madu dari Giant Bee……lezat. Tentu saja item ini memang layak untuk didapatkan dengan segala cara, Allen dan Elena sepertinya senang dengannya, mereka makan dengan sangat lahap.

Setelah memperhatikan Allen dan Elena makan sebentar, Aku ingin melanjutkan makanku , tapi sekelompok Giant Bee tiba-tiba saja muncul dari dalam lorong. Mangsa telah datang kemari dengan sendirinya.

「Aku akan mengatasinya, Kalian berdua lanjutkan saja makannya」

Aku melahap French Toast kemulutku, memberitahu keduanya saat mecoba menelan makananku, berdiri dan menghadapi kumpulan Giant Bee itu.

「《Air Shot》」

Pertama Aku menargetkan grup itu dan menembakan bola-bola udara.

Aku bisa menembak jatuh beberapa dari mereka, tapi lebih dari setengahnya berhasil menghindar karena kelincahannya.

「《Wind Cutter》」

Aku menmbakkan beberapa wind blade kali ini.

Serangan wind blade itu mengenai Giant bee secara beruntun.

Yosh, Aku bisa mengalahakan mereka kali ini.

Setelah mengalahken semua Giant Bee, Aku pergi mengumpulkan semua item drop yang tergeletak dilantai.

Kebanyakan mereka adalah sayap dan sengat, Tapi aku berhasil mendapatkan madu dua toples lagi,

Setelah Aku kembali melanjutkan sarapanku, monster yang lain muncul lagi dari lorong.

Are? Giant Bee lainnya, Untuk sementara Ayo selesaikan ini.

Tapi, kenapa mereka terus saja bermunculan?

Aku melihat sarapan kami dan tiba-tiba menyadarinya, Apa lebah-lebah ini mencium aroma manis dari madu dan datang kemari?

Oh! Mungkinkah Giant Bee bisa dipancing keluar dengan cara ini?

Ini mungkin perlu untuk dicoba.

Setelah makan, kami segera menaklukan lantai 13.

Saat melakukannya, Aku membawa toples madu yang tutupnya terbuka ditangan ku

Kemudian—

「Tou!」「Ho!」「Nsho!」「Yaa!」

Sebagai hasilnya, fakta bahwa Giant Bee itu tertarik dengan aroma madu sudah dipastikan.

Mereka mengambil umpannya! ini sungguh sebuah tangkapan besar.

Giant Bee menyerang kami secara bergelombang, mengejutkanku didalam prosesnya. Ini benar-benar melebihi perkiraanku!

Tentu saja, Giant Bee dikalahkan oleh Allen dan Elena yang bertarung mengahdapi mereka dengan riang tanpa merasa lelah.

「「H~on, h~on」」

Puluhan dari Giant Bee telah muncul, tapi semuanya segera dikalahkan.

「「E~y, e~y」」

Sepertinya madu akhirnya telah menjadi favorit dari Allen dan Elena, suasana hati keduanya meningkat setiap kali toples madu ditemukan.

Mereka membuat senyum yang mempesona setiap kali mereka memungut toples tersebut. Mereka terlalu mengemaskan! Apa barusan adalah lagu tema dari madu? Mereka membuat suara yang seperti nyanyian sembari memunguti item drop, tapi itu tidak diragukan lagi sangat menggemaskan!

「「Madu ada disana~!」」

Si kembar berlari kearahku dengan tersenyum dengan tangan mereka yang penuh dengan item drop. Karena itu juga terlihat menggemaskan, Aku menepuk-nepuk kepala mereka.

Mereka seharusnya menjadi saudaraku berdasarkan umur mereka, tapi sejak awal Aku seperti oreng tua yang konyol bagi mereka….

Pada Akhirnya, Setelah setengah hari mengumpulkan madu, kami dengan mulus melaju sampai pada akhir lantai 14 dimana kami menemukan tangga menuju ke lantai 15.

Madu? Tentu saja kami mengumpulkan banyak!

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded