Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Chapter 12 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 12 – Menuju Dungeon.

 

 

Beberapa hari setelah Allen dan Elena men KO kan Adventur botak.

Saat ini, kami mengerjakan Misi selama dua hari dan mengambil satu hari libur. Aku mengambil Misi seperti ini agar tidak membebani tubuh anak-anak. Kami bisa dengan perlahan menaikan rank kami ke E.

=====

Status
【Nama】Takumi Kayano
【Ras】Manusia?[Retainer dari Wind God (Sementara)]
【Pekerjaan】Mage
【Umur】20
【Level】13
【Skills】
Light Magic 52 | Dark Magic 51
Wind Magic 157 | Space Magic 109
Life Magic 124
Swordsmanship 50 | Throwing 34
Appraisal 202 | Dismantling 117
Cooking 92 | Sewing 23
Washing 12 | Cleaning 31
Crafting 37 | Gathering 13
Concealment 22 | Detection 12
Arithmetics 107 | Reading 125
Oracle 8
Physical Attack Resistance 300 | Magic Attack Resistance 300
【Gelar】
Transmigrasi dari dunia lain
Blessed by the God of Creation, Marianora
Friend of Wind God Sylphreel
Savior

=====

Kami mengalahkan monster-monster disekeliling selagi kami mengerjakan Misi pengumpulan, levelku sedikit meningkat dan profisiensi skilku bertambah sedikit.

Aku bahkan menerima gelar “Savior”

Apa Aku menerimanya hanya dengan bersama Allen dan Elena?”

Aku tidak tahu apa standarnya, tapi mendapatkan gelar itu tidak lebih mengejutkan dari pada bertemu dengan God, oleh karena itu Aku putuskan untuk membiarkannya untuk sementara waktu.

◇ ◇ ◇

“Takumi-san, Apa kalian tidak pergi ke Dugeon?”

Kami pergi ke Guild pada pagi hari ini.

Luna-san memeriksa sementara Aku sedang melihat Papan Misi sedang mencari Misi yang bagus.

“Dungeon…..ah!!”

Dungeon ada diseluruh Aetherdia, Aku tidak tahu seberapa banyak pengetahuan orang-orang didunia ini tentang Dungeon, tapi ada total 108 dugeon didunia ini.

Tingkat kesukaran Dungeon ditentukan dari jumlah dan variasi dari monster didalamnya, level lantainya dibagi menjadi Level dasar, menengah dan Tinggi.

Walaupun orang menyadari keberadaan Dungeon, masih ada banyak Dungon yang belum ditemukan. Adapun bagaimana tingkat kesukaran Dugeon ditentukan…..

Hal itu ditentukan dengan keberadaan dan efisiensi dari dungeon’s transfer devices.

Kelas Pemula – Tidak Ada transfer device.

Kelas Intermediate – Transfer device ada disetiap sepuluh lantai.

Kelas Advance – – Transfer device ada di setiap lantai.

Kriteria yang mudah dimengerti tersebut sudah berlaku.

Karena sepertinya menyelesaikan setiap lantai dari Advance Dungeon membutuhkanwaktu beberapa hari, Tidak mungkin menaklukan Dungeon dengan mudah tanpa transfer devices.

Sebagai tambahan, tidak diketahui bagaimana cara kerja Dungeon, tapi monster-monster yang telah dikalahkan didalamnya tidak meninggalkan mayat setelahnya, sebagai gantinya monster yang dikalahkan akan meninggalkan sebagian dari material – mereka meninggalkan Drop Item.

Kau tak pernah tahu Drop item apa yang akan ditinggalkan setelahnya.

Ketika kau mengalahkan Red Wolf, material yang didapatkan, Cakar, Taring atau daging…kau tak punya pilihan selain mengalahkan lebih banyak lagi agar bisa mendapatkan apa yang kau inginkan.

Juga, ada kemungkinan akan jatuh sebuah Rare item, terkadang obat yang sangat mengagumkan bisa didapatkan.

Bisa dibilang ~ Itu terjadi sangat jarang sekali.

Ada 15 level lantai kedalaman dari Low dungeon di dekat Shirin.

“Aku benar-benar lupa keberadaan mereka. Pantas saja aku jarang bertemu dengan Adventurer yang lain diluar kota”

“Benarkah? Aku yakin kau tidak ingin pergi karena anak-anak.idskipun kau sangat membantu karena kau menerima misi untuk non dugeon material.”

“Maksud nya kebanyakan Adventurer akan pergi ke Dugeon?”

“Iya, kebanyakan dari Adventurer, sampai dengan rank D pergi ke Dugeon terdekat. Adventurer diatas rank D kebanyakan mengambil misi pengawalan. Sebenarnya, hanya ada beberapa pedatang baru yang pergi kepinggiran kota.”

Monster-monster dekat dengan kota tidaklah sulit. Kau harus melakukan perjalanan beberapa hari untuk bisa sampai di tempat dengan monster yang kuat.

“Dungeonnya berada seetengah hari perjalanan dari sini jelasnya”

Setengah hari, huh….tempatnya ternyata dekat.

Pergi ke Dungon tentunya memungkinkanmu menghasilkan lebih banyak uang dari pada pergi ke pinggiran kota.

“Selanjutnya, Apa kita juga pergi untuk mellihat~”

“Eh!? Kau akan pergi?”
Luna-san terkejut mendengar gumaman ku.

“Apa tidak bisa?”

“Tidak, tidak, bukan itu, hanya saja Misi yang ditetapkan untuk Hutan Gaia akan dimulai miggu depan, jadi Aku pikir dari segi waktu bukannya itu terlalu mendesak ….”

“Ah, bisa dibilang Aku berniat untuk hanya melihat level lantai dasarnya saja sebelum mencobanya, jadi kami seharunya masih punya banyak waktu bukan? Kalau aku mengurangi hari libur dan waktu sebelum Misi yang ditentukan serta waktu perjalanan, Kami seharusnya bisa menjelajahinya selama tiga hari”

Karena waktu perjalanan akan bertambah dengan membawa serta Allen dan Elena bersamaku, kami bisa menjelajahinya paling tidak selama tiga hari.

Ada banyak waktu untuk melihat-lihat bukan?

“ Aku pikir begitu, Fu fu Ketika bicara tentang Takumi-san dan kedua anak ini Aku menerima kesan kalau kalian akan langsung menaklukannya segera”

“ Kamu mengharapkan terlalu banyak dari rank E adventurer”

“Ara, tidak sama sekali, bukan hanya Aku, Ini hasil evaluasi dari seluruh Guild, kau tahu?”

Aku merasa harapan dari Guild semakin berat saja semenjak kejadian pada hari kami menerima misi pertama kami.

Meskipun demikian Aku hanyalah manusia yang tidak menonjol sama sekali di Bumi, Aku merasa ini menjadi kebalikannya di Aetherdia.

Aku berhenti menjadi biasa saat Aku menjadi retainer dari God ya…….

Aku hanya tak terbiasa dengan semua ini.

Aku meninggalkan Guild dengan pikiran yang begitu rumit dan membeli apa yang dibuthkan (umumnya makanan).

Setelah itu, Aku menginformasikan pada pasangan“Komadori Pavilion” bahwa kami akan pergi untuk beberapa hari menuju Dugeon.

◇ ◇ ◇

Masih ada waktu sedikit sebelum matahari terbenam saat kami tiba di Dugeon.

Rencananya sampai disini pada malam hari, bermalam dan pergi ke Dugeon keesokan harinya.

Ini terjadi karena Allen dan Elena berjalan lebih cepat dari biasanya. Keduanya melangkah cepat walaupun dengan kaki kecil mereka.

Tidak perlu terburu-buru seperti itu, Aku katakan pada mereka, tapi keduanya tidak menurunkan kecepatan mereka. Sebagai tambahan, stamina keduanya lebih baik daripada orang dewasa umumnya jadi kami tiba lebih awal.

Kalau begini apa yang harus kita lakukan selanjutnya ya?

Dugeon yang ke empat “Dugeon of Earth” :

Sebuah Dungeon dengan 15 level lantai bawah tanah memiliki atribut Earth. Dungeon yang memiliki cukup tinggi tingkat penaklukannya.

Pintu masuknya berupa rongga diantara dua buah batu besar setinggi 2 meter.

Mulai dari sini, jalannya melandai dan meluas. Cukup lebar untuk masuk tiga orang dewasa. Kedalamannya tidak dapat terlihat jelas.

Menghabiskan malam disini atau masuk kedalam Dungeon lebih awal….

“Masuk”

“Kedalam~”

Saat sedang menimbang apa yang akan dilakukan Alen dan Elena berseru,

“Apa tidak apa? Kalian tidak lelah?”

“” Tidak apa””

Karena keduanya mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja, Aku memutuskan untuk masuk kedalam. Aku hanya akan mengawasi kondisi mereka dengan seksama dan beristirahat sesaat sebelum mereka kelelahan.

Aku menerangi sekeliling dengan {{Light}} sebelum turun. Aku bisa terus memepertahankan {{Light}} selama satu jam sebelum Aku menggunakanya lagi. Karena hanya bisa menyinari sekeliling dengan radius satu meter, Aku memegang tangan Allen dan Elena dan mulai berjalan.

“Tampak seperti gua biasa sepertinya huh”

Ada sebuah Aula lebih kedalam, Sebuah Aula yang mirip seperti lorong dari sebuah pertambangan yang besar.

Dinding dan lantainya terbuat dari tanah dan sepertinya sangat kuat karena tidak mudah untuk dirusak. Sebagai tambahan, tempatnya cukup luas untuk dapat mengayunkan pedang kesegala arah, rute dikejauhan kelihatannya rumit seperti sebuah labirin.

Pertama,sebuah jalan lurus yang berakhir dengan cepat, lalu terbagi menjadi dua jalan.

Allen dan Elena gelisah melihat kedua jalan itu.

Bicara tentang labirin, berjalan sambil menyentuh salah satu dinding akan membawa kita pada pintu keluar ( arah yang sebelumnya dalam situasi ini) tanpa masalah…. Apa yang harus kulakukan?

Guild menjual peta dari Dugeon, tapi ini hanya akurat sampai ke lantai lima jadi Aku tidak membelinya.

Ah, Aku lupa, Bukankan ada fungsi peta pada menuku?

Aku membuka layar jendela segera.

N~tidak ada peta ketika berada didalam Dugeon. Justru Ada fungsi memetakan secara otomatis. Ia hanya menggambarkan jalan yang sudah kita lewati sebelumnya.

Tapi dengan ini, kita tidak akan tersesat tak perduli jalan apa yang kita tempuh dan kita bisa kembali dengan mudah.

Kalau begitu… biarkan anak-anak ini saja yang memilih jalannya.

“Allen, Elena jalan mana yang ingin kalian pilih?”

“”?……..Arah sini~””

Mereka mennunjuk pada arah yang sama bersamaan.

Selanjutnya, ayo pergi kearah sana dulu!

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded