Isekai Yururi Kikou ~Raising Children While Being an Adventurer~ Cerita tambahan 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Cerita tambahan 2 – Suatu Hari diwaktu Hujan.

 

 

Kisah ini terjadi sesaat setelah tiba dikota Shirin

Aku tebiasa dengan kehidupan kota ini setelah beberapa hari disini.

Ketika Aku bangun dipagi hari dan melihat keluar dari kamar penginapan, hari itu hujan turun dengan deras diluar.

「Ah~ sedang turun hujan hari ini…….」

「「……Uu~」」

Saat Aku bergumam setelah melihat cuacanya, Allen dan Elena sedang merasa sedih.

Adapun sebabnya——Kemarin malam, sebelum pergi tidur, Aku sudah berjanji pada mereka 「Ayo keluar kota untuk bermain besok?」

Allen dan Elena sangat menantikan hari itu.

「「Uu~」」

Ini bukan berarti Aku yang salah, tapi melihat mereka begitu sedih, jelas membuatku merasa bersalah.

N~…..

「………….Ini hanya hujan ringan, tidak apa jika kita mengenakan matel menutupi tubuh kita?」

Jika dipakai dengan benar, Aku tidak perlu khawatir mereka akan basah kuyup nantinya.

「Apa yang kalian mau? Apa kalian ingin pergi keluar?」

「「Pergi~!」」

Sepenuhnya kebalikan dari ekspresi sedih mereka sebelumnya, Allen dan Elena berpegangan pada kakiku dengan senyuman.

「Yosh! Kalau begitu ayo kita sarapan dulu!」

「「Un!」」

Keduanya masih tidak menunjukan banyak ekspresi pada orang yang tak dikenalnya, tapi mereka menunjukan kepolosannya ketika hanya ada kami bertiga.

Aku meninggalkan ruangan setelah menghabiskan sarapanku dengan wajah lega.

Setelah selesai sarapan di ruang makan, kami pergi meninggalkan kota dengan sepenuhnya tertutup mantel—-kamipun akhirnya tiba di padang rumput di selatan kota.

「「Ukiya~」」

Sesaat setelah kami meninggalkan kota, Allen dan Elena mulai melompati genangan-genangan air dengan segenap kekuatan mereka.

「Jangan sampai jatuh~」

「「Ya~a」」

Ketika berpikir mereka Akan mulai berlarian, Allen dan Elena tiba-tba berjongkok.

N? Apa mereka menemukan sesuatu?

Aku membungkukkan badanku dibelakang kedua anak itu dan melihatnya dari atas.

Disana Aku melihat seekor katak, bukan monster, tapi seukuran telapak tangan katak biasa.

「Itu adalah katak」

「「Katak~」」

Sepertinya Allen dan Elena menyukai gerakan katak tersebut yang melompat-lompat kesana kemari.

「Pyonpyon」

「Ribbit, ribbit~」

Keduanya mengejar katak yang melompat sambil menirunya.

Un, un, melihat mereka yang sangat bersemangat, Pergi bermain keluar ini jadi bernilai walaupun hari sedang hujan.

Setelah mengejar katak itu, keduanya bergerak kesana-kemari dengan hati riang dan mengamati sekelilingnya dengan rasa ingin tahu.

「「Onii~chan! Ayo pergi kesana~」」

「Ya, ya」

Setelah menjelajahi hutan, mereka sepertinya ingin kembali kepadang rumput didekat kota.

Ah, hujannya juga berhenti.

「Lihat, Allen, Elena. Pelangi telah muncul」

Saat mentari muncul dari celah diantara awan, pelangi besar muncul menghiasi langit.

Aku segera memberitahu Allen dan Elena untuk melihat kearah langit.

「Pelangi~ sugo~i」

「Pelangi~ Cantiknya~」

Allen dan Elena yang melihat pelangi untuk pertama kalinya menjadi riang dan melompat-lompat sambil menunjuk pelangi itu.

「「Onii~chan, apa ini juga pelangi~?」」

「N?」

Pelangi…..dibawah?

Allen dan Elena yang seharusnya melihat keatas langit, menunjuk kearah permukaan tanah kali ini.

「…….Eh?」

Ketika Aku lihat apa yang mereka tunjukkan, bunga dengan tujuh warna —-「Rainbow Flower」sedang mekar di permukaan.

Rainbow Flower adalah sejenis bunga yang mekar setelah hujan. Dia mekar dan layu bersamaan dengan pelangi. Apalagi, tempat mereka mekar itu sangat acak. Ialah bunga yang tempat berkembangnya tidak bisa diprediksi.

Karena kondisi penemuannya yang sulit, tentu saja mereka merupakan material langka.

「Ini adalah Rainbow flower. Tanaman obat」

Sinar matahari mencapai mereka, dan kelopak bunganya mulai berkilauan.

Bisa melihat ini semua seharusnya merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.

「「Obat!!」」

「Allen mau memetiknya~」

「Elena juga mau memetik~」

「Eh?」

Mendengar kata“obat”. Allen dan Elena mulai mengumpulkan Rainbow Flower.

Ini adalah tanaman obat yang sangat berharga, jadi lebih baik mengumpulkan mereka, tapi kita datang kemari kan untuk bermain hari ini…bukan?

Yaah, keduanya terlihat sedang bersenang-senang mengumpulkan tanaman obat, kalau begitu mereka merasa tidak apa-apa dengan ini….kan? Un, ayo lakukan semuanya dengan benar.

Baiklah, Aku juga ikut membantu.

「「Are~?」」

Setelah mengumpulkan cukup banyak Rainbow Flower, sisa dari Rainbow Flower yang belum dipetik layu sesaat pelanginya menghilang, dan padang rumput itupun kembali seperti sedia kala.

「「Menghilang ~」」

「Benar-benar tidak ada yang tersisa, ya…..」

Bunga yang sudah dipetik tetap seperti apa adanya , tapi sisanya menjadi layu.

Jika Aku tidak memetik bunganya, ini semua akan terasa seperti sebuah ilusi.

「Misterius bukan~?」

「「Iya ~?」」

「Apa kalian bersenang-senang hari ini?」

「「Senang~」」

Mereka semua berubah menjadi material koleksi pada akhirnya, tapi sepertinya Allen dan Elena sudah banyak bersenang-senang hari ini.

「Kalau begitu, kita kembali sekarang ya?」

「「Un」」

◇ ◇ ◇

「Kya~~~!!」

Aku pikir akan sangat disayangkan jika membiarkan Rainbow Flower yang begitu berharga ini hanya disimpan didalam {{Infinite Storage}}ku, Jadi Aku membawa beberapa pada Guild.

Disana, ketika Aku mengeluarkan Rainbow Flower, Luna-san berteriak.

Apalagi, dia berteriak lama sekali sampai dia「Cough, cough」tersedak.

「Bukankah ini adalah Rainbow Flower!? Apalagi , sebanyak ini! Sugoi, sugoi!!」

「Ah~…….bisakah Aku memintamu untuk menjual ini untukku?」

「Dengan senang hati~!!」

Aku pikir dia pasti akan senang, tapi dia lebih senang daripada yang kuperkirakan.

Allen dan Elena juga terkejut dengan luar biasanya reaksi Luna-san lalu memegang kakiku agak ketakutan………

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded