Hon Issatsu de Kototariru Isekai Rurō Monogatari – Chapter 7 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Hon Issatsu Chapter 7 – Karavan dan Petualangan

 

Bangun pagi-pagi, aku pergi ke belakang penginapan untuk mencuci mukaku di sumur. Airnya terasa agak dingin, jadi aku segera terbangun dari rasa kantuk dan kepalaku yang ling-lung. Ketika aku akan kembali ke kamarku, Toel berdiri disana, jadi aku menyapanya.

“Ah, Selamat pagi~. Kita akan pergi ke guild jika kau siap oke.”

“Selamat pagi juga. Aku mengerti Misasagi-san, aku akan segera bersiap.”

Mengatakan itu, Toel pergi ke sumur dengan berjoging.

Aku melihat statusnya tanpa alasan tertentu, tingkat kedua jobnya telah meningkat. Ketika aku cek sebelumnya, jobnya Warrior Lv9 dan Fencer Lv7, tapi sekarang ialah Warrior Lv10 dan Fencer Lv8.

Semenjak aku mulai berpergian bersama Toel, kami belum belum pernah bertarung lagi selain dengan orang-orang yang ada di gang belakang kemarin. Setelah berpikir sejenak, aku sampai pada kesimpulan bahwa poin exp (pengalaman) telah dibagikan sejak aku dan Toel berada dalam satu party (kelompok). Dengan itu, aku juga yakin bahwa ia telah naik level.

Setelah kami siap untuk pergi, kami berdua pergi ke guild. Kami menyapa Telinga Anjing-san, dan melihat-lihat papan pengumuman untuk mencari misi. Ada terlalu banyak tawaran misi disana, jadi aku berhenti dan melihatnya sebentar.

“Uhmm, bagaimana dengan ini?”

Saat aku melotot ke papan pengumuman, Toel memberi saran. Misi yang tertulis di kertas itu ialah menjaga karavan sampai ke kota tetangga. Yahh, misi seperti ini seharusnya bagus untuk memulai petualangan. Aku memberi kertas misi yang di tunjuk Toel kepada Telinga Anjing-san.

“Misi ini, memiliki tingkat kesulitan yang tidak bisa ku rekomendasikan dengan level Misasagi-san, tetapi karena sudah ada petualang level tinggi yang menerimanya, aku pikir aku bisa memprosesnya secara khusus~”

“Ahh! Jadi begitu kah~”

Sepertinya ini adalah misi untuk beberapa party. Tertuliskan disini bahwa itu adalah karavan sehinga mereka memerlukan cukup banyak penjaga untuk menjaganya. Maksudku, apakah ada kemungkinan kalau aku tidak bisa mengambil misi itu?

“Kalau begitu, misi ini akan dilakukan hari ini. Jadi tolong datang ke pintu masuk kota sebelum bel lonceng tengah hari berbunyi. Disanalah tempat pertemuannya.”

Masih ada banyak waktu sebelum tengah hari (siang). Kami telah selesai berbelanja kemarin, jadi tidak ada yang bisa kami lakukan. Baiklah, jadi apa yang harus kami lakukan… …

Kalau dipikir-pikir aku belum menyerap buku yang aku beli kemarin. Sebenarnya, kemarin aku datang ke tempat sebelumnya membeli banyak buku, dan membeli banyak buku lagi. Petugas toko buku itu menatapku seperti boneka dengan ekspresi terkejut.

Aku menyerap buku itu setelah memeriksa tidak ada orang di sekitarku.

Waktu bebas sampai tengah hari, aku habiskan untuk membaca, dan Toel melakukan latihan berpedangnya. Mengayunkan pedangnya seolah-seolah seperti air mengalir, Toel mungkin telah menjadi lebih kuat sekarang.

Waktu yang ditentukan semakin dekat, jadi kami berdua pergi ke pintu masuk kota. Disana, ada karavan, dan seorang pria yang menggunakan baju besi berat. Kemungkinan besar, ia adalah orang yang menerima misi itu sebelum kami.

“Ah, halo. Aku adalah pengawal Misasagi. Dia temanku Toel. Senang bertemu denganmu.”

Ketika aku menyapa pria itu, ia menyilangkan tangannya di dada dan melihatku dengan mata tertutup pada bayangan batang pohon.

“Aku seorang pengawal Albert. Kau bisa memanggilku Al.”

Aku memeriksa status orang yang menyebut dirinya Al itu.

【Name】 Albert Lawyer

【Jenis Kelamin】Laki-laki

【Ras】Manusia

【Pekerjaan】Warrior Lv37 Knight Lv17 Heavy Warrior Lv25 Fighter Lv21

【Umur】28

【Gelar】 <Adventurer> <Protector of the Group> <Single Mass Murderer>

<Seasoned Warrior>.DLL

Apa ini, hebat sekali. Ia memiliki empat job, dan salah satu jobnya mendekati level 40. Selain itu, ia masih berusia 28 tahun, meski begitu ia sudah mendapat <Seasoned Warrior>

Eh, DLL? Sepertinya jumlah gelar yang bisa di tampilkan terbatas.

Kemungkinan besar itu berjumlah sama dengan jobnya. Ia juga memiliki gelar yang aku miliki. Ia mungkin telah berjuang keras sampai saat ini. Jika aku tidak menggunakan kutipan, aku mungkin tidak akan menang.

Setelah itu tiga party pertualang datang setelah kami. Dengan ini semua pengawal telah terkumpul. Kami memutuskan dimana kami akan berjaga, dan kami berangkat ke kota tentangga sambil menjaga sekitar karavan.

Misi pengawalan ini akan berlangsung sepanjang jalan, jadi sepertinya akan ada bahaya menghadapi monster level rendah. Meskipun begitu, alasan mengapa mereka masih memperkerjakan pengawal petualang, adalah karena sekelompok pencuri yang muncul. Untuk mempertahankan diri terhadap mereka yang bisa dikatakan lebih merepotkan dari monster level rendah, pedagang akan menyewa petualang seperti kami. Biayanya cukup mahal, tapi akan lebih baik dari pada kau kehilangan nyawamu.

Sampai di kota tetangga, sepertinya akan membutuhkan waktu dua hari. Aku sedang melihat-lihat sekitar dengan Toel. Yah, karena aku memiliki <Hostility Sensing>, aku bisa merasakan apakah ada pencuri atau tidak dengan cepat. Toel juga, itu karena karakteristik rubah langit, ia memiliki indera yang lebih tajam dari manusia, jadi saat ia mendengar suara, telinga dan ekornya akan bereaksi.

Kami berjaga-jaga dengan petualang lain, tapi Al-san hanya sendiri, dalam perjalanan ia hanya diam tidak berbicara dengan siapapun.

Setelah beberapa saat kami berangkat, seorang pria yang bergaya seperti pesulap mulai berbicara.

“Kita akan menjadi rekan untuk saat ini~, jadi, apakah kau mau mengenalkan sedikit tentang dirimu~?”

Entah kenapa, rasanya agak mengganggu, tapi kupikir akan lebih baik mengenalkan diri, aku mengangguk. Setelah itu, seorang perempuan di party pria itu mulai berbicara.

“Kalau begitu, aku yang pertama. Aku Natalie, usiaku 26 tahun, dan job utamaku adalah Fighter. Levelnya adalah 23.”

Dari sini, perkenalan petualang dimulai dengan sebuah perintah. Semua orang mengatakan nama, usia dan pekerjaan mereka masing-masing. Perkenalan terus dilakukan searah jarum jam, dan giliranku akhirnya tiba.

“Ah, halo. Aku dipanggil Misasagi. Jobku adalah Traveller, level 5.”

Setelah perkenalanku selesai, beberapa petualang tertawa. Di antara mereka, bahkan ada yang tertawa seperti keledai. Yah! Setelah semua kejadian itu aku adalah seorang Traveller. Maksudku, aku harus memalsukan jobku ke job lain yang berbeda. Sesuatu seperti Warrior, atau Fencer…

Selanjutnya, perkenalan Toel berakhir dengan normal. Hanya saja, beberapa pria itu melihat Toel untuk waktu yang lama jadi aku melotot pada mereka. Tapi mereka malah melotot padaku. Ahh, perkenalan bahwa aku hanyalah ikan kecil telah menyebar.

Nn? Hanya Al-san yang menatapku dengan ragu. Eh, kenapa? Itu menakutkan kau tau… …

Pengenalan berakhir, dan hari pertama pengawalan berakhir tanpa ada apapun terjadi. Yah, yah, ketika aku berpikir untuk tidur, beberapa petualang menyuruhku untuk berjaga-jaga. Yah, aku akan menahannya untuk sekarang ini. namun, jika mereka melewati batas lebih dari ini, aku akan memikirkan sebuah tindakan balasan. Aku memikirkan itu dan melihat-lihat area sekitar. Seharusnya ia tidur saja, tapi Toel juga mengikutiku, dan kami berdua berjaga sepanjang malam.

Hari kedua juga berakhir tanpa masalah, dan saat matahari terbenam, kami bisa melihat kota dari kejauhan. Itu adalah daratan yang bisa kita lihat dengan baik, dan saat kita sampai disana, kemungkinan ada sekitar tiga jam huh. Kami bergerak dengan kecepatan yang sama dengan pergerakan karavan, jadi itu membuat kami frustasi karena tidak bisa berlari dan pergi meninggalkan karavan ini.

Tiba-tiba, ada suatu keanehan terjadi, orang-orang yang menyadari ke anehan itu adalah orang-orang yang berada di depan kami, yaitu party yang menjaga sisi depan.

“Hei, apa itu?”

“Oi, pasukan besar itu sedang menuju Geena!”

Geena adalan nama tujuan kami. Sesuatu dalam jumlah besar bergerak ke kota seperti daratan gelap, dan bergerak langsung ke kota Geena.

【 <Binoculars : Auto Adjust> telah dikutip】Teropong: Pengaturan Otomatis.

Aku mengutip Teropong yang secara otomatis menyesuaikan dengan keinginanku, dan memeriksa identitas pasukan besar itu. Ketika aku mengintip melalui lensa. Ada pasukan mayat hidup yang sangat banyak disana. Uwa! Menjijikkan. Mayat busuk yang bergerak. Apa itu zombie, melihatnya dalam kenyataan, terasa cukup menjijikkan huh.

【Skill <Far Seeing> telah didapatkan】Melihat benda jauh

Melihat pasukan itu, sepertinya jumlah mereka ada 300. Terakhir kali, aku telah menghadapi pasukan besar Orc, dan sekarang aku harus menghadapi pasukan besar mayat hidup. Meskipun mereka sama-sama pasukan besar, sejujurnya, aku merasa pasukan Orc lebih baik untuk dilawan.

Aku tidak ingin melawan zombie, tapi ada sesuatu yang aneh mengambang di antara pasukan itu. Apakah itu hantu? Bukankah serangan fisik tidak akan berpengaruh terhadap mereka? Ketika memikirkan itu, sebuah suara tiba-tiba muncul.

“Yah, kau tidak mungkin bisa memukul roh yang tidak memiliki tubuh kau tau~. Selain itu, bukankah kau akan baik-baik saja bersama dengan petualang lain? Kau juga dapat mengutip sesuatu dari buku-buku itu untuk mencari sesuatu yang efektif untuk melawan hantu.”

Mengabaikan kata-kata Dewa, aku meyakinkan diri. Aah, itu benar. Kali ini aku tidak sendiri. Lalu, jumlah mereka yang mencapai 300 tidak akan ada masalah… …. huh?

Pada akhirnya, dalam 15 petualang, yang maju berperang dengan mayat hidup hanya 8 petualang. Hal ini diputuskan dengan relawan. Ketika aku mengatakan akan pergi, beberapa dari mereka terkejut tapi aku mengabaikannya. Toel juga dengan senang hati mengajukan diri. Selain kami, Al-san, perempuan yang mengenalkan dirinya terlebih dahulu bernama Natalie juga ikut mengajukan diri. Tujuh petualang yang tersisa akan tinggal disini untuk menjaga karavan.

Hmm, membunuh tiga ratus dengan delapan orang. Biasanya, bukankah itu mustahil?

Ketika aku memikirkan itu dan bertanya kepada Toel, ia menjawab,

“Undead kelas rendah tidak begitu kuat, jadi jika ada beberapa penyihir dengan level yang cukup kuat, hal itu bukanlah tidak mungkin.”

Masing-masing menyiapkan senjata mereka. Aku juga mengeluarkan pedang besi yang biasa di produksi masal di dunia ini. Sebenarnya, senapan dan bom akan lebih baik, tapi memikirkan ada mereka disini, aku tidak bisa menggunakannya. Dan juga, aku seorang Traveller, jika aku menggunakan skill dan gelar dan membunuh banyak dari mereka, bukankah mereka akan meragukan jobku.

Jadi aku memikirkan suatu rencana, dan mendiskusikannya dengan Toel secara diam-diam. Aku tidak bisa menahan diri, jadi aku menyeringai dengan senyuman gelap (jahat).

“Ide yang benar-benar menarik. Aku juga dengan senang hati akan berkerjasama denganmu!”

Sepertinya ia menyukainya.

“Un, itu akan sangat membantu. Baiklah, beri aku waktu oke.”

Berjalan dengan kecepatan tinggi saat berbicara seperti ini, saat kami menyadarinya, kami sudah berada di bagian belakang pasukan mayat hidup, aku bisa melihat mayat, tengkorak, dan roh yang bergerak sangat dekat. Mereka terlihat menakutkan sehingga aku ingin mengalahkan mereka dengan sangat cepat.

Ketika jaraknya hanya dua puluh meter dari pasukan mayat hidup, Al-san yang berada di barisan depan melompat ke dalam pasukan mayat hidup. Petualang lain juga mengikuti itu.

Toel dan aku juga melompat, namun tujuan kami sedikit berbeda.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded