Hon Issatsu de Kototariru Isekai Rurō Monogatari – Chapter 6 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Hon Issatsu Chapter 6 – Misi Pertama Selesai

 

Beberapa hari tinggal di desa sangat bermanfaat untukku. Alasan aku mengatakan itu, adalah karena aku telah menghabiskan banyak waktu luang untuk memeriksa kemampuan dan skillku.

Terutama ketika menggunakan <Electrical Discharge> dan <Ignition> aku menemukan banyak hal yang tidak aku ketahui. Aku yakin kedua skill itu digunakan untuk mengendalikan listrik dan menembakkan api, tapi sebenarnya, tidak seperti itu.

Setelah mengaktifkan <Electrical Discharge>, listrik mengalir melalui tubuhku sendiri. Jika aku menyentuh apapun dalam jangkauanku, aku bisa mengalirkan listrik ke benda itu, tapi tidak sekuat listrik statis. Di sisi lain pada <Ignition>, aku bisa mengeluarkan api ke tempat yang aku inginkan, tapi hanya berjarak maksimal satu meter dari tempatku.

Keduanya sangat lemah sehingga tidak bisa digunakan dalam pertempuran. Namun, setelah menggunakannya untuk sementara waktu, aku menemukan bahwa ada kemungkinan aku bisa mengatur jumlah kekuatan yang dilepaskan.

Hanya perasaanku saja, tapi kekuatan skill itu jika dapat dilepaskan melebihi batasnya, maka akan menjadi puluhan kali lebih kuat dibandingkan dengan biasanya. Jika jumlah kekuatan yang dapat ditingkatkan sangat banyak, cara penggunaannya juga akan berubah.

Jika itu <Electical Discharge>, seluruh tubuhku akan bersinar terang, dan jika itu <Ignition>, tubuhku akan dilalap api. Tentu saja, aku tidak akan apa-apa saat menggunakannya. Tapi dengan ini, mungkin kedua skill itu bisa digunakan dalam pertempuran.

Dengan bereksperimen dan mencobanya begitu saja, kami tinggal di desa Kard selama tiga hari.

Pada pagi hari, aku berangkat menuju ke Guild. Bersama dengan Toel. Eh, apa kau bertanya mengapa Toel ikut?

Tentang itu, waktu kami kembali dan tiba di desa Kard… …

“Tidak! Aku ingin pergi bersama dengan Misasagi-san!”

Ketika aku meminta kepala desa untuk merawat perempuan-perempuan itu, Toel mengatakan itu.

Mendengar apa yang ia katakan, sepertinya ia ingin mengikuti perjalananku. Aku tidak keberatan, tapi ketika aku ingin memastikan itu… …

“Aku memiliki rasa terima kasih yang besar kepada Misasagi-san setelah menyelamatkanku waktu itu, dan melihat bagaimana pertarungan Misasagi-san, ada pesona yang menarik perhatianku. Aku ingin melihat itu dari sisimu.”

Pada beberapa situasi, aku mengatakan kepadanya bahwa ini akan menjadi perjalanan yang berbahaya, tapi ia tidak mau mendengarkan.

“Tidak, apa-apa. Aku akan menjadi lebih kuat dari sekarang. Aku juga tidak akan memperlambat Misasagi-san. Juga, jika aku dalam keadaan bahaya aku yakin Misasagi-san pasti akan menyelamatkanku.”

Dia benar-benar mempercayaiku huh. Aku tidak percaya ia akan mempercayaiku sebanyak itu. Tapi, jika ia mengatakan itu, tidak ada alasan untuk menolaknya jadi itulah yang terjadi sekarang.

“Kita akan sampai ke kota Reno. Meski begitu, perjalanan ini benar-benar luar biasa, ini bisa bergerak bahkan tanpa seekor kuda, dan juga ini sangat cepat … …”

Reno adalah kota tempat aku pertama kali mengambil misi. Aku berkipikir kami akan berpergian bersama untuk waktu yang lama, jadi aku memberi tahu Toel sedikit tentang Unique Skill ku. Tentu saja, aku tidak menceritakan tentang Dewa maupun Reinkarnasi.

Mobil lapis baja, seperti yang aku duga, sangat cepat tidak seperti berjalan kaki. Dan juga, aku memiliki <Killing Driving Technique>, jadi aku bisa menggunakannya dalam pertempuran. Benar-benar skill yang berguna.

Namun, kami mungkin akan menarik perhatian jika seperti ini, jadi aku memutuskan untuk keluar mobil lapis baja saat kami berada di dekat kota.

Setelah memasuki kota, kami langsung menuju Guild. Aku bertanya pada Toel saat kami berjalan, dan sepertinya ada guild lain di kota-kota yang cukup besar.

Di tempat resepsionis guild, persis seperti sebelumnya, Telinga Anjing-san sedang duduk disana. Aku berbicara dengannya bersama Toel.

“Umm. Permisi, aku telah menerima perintah untuk <Penaklukan Orc>… …”

“Ahh, kau adalah laki-laki waktu itu… … apakah ia temanmu? Bagaimana misinya?”

“Ia adalah teman baruku. Ia dipanggil Toel. Yah, Orc itu, mereka cukup kuat.”

Mendengar jawabanku, Telinga Anjing-san terkejut. Bagaimanapun, aku adalah seorang Traveller Lv3.

“Kalau begitu tolong letakkan tanganmu di dalam batu ini. Dengan ini kita bisa mengetahui, berapa banyak Orc yang kau taklukkan.

Ahh, ini sangat buruk. Sangat, sangat buruk. Namun, aneh rasanya kalau aku ragu saat ini, jadi aku dengan ragu-ragu memasukkan tanganku ke batu itu.

“… … eh?!”

Telinga Anjing-san terkejut dan ketakutan. Yah, ia tidak bisa disalahkan. Aku juga tidak tau jumlah spesifiknya, tapi setidaknya aku membunuh sekitar 200 dari mereka.

“Yah~ ada segerombolan Orc di lembah, jadi aku membuat sedikit tipuan dengan menjatuhkan batu. Dengan itu mungkin aku telah membasmi mereka semua. Yah, aku hanya beruntung~”

Kukatakan alasanku sambil tertawa, tapi tampaknya Telinga Anjing-san tidak mempercayai hal itu.

“H-hasil perhitungannya, hadiah yang kau dapatkan dari misi ini adalah 284 koin perak. Kita juga bisa menukarnya dengan emas, apa kau mau?”

Ia bertanya dengan senyum sedikit kaku. Meski begitu, jumlahnya cukup banyak. Dengan ini, aku bisa membeli sebagian besar barang yang aku inginkan.

“Ya, tolong lakukan.”

Telinga Anjing-san pergi kebelakang guild sekali, dan membawa beberapa koin emas dan banyak uang perak. Ketika aku menerima hadiah, entah mengapa orang-orang melihatku dengan aneh, karena itu aku segera pergi meninggalkan guild.

“Itu luar biasa. Bagiku, ini pertama kalinya aku melihat sebuah koin emas.

Toel menatapku dengan mata berkilauan. Uu, betapa polosnya matanya itu. Matanya terlalu terang. Aku tidak bisa melihat matanya.

Sambil memikirkan itu, aku merasakan ada sesosok kehadiran di belakangku. Itu benar, ada sesosok kehadiran yang tidak begitu bagus.

【Skill <Hostility Sensing> telah didapatkan】(Merasakan Ancaman)

Jadi setelah semua ini, inilah yang terjadi huh. Aku segera mengaktifkan skill itu. Jumlah ancaman ada tujuh. Jumlah mereka lumayan banyak huh… …

“Toel, sepertinya ada yang mengikuti kita, berlarilah sedikit lebih cepat.”

“Eh!… … aku mengerti.”

Toel terkejut sesaat, tapi langsung mengerti situasi kami. Jalan yang berliku-liku yang dipenuhi masalah selalu datang seperti ini, jadi ini yang disebut petualang huh. Aku menarik tangan Toel dan berlari ke gang belakang. Ah, gang belakang lagi.

“Bendera” waktunya membunuh telah berdiri huh.

Seperti yang diharapkan, orang-orang yang menjadi ancaman itu masuk ke gang belakang. Namun, hanya ada lima diantara mereka. Sepertinya, dua yang tersisa ada di belakang kami.

“Yo,Aniki~. Kau memiliki cewek imut bersamamu dan banyak uang huh~. Berbagilah bersama kami bro~”

Bagaimana sering aku mendapat banyak masalah? Ini adalah kedua kalinya di kota ini kau tau.

Ah, aku lupa memberi senjata ke Toel.

Tapi yah, dengan mengatakan itu, aku berencana untuk membunuh mereka semua, jadi akan lebih baik jika dia memegang senjata untuk membela diri.

Aku harus memberikannya satu setelah pertarungan ini.

Sambil memikirkan itu tanpa terburu-buru, aku memutuskan bagaimana cara untuk membunuh mereka.

【Skill <Throwing> <Fast Shooting> <One Shot Kill> telah diaktifkan】

Aku mengambil dua jarum dari tas sihir, dan melemparkanya ke dua orang yang bersembunyi di balik bangunan belakangku. Dengan kecepatan yang tidak dapat di lihat dengan mata telanjang, kedua jarum itu menembus tenggorokan kedua pria tersebut, dan melewati leher mereka. Kedua pria itu ambruk tanpa bisa mengeluarkan suaranya. Pada saat itu semua orang selain aku terjekut. Toel juga menatapku dengan terkejut.

Dengan menggunakan serangan pembuka yang bagus, aku membuka buku cheat.

【<Shotgun With Silencer: Unlimited Bullets> telah dikutip】

Aku mengutip sebuah senjata dengan peredam suara seperti sebelumnya. Namun, kali ini pelurunya tidak berbatas.

Aku menarik pelatuknya sambil membidik pria yang paling dekat denganku. Percikan api muncul dari moncong shotgunku, dan menerbangkan orang itu.

Tanpa berhenti sejenak aku, aku menggeser pegangannya, dan memasukkan peluru baru. Aku menembak saat mengejar salah satu pria yang melarikan diri. Seranganku hanya mengenai mereka sedikit, tapi butiran peluru itu mengenai punggung salah satu dari mereka.

Kali ini, aku menembak sambil menjaga jarak dari mereka. Butiran pelurunya menyebar, dan mengenai kaki tiga orang yang tersisa. Aku menembak pria yang menekan bahunya, dan mengeksekusi yang tersisa dengan tertib.

Hanya dengan seperti itu, serangan mendadak berakhir dengan cepat.

Aku memukul bahuku dengan Shotgun, dan mendesah lega.

“Maaf, aku membiarkanmu melihat sesuatu seperti ini.”

Ini adalah perkembangan yang begitu mendadak, jadi aku meminta maaf kepada Toel.

“Aku baik-baik saja. Setelah semua itu, aku juga adalah seorang petualang.”

Oh, mengagumkan. Biasanya, jika seseorang melihat pembantaian di depan mereka, mereka akan merasa sangat buruk.

Mengambil barang-barang yang bisa digunakan dari mayat-mayat itu, kami meninggalkan gang belakang.

Ah, aku harus memberikan senjata kepada Toel.

“Hei. Toel, aku sedang berpikir untuk memberikanmu senjata, jenis senjata apa yang kau sukai?”

“Senjata? Jika memungkinkan, aku ingin sebuah pedang.”

Kalau dipikir-pikir, Toel memiliki Job Fencer (Pekerjaan Anggar) huh. Kalau begitu, apa yang harus aku kutip?

【 <Sylvanian Rapier(Rapier of the Land of the Forests> telah dikutip】

Aku mengeluarkan Rapier tua berwarna hijau dari buku cheat. Efek dari Rapier ini adalah meningkatkan kecepatan pergerakan penggunanya, dan memperkuat serangan yang di bantu oleh angin. Aku memilih itu untuk Toel karena memiliki darah Elf. N? Toel melihat ke bawah dan ketakukan. Apakah aku melakukan sesuatu yang buruk?

“Apa yag terjadi?”

“ini… apakah ini benar-benar… …”

Bahu Toel bergetar. Ah, aku mungkin membuatnya menangis.

“Apakah itu benar, pedang indah ini untukku?”

Sepertinya ia tersentuh. Aku tidak berpikir, kalau ia akan sebahagia itu.

Membaca mengenai penjelasan tentang pedang Rapier itu di buku, Rapier itu adalah senjata yang digunakan seorang Elf dulu kala. Lebih dari itu, Elf itu merupakan salah satu dari Brave Party. Itu luar biasa huh. Tetapi, sepertinya Rapier ini memilih penggunanya sendiri, dan hanya yang terpilihlah yang bisa menggunakan kekuatan sebenarnya dari Rapier ini. Bagaimana aku bisa mengatakannya, senjata ini adalah senjata untuk salah satu Brave.

Setelah itu, kami menghabiskan waktu seharian berbelanja dan mengumpulkan informasi, dan mengambil kamar yang cukup mahal untuk penginapan kami. Besok, misi apa yang harus aku ambil ? Aku melakukan perjalanan ke mimpiku sambil memikirkan itu.

… … aku berencana untuk setidaknya.

“Hei~, Misasagi-kun. Kehidupan membunuhmu, seperti biasa cukup baik. Good job!”

Sesosok yang mengatakan itu dan memberi jempol, tak lain adalah Dewa.

Haruskah aku memukulnya? Aku pikir ia akan dituntut jika ini Jepang. Masuk tanpa izin adalah sebuah kejahatan.

“Tidak, tidak, aku adalah Dewa kau tau~. Kau tidak bisa mengikatku dengan peraturan manusia.”

Dewa mengatakan itu dengan wajah bangga, dan melompat ke tempat tidur. Maksudku, bagaimana mungkin Toel tidak terbangun karena keributan ini. Apakah ia tipe yang tidak akan terbangun setelah ia tidur?

“Jadi, apa yang kau inginkan?”

“Mu~, cara kau berbicara dengan Dewa terlalu acuh~. Yah, baiklah. Hmm, Misasagi-kun beberapa saat sebelumnya, kau telah mengumpulkan ‘Book of God’ dari benteng itu kan? Aku menyuruhmu mengambilnya karena secara kebetulan kau dapat menemukannya, tapi aku ingin kau melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Menemukan ‘Book of God’, kau dapat memperlakukannya sebagai sisi lain dari perjalananmu di dunia ini… … setelah semua itu, kau tidak bisa melawan takdir.”

Jumlah <Book of God> yang terjatuh ke dunia ini sangat banyak, dan tidak diketahui dimana buku-buku itu berada. Jika memang begitu, seperti yang ia katakan aku harus berpergian ke seluruh dunia, dan mengumpulkannya jika aku menemukannya.

Ini adalah rencana yang tidak jelas, tapi aku tidak akan rugi, dan ini cukup beruntung bagi seseorang yang pernah mati satu kali. Yah, aku harus mengucapkan kata-kata terima kasih kepada Dewa dan menikmati hidupku di dunia ini.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded