Hon Issatsu de Kototariru Isekai Rurō Monogatari – Chapter 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Hon Issatsu Chapter 3 – Hobbi yang tidak berubah

 

“U~n, ini terlalu mentah dan berdarah, sesuatu seperti ini harus segera di bersihkan.”

Aku telah membuat banyak mayat di gang belakang.

Yah, mereka semua adalah para pencuri. Membunuh orang tanpa alasan adalah tindakan yang tidak masuk akal tapi pembunuhan kali ini adalah tindakan unntuk melindungi diri. Jika kau dikelilingi oleh sekelompok pria bersenjata, dan tidak ada yang menolongmu melakukan serangan balik adalah tindakan yang benar bukan.

Bahkan, aku tidak suka membunuh tanpa suatu alasan.

Sambil melihat akhir yang menyedihkan dari pencuri itu, aku mengangkat bahuku.

【Skill <Shooting Spree> <Head Shot> telah didapatkan】

(TL Note: Shooting Spree= Tembakan Beruntun, Head Shot= Tembakan di Kepala)

Ohh, aku telah mendapatkan skill baru. Sepertinya, penyebab dari munculnya skill ini adalah karena aku menggunakan senjata sub-machineku dalam pertarungan secara beruntun. Penjelasan skillnya seperti ini.

【Skill <Shooting Spree>】
Meningkatkan jangkauan menembak. Serangan mematikan meningkat apabila tidak menggunakan ‘Scope’.

【Skill <Head Shot>】
Meningkatkan keakuratan dalam menembak kepala. Saat menyerang kepala target, kerusakan akan meningkat.

Sepertinya kedua skill ini bisa di aktifkan sesuai kemauan sendiri saat bertarung. Aku pikir aku akan sering menggunakan skill ini mulai sekarang, karena skill ini sangat bagus. Bagi para pencuri yang telah memberikanku banyak keuntungan, mungkin akan lebih baik jika aku memberikan rasa terima kasih yang besar kepada kalian.

Tiba-tiba aku terpikirkan sesuatu, jadi aku menghapus rekayasa pada statusku dan memeriksanya.

【Nama】 陵 陵 (Misasagi Ryou)
【Job】 Pengembara dari dunia lain Lv0
【Usia】 17
【Skill Khusus】〈Body of God〉

〈Insatiable Ludicrous Book of All Creation〉

〈Quotation that Creates Out of Nothing〉
【Skill yang didapatkan】 <Shooting Spree> <Head Shot>
【Gelar】 <Single Mass Murderer> <Convictor>

Statusku sekarang, pertama, levelku tidak naik.

Untuk memikirkan levelku masih pada Lv0 padahal aku sudah membunuh sekitar 10 pencuri. Aku pikir tidak apa-apa jika setidaknya itu naik satu level.

Apakah kau mengatakan untuk menaikkan satu level dibutuhkan EXP (pengalaman) yang sangat besar?

Dan juga, Skill khusus dan Skill yang didapatkan, terlihat seperti sesuatu yang berbeda. Yah, tidak ada yang berubah bahkan jika aku tau hal itu jadi aku akan baik-baik saja selama tidak memikirkannya huh.

Aku merekayasa statusku lagi, dan kali ini aku kembali pada kenyataan, dan menjelahi kota.

Pertama, toko buku. Toko buku adalah yang pertama. Ini merupakan hal yang penting jadi aku mengulanginya dua kali. Sambil membaca buku yang telah aku beli sebelumnya pada saat aku masih hidup, aku mencari-cari toko seperti itu.

Ketika aku membelinya di kehidupanku dulu, aku langsung mati setelah aku membelinya. Itu adalah buku yang sangat bagus. Jadi tanpa mempedulikan dampaknya di kehidupanku yang dulu, aku membacanya sambil berjalan mencari toko itu.

Sambil berjalan kesana kemari, aku melihat sebuah toko yang menunjukkan banyak buku, jadi aku langsung saja masuk. Di dalam toko itu terasa redup, gelap, dan juga sepi dibandingkan dengan di luar.

Ketika aku melihat-lihat buku, nenek yang berada di belakang toko berbicara kepadaku.

“Selamat datang. Apakah kamu sedang mencari buku?”

“Tidak, tapi mungkin disini ada buku yang menarik~ menurutku.”

“Kalau begitu, bagaimana dengan ini?”

Nenek yang mengatakan itu mengeluarkan empat buku dari rak buku. Ketika aku menerimanya ia menjelaskan isi buku itu satu per satu.

“Buku ini adalah buku referensi untuk senjata bergambar. Lebih mudah saat kamu membelinya saat berada di tengah perjalanan. Yang satu ini adalah buku alkimia, dan ini adalah tabel perumusan herbal. Dan yang satu ini adalah buku sihir…”

Aku memotong kata-kata nenek itu dan menyatakannya.

“Aku akan membeli semuanya.”

“Eh! Apa kamu yakin? Untuk memikirkan orang sepertimu, membeli buku sebanyak ini…”

Karena aku langsung memutuskan untuk segera membeli semua buku itu, nenek itu sangat terkejut. Di dunia ini mungkin anak-anak muda sepertiku, tidak membaca buku. Lagipula, apapun buku yang aku beli, aku tidak akan rugi apabila buku-buku itu di serap kedalam buku “Cheat”.

Dan untuk buku alkimia dan sihir, aku ingin membacanya dengan unsur-unsur fantasi di dalamnya.

“Nah, harganya 4 koin perak dan 45 koin tembaga. Ini adalah layanan karena kamu membeli banyak buku sekaligus.”

“Ah, tolong tunggu dulu. Bisakah aku melihat buku-buku yang lain?”

“Eh?!… Baiklah kalau begitu. Kamu bisa melihat sebanyak yang kamu mau.”

Sambil terkejut lagi, nenek itu langsung memberbolehkanku untuk melihat-lihat buku lain. Uang yang aku miliki saat ini, ada banyak uang yang aku curi dari para pencuri, itu adalah 2 koin emas, 27 koin perak, dan bahkan ada juga satu koin tembaga. Namun, aku tidak begitu tahu berapa nilainya.

Ketika aku melihat-lihat buku di rak buku, aku menemukan beberapa buku yang membuatku tertarik.

Sebuah buku yang diikat dengan menggunakan ikatan biru dan tertulis “Kejayaan Beturut-turut Braves”, sesuai dengan judulnya buku ini menceritakan kesuksesan Braves. Peralatan yang digunakan oleh Braves juga tercatat di dalamnya.

—Ini tidak apa-apa kan? Jika aku memasukkan buku ini kedalam buku “cheat”, aku akan bisa menggunakan peralatan yang pernah digunakan Braves(?).

Aku membeli buku itu tanpa ragu-ragu. Buku selanjutnya yang aku ambil adalah buku “Referensi Ilustrasi Monster Daerah”. Yang satu ini juga seperti judulnya. Aku hanya memiliki sedikit informasi mengenai musuh-musuhku didunia, jadi ini akan sangat membantu.

Setelah aku sangat lama bertanya-tanya dengan nenek pemilik toko buku itu, aku membeli 20 buku secara keseluruhan… …. Aku membeli terlalu banyak huh. Ketika aku memeriksa sisa uang yang kugunakan saat membayar, nenek yang khawatir dengan banyaknya barang bawaanku itu, merekomendasikanku sebuah benda “Tas Sihir”.

Pada akhirnya, harga totalnya adalah 28 koin perak dan 51 koin tembaga. Aku pikir itu adalah jumlah yang besar, tapi aku tidak menyesalinya sama sekali. Sebagai gantinya, aku bahkan ingin membeli lebih banyak lagi jika bisa. Omong-omong, aku juga bertanya kepada nenek itu mengenai nilai mata uang di dunia ini.

Sepertinya 100 koin tembaga memiliki nilai yang sama dengan 1 koin perak, dan 100 koin perak senilai dengan 1 koin emas. Dia juga mengatakan ada mata uang lain selain ini.

Setelah meninggalkan toko buku, aku mengeluarkan buku-buku yang baru saja aku beli dari tas sihir, dan memanggil buku “Cheat”. Buku “Cheat” aku perlakukan sebagai kemampuanku sendiri, jadi aku bisa memunculkannya dan menghilangkannya kembali hanya dengan meminta. Sepertinya aku telah banyak memunculkan sesuatu sejak aku datang ke dunia ini. Bagaimanapun juga, aku membuat buku itu menyerap 20 buku. Kejadian ketika 20 buku itu diserap kedalam buku cheat itu dalam sekejap, membuat diriku terkejut.

Melanjutkan belanja, aku membaca buku yang kubeli sambil berjalan, tapi aku kaget dengan tulisan yang ada disana.

Itu karena, hal ini tertulis di bagian pertama buku “Kejayaan Berturut-turut Braves”.

Di dalam peralatan suci Braves, tersimpan berkat ilahi yang telah di berikan para dewa sehingga hanya orang-orang terpilihlah yang bisa menggunakannya.

… … Itu bohong! Tolong katakan itu bohong!! Bukankah itu terlalu berlebihan!!

“Kau ingin aku mengatakan itu bohong??… …. sangat buruk! Itu adalah kebenaran~”

Aku mengabaikan kata-kata sosok itu sekarang.

Aku pikir, aku bisa menggunakan senjata legendaris Braves yang aku inginkan~ ini membuatku kecewa. Yah, sebagai bahan bacaan “Kejayaan Berturut-turut Braves” sangatlah menarik, jadi aku tidak merasa tidak puas dengan hal itu.

Setelah itu, aku menemukan beberapa toko, tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan buku menarik di dalamnya. Aku sudah membeli banyak buku sebelumnya, jadi sekarang sudah cukup.

Ketika aku menyadarinya, aku telah sampai di tengah bagian kota. Tempat ini terlihat lebih santai dari tempat yang lain. Nnn? Sepertinya orang-orang masuk dan keluar pada sebuah bangunan yang lebih besar dari yang lain. Aku sedikit penasaran dengan hal itu jadi aku juga mencoba memasukinya.

Di dalam gedung, sekilas tempat ini tampak seperti sebuah bar. Meski di sore hari mereka benar-benar ribut. Ada sebuah tempat resepsi di dekat pintu masuk, dan perempuan yang tampaknya seperti seorang resepsionis sedang duduk di dekat jendela. Ah! Perempuan itu memiiliki telinga anjing di kepalanya. Sepertinya ada yang di namakan dengan setengah manusia di dunia ini. Aku asyik membaca saat sedang berjalan di kota jadi aku tidak menyadarinya.

Bukankah tempat seperti ini yang mereka sebut dengan ”Guild”? Mari kita tanyakan pada Telinga Anjing-san.

“Uhm, permisi. Tempat apa ini?”

“Apa kamu seorang pemula? Ini adalah guild petualang. Di sini ada kebutuhan untuk mendaftar sebagai peluang dan menerima berbagai misi, bagaimana menurutmu, apa kau tertarik?”

Ini adalah guild. Itu adalah elemen penting yang tidak bisa kau tinggalkan dari dunia fantasi. Dan sepertinya aku perlu mendaftar untuk menjadi seorang petualang.

“Ah, tolong.”

Ketika aku mengatakan itu Telinga Anjing-san mengeluarkan batu berbentuk aneh, dan itu terlihat seperti Sphygmomanometer, yang kau butuhkan sekarang adalah memasukkan tanganmu di ke dalamnya.

(TL Note: Sphygmomanometer itu alat yang biasa di gunakan untuk mengukur tegangan darah, yang pernah ke puskesmas atau rumah sakit pasti tau)

“Tolong masukkan tanganmu ke dalamnya. Setelah mengecek statusmu, pendaftaran menjadi petualang akan selesai.”

Selama pendaftaran berlangsung kau akan menempatkan tanganmu di atasnya huh. Mari kita selesaikan dengan cepat. Saat aku meletakkan tanganku di dalamnya, batu itu agak bersinar kebiruan dari dalam.

“Ah!…”

Telinga Anjing-san sepertinya ingin mengatakan sesuatu.

“Apakah suatu masalah?”

Jangan katakan padaku kalau rekayasa statusku telah diketahui.

Ketika aku dengan hati-hati menanyakan itu, Telinga Anjing-san menjawab seolah-olah sulit untuk mengatakannya.

“Tidak, biasanya orang yang ingin menjadi petualang memiliki pekerjaan yang terkait dengan pertempuran…”

Ahh, jadi begitu. Setelah semua yang kulalui status ku saat ini masih wisatawan level 3.

“Seorang wisatawan juga masih bisa mendaftar jadi tolong jangan berkecil hati. Kalau begitu pendaftaran akan selesai dengan ini…”

Ketika Telinga Anjing-san membisikkan sesuatu, cahaya biru itu semakin kuat, dan sedikit demi sedikit menjadi lebih kecil. A-apa, pendaftarannya sudah selesai?

Saat aku memiringkan kepalaku, Telinga Anjing-san memberitahuku sambil tersenyum manis.

“Tidak apa-apa kalau kamu melepaskan tanganmu sekarang. Pendaftaran menjadi peteluang telah selesai.”

【Gelar<Petualang> telah di dapatkan】

Aku mendapatkan sebuah gelar. Sepertinya, pendaftaraannya sudah selesai. Ketika aku meraih tanganku dan melihat pergelangan tanganku, ada lambang biru yang tergambar di atasnya. Sepertinya itu sebuah tato.

“Lambang itu, adalah bukti dari petualang. Jika kamu meletakkan tanganmu di atas tato itu, maka kamu dapat memeriksa statusmu.”

Ah, itu benar. Ketika aku meletakkan tanganku di atas tato itu, statusku muncul di depan mataku.

【Nama】Misasagi Ryou <陵 陵>

【Pekerjaan】 Wisatawan Lv 3

【Umur】 17

【Gelar】 <Adventurer> (Petualang)

Yah, meskipun yang ditampilkan adalah status dari versi rekayasa yang aku buat.

“Saat ini, kamu telah terdaftar sebagai petualang dan bisa mengambil sebuah misi, jadi apa yang akan kamu lakukan?”

“ Ya, aku akan menerimanya. Lalu, bagaimana aku bisa menerima sebuah misi?

Ketika aku bertanya, Telinga Anjing-san menunjukkan papan pengumuman yang berada di samping jendela dengan tangannya.

“Silahkan pilih sebuah misi yang berada di papan pengumuman ini, dan ambil kertas misi yang ingin anda terima disini. Jika kamu melakukan itu, kami bisa memprosesnya.”

“Ah, jadi begitu. Terima kasih banyak atas bantuannya.”

Setelah mengucapkan terima kasih kepada Teling Anjing-san, aku langsung melihat ke papan pengumuman. Papan pengumuman itu penuh dengan berbagai macam kertas yang tertulis “Misi” di atasnya.

Aku melihat misi satu per satu dari atas.

“Mengumpulkan Herbal di Hutan Timur”
“Mengawal Pedagang ke Negara Tetangga”
“Mengirim Tanduk Binatang Sihir”
“Penjelajahan: Laporkan Dungeon Baru yang telah di Temukan”
“——-“
“——“
“——-“
“——“

… … Ini terlalu banyak. Benar-benar terlalu banyak.

Aku tidak bisa melihat semua isinya, jadi aku hanya mengkonfirmasinya sekilas saja. Di sana ada sebuah kertas bertuliskan dengan huruf berwarna merah. Isinya adalah sebagai berikut.

“Perintah Penaklukan Orc”
【Isi】 Taklukkan Orc yang sedang Merajalela
【Hadiah】 1 Silver Coin setiap penaklukan Orc
【Notasi Khusus】 Tidak ada yang khusus
【Kelayakan untuk Menerima】 Tidak ada yang khusus

Dikatakan bahwa ada banyak orc yang saat ini sedang merajalela, dan ada korban di desa-desa tetangga.

Di dunia ini, sepertinya mereka secara teratur menaklukkan monster yang telah meningkat terlalu banyak.

Omong-omong, kertas misi dimana hurufnya tertulis dengan warna merah memiliki prioritas tinggi, dan pendapatannya juga lebih tinggi dari biasanya.

Orc memiliki kemampuan bertarung yang lemah secara individual, ini adalah ancaman bagi orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan yang tidak terkait dengan pertempuran, meskipun mereka bertambah kuat nampaknya hal itu bukan apa-apa bagi para petualang yang di perkuat dengan skill dan pekerjaan (Job) mereka. Namun, bahaya meningkat secara proposional dengan jumlah musuh. Artinya, bahkan jika itu adalah musuh yang lemah kalau mereka bergerombolan itu akan menjadi sesuatu yang sangat sulit.

Ketika aku membawa kertas itu ke Telinga Anjing-san, dia membuat ekspresi yang tajam kepadaku. Ketika aku ragu dengan ekspresi anehnya, ia menjelasakan seolah-olah ini adalah sesuatu yang sulit untuk dikatakan.

“Mungkin ini kasar, tapi akan sulit menaklukkan orc dengan level dan pekerjaanmu saat ini. Kamu mungkin akan memiliki kesempatan jika orc itu sendiri, tapi kebanyakan dari mereka bergerak secara berkelompok. Jika kamu benar-benar ingin pergi, saya sarankan untuk anda pergi dengan sebuah ‘Party’.”

(TL Note: Party= Kelompok)

Ahh, menaklukkan orc dengan “Wisatawan” dan “Lv3” adalah hal yang sangat nekat. Yah, bagaimanapun juga ini adalah status palsu.

Aku tau Telinga Anjing-san mengkhawatirkanku, dan membuat sebuah senyum masam.

“Tidak masalah. Aku akan pergi sendiri. Aku akan melarikan diri jika situasinya berbahaya.”

Ada <Single Mass Murderer> di gelarku. Aku juga tidak ingin membiarkan orang lain mengetahui kemampuanku sebanyak mungkin, jadi akan sangat mudah apabila aku bergerak sendiri. Dan, juga aku memiliki sebuah senjata disini, aku pikir aku tidak akan kalah hanya melawan sesuatu seperti orc. Setidaknya, aku pikir itu lebih baik daripada pertarungan pertamaku melawanku ogre.

“Begitukah… … saya tidak akan menghentikanmu dengan paksa, tapi hati-hati jangan sampai kamu kehilangan nyawamu dan lakukanlah yang terbaik.”

Dipandang oleh Telingan Anjing-san yang khawatir sampai akhir, aku pergi meninggalkan guild.

“Seperti yang aku pikirkan, udara di tempat ini terasa sangat segar. Apa ini karena ada banyaknya alam.”

Sepertinya tempat orc bermunculan ada di sebelah barat kota tempatku berada. Disana, mungkin ini adalah sebuah kebetulan karena disana adalah tempat pertama kali aku muncul saat bereikarnasi di dunia ini.

Baiklah, kalau begitu, para Orc sekalian, aku akan membuat kalian menjadi sebuah pengorbanan untuk mendapatkan skill dan gelar baru.

Aku berjalan ke sana sekarang juga.

Setelah meninggalkan kota, aku sesegera mungkin berpindah ke belakang batu besar dimana orang-orang yang lewat akan sulit untuk melihatku.

Dan setelah memastikan dengan hati-hati bahwa tidak ada orang lain di sekitarku, dari banyak buku yang diserap oleh buku ”Cheat” ini, aku menyelusuri kata-kata yang ingin aku cari dengan jariku.

【<Armored Car> telah dikutip】(Mobil Lapis Baja)

Kata-kata yang berada di dalam buku itu berubah menjadi berwarna merah, dan sebuah mobil lapis baja dengan warna yang telah disamarkan muncul di hadapanku. Ini pertama kalinya, aku mengutip sesuatu yang besar, tapi secara normal hal ini berhasil.

Aku langsung masuk kedalamnya.

Di dalam mobil lapis baja, cukup leluasa bagiku untuk mengemudi sendiri. Aku pikir karena kemampuan <Body of God>, entah bagaimana aku tau cara mengemudikannya. Namun, teknik mengemudi yang bagus sepertinya hanya bisa dicapai dengan pengalaman mencukupi.

Ini dapat aku simpulkan karea aku membuat mobil lapis baja itu memasuki hutan barat dengan gerakan yang kikuk.

… … Aku, telah mengabaikan pandangan dunia fantasi dengan mengendarai mobil lapis baja, mungkinkah aku adalah seseorang yang tidak begitu perduli dengan situasi seperti itu.

【Gelar <Unstable Driver> telah didapatkan】(Tidak bisa mengemudi)

Tolong tinggalkan aku sendiri. Aku masih di bawah umur. Sementara mengeluh pada pesan tersebut, aku membuat mobil lapis baja itu berjalan dengan kecepatan tinggi. Oh! Aku pikir aku mulai sedikit bisa mengemudi. Apakah ini adalah efek dari gelarku? Sepertinya ada bonus walaupun aku tidak bisa mengendarainya. Dan saat aku memegang setir seperti itu beberapa saat, aku mendapatkan skill <Drive>.

(TL Note: Drive= Mengemudi)

Para pedagang yang aku lewati dari waktu ke waktu, melihat dengan tatapan mata yang hampir keluar. Bahkan ada beberapa yang salah mengira monster dan kabur. Yah, memang benar bahwa mobil lapis baja akan menonjol di dunia ini. Bahkan jika aku memikirkan itu sekarang, aku pikir aku tidak benar-benar keberatan dengan hal itu. Dan dengan perlahan aku menaikkan kecepatanku dengan menginjak pedal gas.

Dan setelah tiga jam meninggalkan kota, aku bisa melihat sesuatu berbaris dari tempat yang jauh. Ketika aku menyipitkan mata untuk melihatnya, aku mengetahui bahwa itu adalah segerombolan Orc. Jumlah mereka ada 30… … sepertinya aku akan membeli buku lagi sebagai hadiah dari misi kali ini. Melihat dengan seksama, aku melihat sebuah desa dimana para Orc itu sedang bergerak maju.

Sepertinya mereka akan menyerang desa itu.

“Aku penasaran, apa aku harus membasmi segerombolan orc itu.”

Aku memeriksa sekitar dan tidak ada orang lain pun di sekitar di tempat ini, keluar dari mobil lapis baja, dan memasukkannya kembali ke dalam buku cheat.

Aku mengutip hal-hal aku butuhkan.

【<Sniper Riffle><Motorcycle><Metal Bat>telah dikutip】

(TL Note: Senapan sniper; sepeda motor; tongkat pemukul besi)

Aku meletakkan sepeda motor dan tongkat pemukul besi di sampingku, memegang senapan sniper sambil berbaring di atas tanah, aku mengintip ke dalam scopenya, dan menyesuaikan fokus senapan pada salah satu dari kepala Orc tersebut.

Kilas fokus senapan menurun dan menempatkan salah satu kepala orc dalam garis tersebut, lalu aku menarik pelatuknya tanpa suara.

“Yosh…”

Dampak dari tembakan itu melemparkan bahuku kebelakang.

Suara gersang bergema, dan saat itu, bunga merah yang mekar muncul di kepala orc yang berada dalam scope. Orc yang memiliki lubang di bagian kepalanya itu roboh dengan mewarnai sekelilingnya dengan warna merah. Aku yakin ia tidak memiliki petunjuk apa yang telah terjadi pada dirinya.

Aku menjilati bibirku yang kering dan menyeringai.

【Skill<Sniper><One Shot Kill> telah didapatkan】

(TL Note: Penembak Jitu; Sekali Tembak Mati)

Aku telah mendapatkan dua skill lagi. <Sniper> meningkatkan akurasi dan jarak sasaran, dan <One Shot Kill> meningkatkan kekuatan serangan pertama. Aku mengaktifkan skill <Sniper> yang baru saja kudapatkan, dan terus membunuh beberapa Orc. Para Orc terkejut dan bingung karena kepala rekan-rekan mereka tiba-tiba meledak.

【Gelar <Snipes That Drives Out There> telah didapatkan】

(TL Note: Penembak Jitu yang dapatmenembak dari jangkauan jauh (?))

Aku mendapatkan gelar lagi. Aku ingin terus melanjutkannya seperti ini, tapi segeromboran Orc itu sepertinya akan melarikan diri, jadi aku menyimpan kembali senapanku.

“Yoisho.”

Sebagai gantinya, aku duduk di atas sepeda motor dan memegang tongkat pemukul besi dengan rendah. Lalu aku memutar gas di tangan kananku, dan mulai berjalan menuju gerombolan Orc tersebut. Saa aku mendekati mereka, para Orc mulai memperhatikan kehadiranku.

【Gelar <Single Mass Murderer > telah diaktifkan】

Sepertinya gelar <Single Mass Muderer> tidak akan aktif bila musuh tidak mengetahui kehadiranku.

Pada akhirnya aku bisa mengaktifkan gelar ini saat jarakku dengan para Orc sudah dekat.

Aku menargetkan Orc yang paling dekat. Salah satu Orc berlari tanpa melihat belakangnya, jadi aku mengatasinya dengan motorku. Begitu aku menabraknya, suara tubrukan muncul dan tubuh Orc itu mengambang di udara dan terjatuh dengan berguling-guling di tanah. Dan akibat dari itu, kerangka motorku penyok, tapi aku berencana menggunakan motor ini hanya sekali saja jadi aku tidak keberatan dengan itu.

Aku melakukan putaran “U” yang kasar, dan menyerang para Orc yang menyerangku dengan tombak. Aku menghindari tusukan tombak tajam itu, dan memukulnya dengan batang besi saat aku melintas ke sisinya.

Babi cincang telah siap.

Oh, hei, tombak-tombak itu terbang. Aku menghindarinya dengan tergesa-gesa, tapi tombak itu menusuk bagian mesin motor.

Aku memutar gas, tapi motor sama sekali tidak bisa bergerak.

Aku berencana membunuh mereka dengan motor ini sedikit lagi, tapi sepertinya ini tidak bisa membantu.

Aku membuang motorku yang sudah tidak berfungsi, dan mengeluarkan batu dari buku cheat sebagai serangan balik pada Orc yang melemparkan tombak-tombak itu. Dagingnya meledak terbuka, dan ada lubang di dada Orc tersebut. Dan beberapa Orc yang berada di belakangnya terdiam dan meringkuk dalam penderitaan.

Sangat menarik melihat pemandangan itu.” N~bagaimana, kau mau dibunuh?“. Ketika aku bertanya sambil tersenyum, sisa Orc mulai berlari dan kabur. Mereka melarikan diri mengikuti insting mereka, dan perintah yang mereka buat berantakan.

“Tentu, aku tidak akan membiarkan kalian lari begitu saja!”

Aku mengeluarkan senapan sniper sekali lagi dan menembak tiga Orc. Aku kemudian berlari dan menyerang delapan dari mereka sampai mati. Aku membersihkan sisanya dengan Senjata Sub-Machine yang ada dipinggangku.

【Skill <Shooting Spree> telah diaktifkan】

(TL Note: Tembakan Beruntun)

Peluru yang aku tembak pada serangan akhir menyebar, dan memotong pergerakan para Orc itu.

Lubang terbuka di setiap tubuh mereka, dan kebanyakan dari mereka sudah mati, namun sebagian dari mereka masih dalam keadaan setengah hidup. Jadi, aku membunuh masing-masing dari mereka dengan menggunakan tongkat pemukul besi.

Dan dengan begitu, semua 30 Orc berubah menjadi potongan daging yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.

【Gelar <Hard Hitter> telah didapatkan】(Pemukul/Penyerang Keras)

【Skill <Smash><Killing Driving Technique> <Pursuit> telah didapatkan】

(TL Note: Menghancurkan; Teknik mengemudi Pembunuh; Pengejaran)

Setelah pertempuran berakhir aku mendapatkan total empat dari skill dan gelar. Aku merasa puas karena sepertinya semua berguna. Dan meski begitu, bukankah <Killing Driving Technique> terdengar kasar? Apakah caraku mengemudi seberbahaya itu.

Aku mengambil barang-barang yang kuperlukan dari mayat Orc, dan pergi menuju desa tempat tujuan Orc.

Aku sampai di desa sekitar 5 menit, tapi rasanya aneh. Ada orang-orang berkumpul di depan pintu masuk desa, dan melotot padaku. Ada yang membawa alat pertanian, ada juga yang membawa pedang yang terbuat dari tembaga. Mungkin lebih baik jika aku tidak bergerak sembarangan di tempat ini. Saat memikirkan itu, salah seorang pria bertanya padaku.

“Pengembara, apakah kamu melihat Orc di luar desa?”.

Sepertinya orang-orang ini sedang bersiap untuk menghadapi serangan Orc. Aku harus menjawab jujur disini.

“Aku bertemu dengan Orc, tapi aku membunuh mereka semua.”

“Hou, anak kecil sepertimu melakukannya? Aku tidak bisa percaya… …”

Ekspresi pria itu tersenyum seolah-olah mengejekku, lalu ia membatu.

Tempat yang ia lihat adalah bagian kiriku. Secara khusus, dia melihat tongkat yang aku pegang dengan tangan kiriku. Tongkat itu sudah penyok, diatasnya ada darah, dan bahkan ada bagian daging Orc yang menempel disana.

“… …Sepertinya itu benar. Tidak ,permisi. Saya tidak bisa membayangkan bahwa seseorang seusiamu bisa memusnahkan segerombolan Orc sendirian. Selamat datang di desa kami, penyelamat-dono. Saya adalah kepala desa ini. jika berkenan, bisakah anda memberitaukan nama anda pada kami?”.

Sepertinya ia mempercayaiku. Aku juga tersenyum dan menjawab. ”Namaku Misasagi.”

“Misasagi… itu adalah nama yang tidak pernah saya dengar di daerah sini. Yah, dengan itu, Misasagi-dono, saya bertanya-tanya ada apa gerangan anda mendatangi desa kami?”

“Ketika aku memusnahkan gerombolan Orc saat kebetulan lewat, saya melihat desa ini. Jadi, aku berpikir aku akan menginap semalam sambil mengumpulkan informasi mengenai misiku.”

“Apakah benar begitu. Kalau begtu, tolong tinggallah di penginapan desa ini. Tempat ini memiliki fasilitas paling banyak di desa ini. Omong-omong, apakah misimu adalah [Penaklukan Orc]?”

Aku mengangguk pada kepala desa. “Bagaimana kau tau itu?”

“Yah, desa kamilah yang mengirimkan permintaan itu. Baru-baru ini monster itu sering terlihat di dekat desa kami.”

Aku lihat, itu mengerikan. Lalu, apakah Ogre yang pertama kali muncul saat aku bereinkarnasi di dunia ini juga berasal dari tempat ini? ketika aku bertanya hal itu kepada kepala desa ia menjawab dengan sopan.

“Di wilayah ini, sangat jarang untuk monster muncul di kota dan desa. Namun, Orc adalah pengecualian. Mereka telah berkali-kali menjarah desa ataupun kota tetangga… … hari ini, kami pikir kami akan mengusir mereka dengan orang-orang kami.”

Menurut kepala desa, sepertinya penyebab penjarahan mereka baru-baru ini telah di identifikasikan. Kemungkinan besar, penyebabnya adalah meningkatnya jumlah Orc.

“Kalau begitu, ini hampir senja, jadi saya akan membiarkan anak perempuan saya untuk membawa anda menuju ke penginapan. Sekarang, tolong bawa laki-laki ini ke penginapan.”

Diberitahu kepala desa, sesorang keluar dari dalam rumah, ia adalah seorang perempuan yang kira-kira seumuran denganku.

“Perkenalkan, saya anak perempuannya, Sara. Baiklah, Misasagi-sama, mari kita pergi.”

Perempuan yang menamai dirinya Sara itu, memberi salam dan tersenyum dengan ramah. Omong-omong, wajahnya terlihat cantik. Kulit cokelatnya yang kecoklatan karena sinar matahari terlihat sangat sehat, dan rambut pirangnya yang melebar sepinggang benar-benar cocok untuknya. Menurutku, presentase kecantikannya tinggi di dunia ini.

【Gelar<Village’s Savior> telah didapatkan】(Penyelamat Desa)

Ah, jadi aku mendapatkannya setelah semua ini huh.

Tapi, sayang sekali, ini hanya sebuah gelar kehormatan, dan tidak ada efek khusus di dalamnya. Dibawa oleh Sara, aku dipandu ke sebuah bangunan berlantai dua.

“Saya akan menjelaskan situasinya kepada orang-orang di penginapan ini. Jadi tanyakan saja apabila anda memiliki permintaan lain. Kalau begitu, beristirahatlah dengan nyaman.”

Setelah mengatakan itu Sara pergi dengan tenang. Berpikir mengenai itu sekarang, aku sama sekali tidak pernah menutup mataku untuk tidur setelah bereinkarnasi di dunia ini. Mungkin lebih baik, untuk beristirahat sejenak saat ini.

Ini adalah sebuat tempat penginapan yang sederhana, meskipun begitu tempat ini bersih. Selagi melihat-lihat fasilitas di tempat ini, seorang perempuan dengan sosok body yang montok datang dari belakang.

“Selamat datang, Misasagi-sama. Terima kasih karena telah menyelamatkan desa kami.”

“Tidak,tidak, jangan perdulikan itu. Kita harus saling membantu ketika dibutuhkan.”

Untuk beberapa saat, aku menanyakan banyak hal tentang fasilitas di penginapan ini, tapi sepertinya tidak ada bak mandi di tempat ini. Hal-hal seperti itu adalah hobi bangsawan kaya yang sudah biasa mengusap tubuh mereka dengan kain yang dibasahi dengan air panas.

Yah , untuk sekarang aku harus menahannya terlebih dulu.

Ketika aku berbaring setelah membersihkan tubuhku di ruangan yang telah disiapkan, aku merasakan lelah seperti yang kuduga, jadi secara cepat rasa mengantuk datang menghampiriku.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded