Hon Issatsu de Kototariru Isekai Rurō Monogatari – Chapter 10 Bagian 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Hon Issatsu Chapter 10 – Penjelajahan Labirin (Part 2)

 

 

Aku berjalan sekitar 10 menit untuk mengejar mereka berdua.

Ada tulang dan daging busuk yang tersebar di sepanjang jalan. Sepertinya mayat-mayat hidup itu juga muncul ditempat ini.

Yah lagi pula, salah satu orang yang berasal dari kota mengatakan bahwa mereka berasal dari tempat ini. Itu sebabnya aku berpikir bahwa hanya monster yang levelnya lebih tinggi dari mereka saja yang akan muncul… …

Jalannya terbagi menjadi bentuk huruf T tapi terasa ribut di arah kanan.

Aku juga bisa mengkonfirmasi beberapa aktivitas dengan <Hostility Sensing>

【<Silver Arrow> telah dikutip】
【Skill <Electrical Discharge> telah diaktifkan】

Terasa menakutkan membuat api di bawah tanah, jadi aku memutuskan untuk menggunakan <Electrical Discharge>. Dan alasan mengapa aku mengutip <Silver Arrow>, adalah karena aku pernah mendengar bahwa listrik dengan mudah akan melewati logam perak.

Ketika aku berbelok ketikungan dengan tiga anak panah di tanganku, ada Toel dan Al-san disana.

Musuh yang tersisa adalah kerangka pengguna pedang ganda… dan dua zombie gendut.

Ada banyak mayat yang tersebar di sekitar Al-san. Mungkin ada lebih banyak mereka di awal.

“Ahh, itu Misasagi huh. Kau datang di waktu yang tepat. Kami terganggu karena kekurangan bantuan disini. Aku akan meninggalkan dua zombie besar itu untukmu.”

Al-san memanggilku sambil menghalangi kedua pedang dari kerangka itu. Uwa~ sepertinya ia sedang bersenang-senang.

Maksudnya, kedua ini huh…

Aku benar-benar tidak keberatan dengan ini tapi, mereka benar-benar bau sekali…

【Skill <Stuffy Nose> telah diaktifkan】<Hidung Mampet > wkwkkw

Kekhawatiranku berkurang.

Ini benar-benar menjijikkan, penampilannya setinggi dua meter dengan badan gemuk yang bergemetar. Selain itu, mereka ada dua. Aku benar-benar ingin menghapus mereka dari penglihatanku.

Kedua zombie itu berjalan ke arahku setelah melihat-lihat.

【Skill <Squall> <Piercing> telah diaktifkan】

Aku mendekati salah satu dari mereka, dan menusuknya dengan anak panah. Zombie itu terbakar seperti *BachiBachi* dengan asap yang mengepul.

Ahh, seharusnya aku tidak membakarnya karena akan bau… baiklah, terserah. Aku harus bertahan sedikit.

Aku juga melakukan hal yang sama pada satu zombie lagi yang tersisa, menikamnya dengan panah sampai mati.

“Kau sudah mengurusnya huh. Seperti yang di harapkan dari Misasagi.”

Al-san yang membawa pedang di bahunya membuat senyuman menyegarkan ke arahku. Aku bertanya-tanya apa yang ia katakan, ia bahkan tidak berkeringat. Kaulah yang menakjubkan, Al-san.

“Misasagi-san. Syukurlah kau baik-baik saja.”

Toel juga khawatir. Ekor rubahnya berayun-ayun. Betapa cantiknya…

Kami mengumpulkan barang-barang yang bisa digunakan, dan mulai berjalan lagi. Sepertinya tidak ada yang terluka selain aku. Entah mengapa aku merasa sedikit frustasi.

“Bagaimana dengan yang tadi? Aku tidak melihatnya secara langsung, jadi aku tidak tau apa itu… …”

“Ahh, yang tadi disebut Pemburu. Dia sangat kuat, yah, maksudku, aku hampir mati.”

“Pemburu!! … Hmm yah, terserahlah. Ayo kita lanjutkan.”

Eh? ada apa dengan reaksi yang membuat seseorang penasaran itu… apakah buruk aku mengalahkannya?

Tapi, itu tidak bisa ditolong. Aku sudah mengalahkannya, sudah terlambat untuk penyesalan. Dengan seperti ini, kami terus melanjutkan penjelajahan dungeon kami.

Dungeon ini sangat luas.

Benar-benar luas, terasa sakit saat mengetahui kami harus menjelajahi tempat ini.

Menurut Al-san, penguasa dungeon, mereka berada di bagian terdalam dungeon hampir sepanjang waktu, dan dungeon akan dibersihkan jika mereka dikalahkan.

Tapi, didalam itu, ada jenis dungeon yang apabila bosnya dikalahkan, yang lain akan muncul. Dan kota-kota dibuat disekitar labirin tersebut, dan akan menjadi tempat kerja para petualang.

Tiga jam sejak kami memasuki dungeon, dan akhirnya kami menemukan tangga turun. Kami bertempur dengan banyak musuh sejak aku bertemu dengan mereka berdua, dan sekarang aku memikirkan apa yang harus dilakukan karena kami tidak dapat menemukan cara untuk turun.

Ketika kami bertiga turun ke tangga, terlihat sebuah ruangan yang sangat luas. Kira-kira seukuran Gymnasium, dan plafonnya juga tinggi.

Aku benar-benar terkejut ada tempat seperti ini dibawah tanah.

“Hati-hati ada sesuatu yang datang.”

Tiba-tiba Al-san memperingatkan. Setelah beberapa detik, seorang ksatria menggunakan baju besi pelat penuh muncul dari pintu yang aku bisa liat dari sini.

Aku mengecek statusnya.

【Ras】Ghost Knight Level 22
【Gelar 】<Wandering Armor of Death><Sword User>

Sebelumnya aku telah melihat-lihat buku untuk mengetahui konsep level.

Disana tertulis bahwa “ Level monsters menunjukkan kekuatannya di dalam ras mereka, dan sulit untuk membandingkannya dengan ras lain.”

Lebih sederhananya, katakanlah bahwa ada goblin level 80 dan naga level 10. Jika keduanya dibandingkan, goblin memiliki tingkat level yang lebih tinggi, tapi yang akan menang dalam pertarungan ialah naga.

Singkatnya, tidak ada artinya jika levelmu tinggi, jika rasmu adalah yang terlemah.

Menurut Al-san, Knight Ghost agak kuat didalam ras mayat hidup.

Yang mengejutkan dari itu, serangan fisik tidak berguna, dan biasanya ia hanya bisa dikalahkan dengan sihir.

Omong-omong Al-san mengatakan bahwa ia tidak bia menggunakan sihir. Aku juga, tentu saja, tidak bisa menggunakannya.

Itu berarti…

“Toel, lakukan yang terbaik.”

“Baik! Tapi mantra jenis serangan sihir rohku memiliki pengejaan yang panjang. Bisa tolong ulur waktu sebanyak mungkin?”

Tentu saja OK. Hanya rencana inilah yang bisa kupikirkan sekarang.

【Gelar <Hard Hitter> telah diaktifkan】

【Skill <Smash> <Squall> <Monstrous Strength> telah diaktifkan】

Seperti biasa, aku meningkatkan kemampuanku dengan gelar dan skill, dan juga mengeluarkan batang besi yang aku gunakan sebelumnya.

Ahh, ada noda darah.

Yah, tidak apa-apa, sejak awal warnanya juga sudah merah jadi aku tidak perlu memikirkannya huh.

“Apa kau siap?”

“Yah, aku siap. Ayo maju.”

Al-san dan aku berlari menuju Knight Ghost itu.

【Skill <United Front> telah didapatkan】

Pertama, aku menyerang Knight Ghost.

Aku memukul tubuh Knight Ghost itu dengan tongkat besi sebelum ia bereaksi.

Suara besi bertubrukan bergema, dan baju besi Knight Ghost itu penyok.

Al-san mencoba melanjutkan seranganku, tapi Knight Ghost itu mengangkat pedangnya, dan Al-san segera mundur ke belakang.

Aku juga mundur dengan tergesa-gesa, tapi aku kehilangan keseimbangan karena terlalu terburu-buru.

Knight Ghost itu menebas ke arahku.

【Skill <Gravitation> telah diaktifkan】

Aku mengendalikan gravitasi untuk mengikatku ke atas dan melompat. Knight Ghost yang tidak bisa memprediksiku, gagal menyerangku.

【Skill <Artificial Floating> telah didapatkan】

Aku mendarat di sisi Al-san, dan langsung menatap Knight Ghost itu. Al-san tertawa terbahak-bahak melihatku.

Yah, aku tiba-tiba terbang setelah semua itu jadi pasti ia terkejut.

Saat aku akan menyerang lagi ,Toel melewati sisi tubuhku, mengarah ke Knight Ghost itu. Aku segera berpikir untuk menghentikannya, tapi Toel memegang rapiernya dengan tangan kanannya, dan memegang cambuk menyala yang dilibaskannya di tangan kiri.

Toel mengayukan itu ke arah Knight Ghost.

Cambuk itu terbang ke arah Knight Ghost.

Knight Ghost itu entah bagaimana menghalangi cambuk itu dengan pedang dan pelindungnya.

Al-san dan aku bergabung dalam pertempuran itu.

Aku kembali menggunakan skill gravitasi untuk memberi beban pada pedang dan perisai yang digunakan Knight Ghost.

Maksudku, yah, bukankah skill ini terlalu mudah untuk digunakan.

Al-san pergi ke belakang ksatria dan menyerangnya.

Toel menyerang bagian depannya dengan menggunakan cambuk yang bernyala api.

【Skill <Cooperation> telah didapatkan】

Pada akhirnya, dengan serangan dari kami bertiga, Knight Ghost itu menjatuhkan pedang dan perisanya, dan cambuk Toel langsung menyerangnya.

Pada saat itu, pelindung besi Knight Ghost hancur berkeping-keping sambil mengeluarkan suara jeritan yang menakutkan. Sepertinya kami berhasil mengalahkannya.

“Misasagi-san!”

Toel tiba-tiba berteriak.

Saat aku berpaling ke arah suara perempuan yang terkejut itu, ada wajah Toel yang dipenuhi kebahagian. Sepertinya ia mendapatkan Job baru.

Aku memeriksa status Toel.

【Name】Toel Ludiesona

【Jenis Kelamin】Perempuan

【Ras】Elf Sky Fox

【Job】Warrior Lv16 Fencer Lv11 Mystic Warrior Lv 1

【Gelar】 <Mixed Blood> <Adventurer> <Conductor of the Wind>

Ohh, itu benar. Jod Mystic Warior telah ditambahkan disana.

Maksudku, levelnya juga naik. Apakah itu berarti, dungeon ini terlalu cepat untuk Toel. Saat aku tanya Al-san levelnya juga naik 1-2 kali.

Lalu bagaimana denganku?

… … terlalu buruk, levelku bahkan tidak meningkat dari level 1. Sebenarnya berapa banyak poin Exp yang aku butuhkan.

Setelah mengambil barang jatuh dari Knight Ghost itu, kami maju menuju ke sisi seberang ruangan dari tempat muncul Knight Ghost itu.

Disana ada tangga turun setelah pintu terbuka.

Dan setelah berjalan maju, lorong seperti sebelumnya berlanjut, dan jalan ke depan dan ke kanan berlanjut.

Aku merasa lorong ini seperti berbentuk huruf L.

Ahh, ada yang mendekati kami dari sisi kanan…

“Kita harus lari Misasagi. Yang satu ini sangat buruk.”

Al-san yang mengatakan itu, membawah Toel dan berlari ke depan.

Ahh, itu benar. Pemburu itu muncul lagi. Lebih dari itu kali ini ukurannya lebih besar dari sebelumnya, dan ketika ia bangkit ada dua kapak perang besar ditangannya.

Melihat pemburu itu, levelnya adalah 40, dan warnanya juga merah violet. Ini bukanlah sesuatu yang harus dilawan dilorong sempit.

Ditempat pertama, aku tidak berpikir bahwa itu adalah lawan yang dapat dikalahkan hanya dengan tiga orang.

【Skill <Gravitation> teah diaktifkan】

Aku menggunakan skill gravitasi untuk mendorong pemburu itu sebisa mungkin. Namun, sepertinya tidak terlalu berefek padanya.

Lalu, aku juga harus kabur huh.

【Skill <Sprint> <Squall> <Escape> telah diaktifkan】
【<Granat Flash: Increased Effects> telah dikutip】

Sambil menancapkan telingaku dengan jariku, aku mengejar Al-san dan Toel dengan kecepatan penuh. Tentu saja, aku juga meninggalkan Flash Granat dengan pinnya yang sudah dilepas.

“Kalian berdua, jangan ada yang melihat kebelakang.”

Untuk memastikan, aku memperingatkan mereka berdua yang berada didepanku.

Dan segera setelah itu, aku mendengar suara ledakan dari belakang, dan raungan pemburu itu bergema dalam lorong.

Suara bising itu masuk kedalam telingaku meski aku sudah menutupnya dengan jariku.

【Skill <Earplug> telah didapatkan】

Skill yang berguna untuk kelima indraku benar-benar meningkat. Ahh~, aku sangat berterima kasih.

Segera setelah Flash Granat itu meledak, seketika bayanganku melayang karena lampu kilat.

Mataku mungkin akan terbakar kalau melihat langsung arah itu. Setelah ledakan itu reda, ketika aku melihat kebelakang sambil berlari, aku melihat pemburu sedang menekan matanya. Sepertinya itu memberikan beberapa efek.

Saat aku melihat kedepan, aku melihat keduanya sedang menungguku. Sepertinya ada jalan berbentuk huruf T lagi.

Aku membiarkan Al-san untuk memutuskan jalan yang akan diambil, dan kami berbelok ke kiri. Aku bisa mendengar suara sesuatu yang hancur dari lorong sebelumnya.

… … Aku hanya berdoa agar dungeon ini tidak runtuh. Sepertinya lantai ini adalah labirin.

Sudah 5 menit sejak kami melarikan diri dari pemburu sebelumnya, tapi kami malah menemukan 10 jalan bercabang. Selain itu, kami mencapai jalan buntu dan dan harus kembali ke awal lagi.

“Tempat ini benar-benar merepotkan~”

“Aku setuju, aku merasa seperti akan gila karena kehilangan arah ditempat ini.”

Sejak beberapa menit memasuki dungeon ini aku merasa telah kehilangan arah, tapi sepertinya, Toel masih bisa memahami arah tersebut.

Itu sungguh menakjubkan, sungguh.

Tapi, ini sangat membosankan karena pemandangan tempat ini dari tadi tidak berubah.

“… … he?”

Ah, bukankah tempat yang aku injak tadi terdengar bunyi “kachi” … …

“… …—?!”

Sebuah pasak kayu tiba-tiba terbang dari dinding tanpa suara apapun, dan menembus perutku dengan tajam.

Darah keluar sangat cepat, dan karena tidak mampu mempertahankan tubuhku, aku roboh.

Al-san yang melihat kejadian buruk itu langsung datang menghampiriku. Ia menarik pasak kayu itu perlahan-lahan, tapi itu terasa sangat menyakitkan.

“Misasagi! Tetaplah sadar, aku akan segera menjahit lukamu…”

“Tidak…,ti-tidak itu… tidak… perlu… itu akan sembuh, dengan… cepat…”

“Jangan berbicara lagi. Lukamu akan terbuka… … hmm, organmu sudah hancur, jika aku benar, maka kita harus menyembuhkanmu dengan item…”

“Ah! Aku sudah baik-baik saja. Masih sakit, tapi entah bagaimana aku bisa bergerak.”

“… … jadi begitu ya.”

Al-san yang sedang mengobrak-abrik barangnya tertegun.

Yah, akulah yang aneh, luka mematikan sembuh total dalam hitungan detik. Toel sudah tahu tentang itu, jadi dia duduk dilorong menunggu, seolah tidak ada yang terjadi.

“Apakah itu efek semacam skill atau sesuatu?”

“Yah… itulah sebabnya asalkan bukan kematian instan, aku pikir aku akan baik-baik saja terluka.”

Sepertinya Al-san telah menerima kondisi bagaimana “cheat”ku itu. Aku ingin tau apakah skill seperti ini ada didunia ini. Atau apakah, ada “orang lain” juga memiliki skill yang sama seperti ini.

Omong-omong, dari sini, kami terus maju sambil berhati-hati dengan keberadaan perangkap itu. Dan karena itu kami melihat beberapa perangkap dan menghindarinya.

【Skill <Search Trap> <Cancel Trap> telah didapatkan】

Kami akhirnya melihat tangga dan menuruninya. Kalau dipikir-pikir lagi, aku heran berapa lantai yang dimiliki dungeon ini. Apa yang harus kami lakukan jika ada 100 lantai. Tempat seperti ini tidak baik untuk jantung, jadi aku tidak ingin berlama-lama disini.

Sejak saat itu, tidak ada hal aneh yang terjadi.

Mayat hidup itu muncul beberapa kali, tapi mereka tidak bisa menjadi lawan untuk kami.

Struktur dungeon ini mirip seperti yang sudah ada sampai sekarang jadi mudah untuk maju. Menemukan tangga setelah berjalan beberapa saat. Kami maju dengan melakukan itu berulang-ulang.

Aku merasa kami seperti terus masuk ke dalam bawah tanah. Aku tidak menghitungnya jadi aku tidak yakin apakah itu benar atau tidak, tapi itu sudah sepuluh lantai. Dan saat kami mulai bosan mengulanginya akhirnya kami sampai pada lantai tertentu.

Lantai ini hanya memiliki satu lorong luas. Ada obor yang ditempatkan terus menerus dengan jarak tertentu, dan suasananya berbeda dengan yang sekarang.

Sebuah pintu besar yang terlihat seperti sudah tidak pernah digunakan lagi bisa diliat ujung akhir bagian lorong.

“Apakah akhirnya…”

“Kurasa begitu…”

“Tidak mungkin bukan…”

Kami bertiga yakin pada saat bersamaan.

Ini adalah lantai terakhir dungeon ini.

Memikirkan itu, aku ingin tau boss seperti apa yang menunggu kami di balik pintu itu. Ketika aku bertanya kepada mereka, mereka mengatakan bahwa selama beberapa waktu, boss yang mendiami lantai terakhir biasanya adalah ras sama yang muncul dengan dungeon itu.

Yah, itu hanya sebuah “trend”, jadi tidak terlalu bisa dipercayai.

Tapi jika memang seperti itu, aku pikir boss dungeon ini adalah mayat hidup.

Akan sulit jika Boss itu seperti pemburu.

Kami berjalan maju sambil memikirkan itu, dan menorong kedua bagian pintu.

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded