Hon Issatsu de Kototariru Isekai Rurō Monogatari – Chapter 10 Bagian 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Loading...

Hon Issatsu Chapter 10 – Penjelajahan Labirin (Part 1)

 

 

Tangga dari pintu masuk dungeon terus berlanjut untuk sementara, dan ketika kami maju sekitar 5 menit, rute terbagi menjadi 3 jalan.

“Jalan mana yang akan kita ambil?”

“Jalan ini terlihat yang paling aman.”

“N~,ah! Aku juga berpikir begitu. Lalu,mari kita pilih jalan ini.”

Pendapat Al-san dan aku sama.

Jalan yang aku dan Al-san pilih adalah rute kiri. Hasil dari penggunaan <Hostilit Sense>, membuatku merasakan ada beberapa musuh dirute lain. Rentang batas penggunaan skill ini kecil dan ketepatannya juga rendah, tapi tergantung bagaimana penggunaannnya, ini adalah skill yang sangat berguna.

Apakah Al-san juga memiliki skill tipe pengintaian juga. Yah, ia punya yang seperti <Seasoned Warrior>, jadi mungkin ia memiliki banyak skill.

Maksudku, denganku sekarang, aku tidak bisa melihat semua statusnya, jadi aku tidak terbiasa dengan kemampuannya. Aku mungkin harus bertanya nanti.

Kami bertiga maju kejalan kiri. Tentu saja, musuh tidak ada yang muncul. Bagiku, aku tidak keberatan sama sekali tidak bertarung. Tapi, aku punya sekutu kali ini, dan kami harus pergi dengan mengutamakan keselamatan huh. Dan setelah berjalan satu jam memikirkan hal-hal sepert itu, aku mendengar suara yang membuatku penasaran.

“… … n? Apa kalian mendengar sesuatu?”

“Tidah, aku tidak mendengar apapun…” (Toel)

“Aku juga tidak mendengarnya.” (Al-san)

Keduanya menjawab seperti itu, tapi aku pasti mendengar suara dari tempat yang sangat jauh.

Suara yang terputus-putus bergema dari dasar perut dungeon. Itu adalah suara sesuatu yang hancur. Dan disini, sepertinya keduanya juga mendengarnya, dan wajah Al-san berubah menjadi serius. Suara itu berangsur-angsur semakin dekat. Aku merasa itu adalah sesuatu yang buruk.”

“Oi, hati-hati. Ada sesuatu yang datang.”

Al-san memperingatkan kami. Aku juga akhirnya menemukan musuh menggunakan <Hostility Sensing> , itu berlari mendekati kami dengan getaran yang luar biasa.

Selain itu, itu datang “melalui garis lurus” diruang bawah tanah ini.

Hanya ada satu cara untuk bergerak seperti itu didungeon yang dibangun dengan cukup baik ini. Tidak ada keraguan, itu bergerak menuju kami sambil menghancurkan dinding.

“Misasagi, dibelakangmu!”

“Aku mengerti! Aku akan menghentikannya disini, jadi tolong terus maju dengan Toel”

“… … aku akan menyerakannya padamu.”

Setelah mengatakan itu, Al-san membawa Toel ke samping dan berlari. Jalur ini terlalu sempit untuk bertarung dengan kami bertiga, jadi aku membuat keduanya pergi terlebih dahulu. Karena aku tidak tau musuh apa yang akan datang, aku mempersiapkan diri.

【<Submachine Gun: Peluru tak terbatas> <Shotgun: Peluru tak terbatas> <Metal bat: Hardened> telah dikutip】

【Gelar <Single Mass Murderer> telah diaktifkan】
【Skill <Double Trigger> <Squall> <Fast Shooting> telah diaktifkan】

Aku meletakkan tongkat pemukul besi dipinggangku, dan ada submachine gun dan shotgun yang tidak memerlukan amunisis dikedua tanganku. Selain itu, aku juga mengaktifkan Gelar dan Skill. Aku harus melakukan ini.

Segera setelah selesai bersiap, dinding dibelakangku hancur bersamaan dengan suara yang sangat keras. Dari dinding yang hancur itu, muncul seorang pria besar yang mengenakan tulang monster. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena tulang itu.

Namun, dari tingginya yang melebhi dua meter, warna tubuh ungu, dan berotot besar, aku yakin ia bukan manusia. Ditangannya, ada sebuah kapak yang sangat besar.

Aku menembakkan senjataku sebelum ia berlari kearahku.

Sejumlah besar peluru keluar dari submachine gun dan peluru kecil menyebar dari shotgun, membuat tubuh laki-laki besar itu seperti terkoyak. Tapi, peluru yang ditempakkan terpental oleh kulit laki-laki besar itu, dan hanya membuatnya kehilangan keseimbangan.

“Keras sekali! Sesuatu seperti mementalkan peluru, apa kau bukan monster!”

Peralatan laki-laki besar itu hanya celana pendek dan tulang monster. Memikirkan bahwa senjata tidak akan menimbulkan kerusakan pada seseorang yang hampir telanjang.

Laki-laki besar itu mengangkat kapaknya.

【Skill <Insight Eye> telah diaktifkan】

Dengan mobilitas kekuatan pengamatan <Squall> dan <Insight Eye>, aku hampir tidak bisa menghindar dari kapak itu. Kapaknya terjebak di dalam tanah, dan membuat celah besar. Uwa! Ini sangat buruk jika mengenaiku. Aku memiliki <Regenerasi>, tapi itu bukan tingkat yang bisa dilewatkan dengan rasa sakit saja.

Sementara itu, aku melihat status laki-laki besar itu.

【Race】 Hunter Lv 31 (Pemburu)

【Title】 <Labyrinth Seeker> <One who Endures Pain> (Pemburu dalam labirin)(Salah satu yang dapat menahan sakit)

Saat ini aku mengerti. Ini benar-benar sangat berbahaya.

Sesuatu yang memiliki sebutan pemburu ini, terlihat seperti memiliki serangan yang sangat tinggi dari penampilannya. Dan juga, <One who Endures Pain>, jadi mungkin ia tidak merasakan sakit. Jujur, saja ini cukup merepotkan. Bukan monster seperti ini yang seharusnya muncul dalam dungeon sempit seperti ini.

Laki-laki besar itu, menatapku dengan tajam. Dengan mata yang jelas dengan niat membunuh.

Dan benda yang terlepas dari kapaknya itu, diayunkan dengan momentum yang ganas.

【Skill <Gravitasi> telah diaktifkan】

Aku telah mengatakan sesuatu yang jelas pada bendera kematianku sebelumnya “Aku akan menghentikannya disini!” , tapi aku tidak berencana untuk mati. Sebaliknya aku berencana untuk membunuh pemburu itu disini.

Menyertakkan gigi, gravitasi yang menekan pemburu berangsur-berangsur meningkat.

“Vvhu… Vvhu…”

Kudengar erangan dari pemburu. Namun, ia tidak berhenti berdiri. Meskipun setiap waktu gravitasi menekannya dengan sangat kuat, ia bejalan dengan normal. Meski begitu, gerakannya lebih lambat dari sebelumnya.

【 <Life Stopper(Cursed Blade) : Dispelled> telah dikutip】<Life Stopper (Pedang Terkutuk): Penghakiman.

【Skill <Full Swing> telah diaktifkan】 (Ayunan Penuh)

Aku berdiri memegang satu pedang terkutuk.

Life Stopper (Cursed Blade) yang aku kutip, memiliki kutukan untuk mengurangi kekuatan pertahanan dengan menggunakan <Correction>. Dengan ini aku bisa menggunakannya tanpa takut terkena pinalti. Jika begitu, itu bukan pedang terkutuk lagi kan.

Aku mengayunkan pedangku kearah pemburu. Pedang itu memotong secara diagonal dari bahu pemburu sampai keperutnya. Hanya saja, kulit tubuhnya terlalu keras dan pedang hanya bisa masuk beberapa inci.

Darah menyembur keluar dari celah tulang yang dipakai pemburu dikepalanya. Sepertinya ia menyemburkan darah. Salah satu organ didalamnya mungkin hancur. Aku pikir gerakannya akan terbatas karena ini, tapi aku meremehkan kekuatan hidupnya.

“?!!”

Dalam sekejap mata, pemburu itu menyambar tubuhku dengan lengannya yang tebal, dan melemparkanku kedinding dengan kekuatan penuh. Saat tekena dampaknya, aku merasakan sakit yang datang dari beberapa tulang yang patah. Aku tidak bisa bernapas, dan yang ditujukan dalam pandangan pusingku, adalah pemburu yang perlahan berdiri.

Namun, langkahnya tidak stabil, dan sepertinya butuh waktu lama sampai ia bisa berdiri. Sepertinya seranganku tadi berefek padanya. Jika seperti ini, seharusnya sejak awal terkena tebasan itu ia tidak bisa bergerak.

Aku berdiri sambil memegang pemukul besi yang aku kutip di tangan kiriku. Seluruh tubuhku masih sakit, tapi penyembuhan terus terjadi karena <Regenerasi> jadi seharusnya tidak ada masalah.

【Gelar <Hard Hitter> telah diaktifkan】

【Skill <Gravitation> <Smash> <Monstrous Strength> <Unparalleled Strength>

<Barrage> telah diaktifkan】

Aku menyelesaikan persiapan akhir. Aku harus bisa membunuhnya dengan ini. Aku memberikan tekanan gravitasi pada pria besar yang bergerak buruk dengan organ tubuhnya yang rusak. Pemburu itu berlutut agar bisa menahan. Dan aku mengangkat pemukul besi yang aku pegang didepannya.

Suara kusam bergema di labirin. Memulai dari kesimpulan, pemburu telah mati.

Hanya saja, meski aku memperkuat kekuatan seranganku sebanyak ini membuat penyokan dikepalanya adalah batas kekuatan lenganku. Aku berencana menghancurkan kepalanya, tapi betapa mengerikannya laki-laki besar itu. Untuk musuh pertama didungeon pertama ini, bukankah kesulitannya terlalu tinggi.

Setelah itu, aku menunggu sedikit agar tubuhku beregenerasi kembali, dan mengejar keduanya.

Loading...
Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded